Jakarta (Atnews) – Kepastian pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi pada tahun 2026 menjadi sinyal kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global.
Kebijakan itu dinilai mampu meredam gejolak biaya produksi sekaligus menjaga daya beli masyarakat sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Anggota Komisi VI Fraksi Golkar DPR RI, Gde Sumarjaya Linggih, mengapresiasi komitmen Prabowo Subianto dalam memastikan harga BBM subsidi tetap terjaga di Jakarta, Selasa (21/4).
Menurutnya, kepastian tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk menyusun perencanaan bisnis secara lebih terukur di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Demer sapaan akrabnya menilai stabilitas harga energi menjadi kunci dalam menjaga efisiensi biaya logistik dan produksi sehingga daya saing industri nasional tetap terjaga. Kebijakan ini juga memberikan perlindungan bagi UMKM serta berkontribusi dalam menahan tekanan inflasi dan menjaga konsumsi domestik tetap kuat sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, Gde Sumarjaya Linggih yang juga menjadi Kapoksi Komisi 6 DPR RI Fraksi Golkar menilai perkembangan terkini menunjukkan pemerintah melakukan penyesuaian pada BBM non-subsidi sebagai langkah strategis menjaga ketahanan energi nasional.
Kebijakan ini dinilai sebagai upaya menyeimbangkan antara stabilitas pasokan energi dan perlindungan masyarakat, terutama karena BBM non-subsidi mayoritas dikonsumsi kelompok menengah ke atas sehingga dampaknya lebih terukur.
Gde Sumarjaya Linggih menegaskan bahwa langkah pemerintah tersebut patut diapresiasi, termasuk kerja keras Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, dalam memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman.
Upaya menjaga stok, memperkuat pasokan, hingga pengelolaan impor energi dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan energi di tengah tekanan global.
Ia juga menekankan bahwa sinergi antara Presiden dan kementerian teknis menjadi kunci dalam memastikan energi tetap terjangkau sekaligus memperkuat ketahanan industri nasional. Dengan kebijakan yang konsisten dan terarah, stabilitas energi diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih resilien di tengah dinamika global. (Z/002)