Badung (Atnews) - Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menyatakan, dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) ke depan prlu lebih produktif dan lebih mendapatkan akurasi dalam rangka lebih bisa diimplementasikan.
Hal ini disampaikan Bupati Adi Arnawa kepada awak media usai mengikuti rapat paripura Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung, Kamis (23/4).
Rapat paripurna kali ini beragendakan penyampaian rekomendasi DPRD Badung atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Badung tahun 2025 yang dilangsungkan di ruang Gosana Utama kantor DPRD Badung Mangupura.
"Mudah-mudahan seiring dengan rekomendasi dewan yang dituangkan dalam LKPJ Bupati tahun 2025, akan menjadi satu langkah awal bagi kami untuk penyusunan APBD yang lebih produktif lebih mendapatkan akurasi dalam rangka lebih bisa diimplementasikan, "Ujar Adi Arnawa.
Menurut Bupati Badung Adi Arnawa dari beberapa catatan setrategis yang dituangkan dalam rekomendasi Dewan yang ada dalam LKPJ itu secara prinsif pihaknya melihat catatan yang disampaikan itu sifatnya konstruktif.
Beberapa catatan itu pun semuanya nantinya dalam rangka merancang penyusunan APBD di tahun-tahun mendatang.
Sehingga semuanya itu tentu akan bisa lebih mengamankan program yang direncanakan dalam APBD selanjutnya.
"Tentu ini akan menjadi suatu bahan pertimbangan kami ke depan dalam merancang APBD yang lebih sehat lagi, "ucap Adi Arnawa. .
Dari sekian banyak yang disampaikan oleh Dewan dalam rekomendasi yang dituangkan dalam LKPJ, salah satunya adalah capaian dari pada pendapatan daerah yang tidak mencapai target.
Mengingat, pendapatan daerah adalah menjadi salah satu kekuatan dalam mengimplementasikan daripada APBD tahun 2025.
Pihaknya melihat dari rencana anggaran yang telah dipasang dalam APBD tahun 2025, belanja daerah hanya tercapai sebesar 81 persen lebih. Sedangan pendapatan asli daerah capaiannya sebesar 79,20 persen.
"Dalam penyusunan APBD ke depan dalam menetapkan asumsi dan target kami akan lebih akurat, " tegasnya. Sembari menambahkan, akurasi data yang akurat bisa lebih mengamankan program yang direncanakan dalam APBD. Dan tentu ini akan menjadi suatu bahan pertimbangan ke depan dalam merancang APBD yang lebih sehat lagi.
Menjawab pertanyaan awak media terhadap penanganan sampah di Badung yang saat ini mengalami darurat sampah, Bupati Adi Arnawa mengatakan, sudah ada kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah.
Pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah Pusat dan Pemprov.dalam rangka ekselerasi penanganan sampah di Bali dan Badung khususnya dan Kota Denpasar.
Ia pun optimis penanganan sampah di Badung khususnya bisa nantinya ditangani dengan baik jika PSEL sudah beroperasi.
Kendati demikian, penanganan sampah yang berbasis sumber yaitu dengan cara memilah sampah harus tetap dilakukan.
"Bapak Menteri Lingkungan Hidup RI mengapresiasi penanganan sampah di Badung dan Bali umumnya. Karena telah mengikuti sebagaimana yang menjadi arahan dari Bapak Menteri. Terlebih saat ini sampah yang sudah bisa diolah telah mencapai sebesar 70 persen. Ini berarti sudah cukup baik, "demikian Bupati Adi Arnawa. (Mur/002).