Banner Bawah

Bali Minta Dapat Perlindungan Nyata Negara dan Dunia, Hadapi Alih Fungsi hingga Tekanan Industri Pariwisata

Admin 2 - atnews

2026-05-10
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bali Minta Dapat Perlindungan Nyata Negara dan Dunia, Hadapi Alih Fungsi hingga Tekanan Industri Pariwisata
Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr. (HC) Ida Bagus K.Susena, S.Kom (ist/atnews)

Denpasar (Atnews) - Bali menghadapi tantangan yang sangat hebat sehingga mengancam sendi-sendi kehidupan dan nilai luhur masyarakat setempat. Bali kini menghadapi modernisasi tanpa kendali, alih fungsi lahan yang masif, tekanan industri pariwisata, perubahan pola pikir generasi muda, komersialisasi budaya, hilangnya ruang-ruang sakral, serta kian tergerusnya nilai-nilai adat dan spiritual.

Demikian terungkap dalam seminar nasional yang diprakarsai Puskor Hindunesia bertema “Menjaga Warisan Peradaban Bali: Sinergi Spiritual, Budaya, Tata Ruang dan Kebijakan Dalam Transformasi Peradaban Bali” di Kampus Unhi, Denpasar, Minggu (10/5/2026).

Pendiri sekaligus Ketua Umum Dekornas Puskor Hindunesia, Dr. (HC) Ida Bagus K.Susena, S.Kom., mengungkapkan jika umat tidak memiliki persamaan persepsi dan keberanian bertindak, maka yang bisa dilihat bukan hanya budaya Bali, namun juga yang bakal hilang adalah jiwa Bali itu sendiri.

Karenanya, masyarakat Bali jangan diam saja. Jangan sampai seni-budayanya yang dipertontonkan malah kehilangan roh. Begitu pula pura-pura berdiri megah, tetapi kesakralannya memudar. Upacara marak dilaksanakan, namun makna sipiritualnya ditinggalkan. 

Alamnya yang indah, namun kehilangan keseimbangan ekologis. Oleh sebab itu Puskor Hindunesia berharap agar Bali mendapat perlindungan serius dari negara, bahkan perlindungan dan pengakuan dari dunia internasional. Bali selama ini diposisikan sebagai pulau cagar budaya dunia, cagar spiritual dunia, cagar sosial peradaban nusantara dan cagar alam berbasis keharmonisan spiritual. Hal itu karena Bali memiliki nilai-nilau universal yang tidak dimiliki daerah di mana pun di dunia ini. 

Mengenai perlindungan terhadap Bali, menurut Ida Bagus K.Susena, tidak cukup hanya melalui slogan maupun festival budaya, tetapi harus berupa kebijakan nyata yakni perlindungan kawasan suci, perlindungan adat dan kelembagaan tradisional, pengendalian tata ruang berbasis budaya Bali, pendidikan berbasis kearifan lokal, serta keberpihakan nyata negara pada identitas keberadaban Bali.

Bali tak boleh diwariskan hanya dalam bentuk foto dan ceritera, namun harus diwariskan dalam keadaan hidup dengan spiritualnya yang tetap menyala. ‘’Jika Bali sampai kehilangan jati diri, maka dunia akan kehilangan salah satu mercusuar spiritual dan budaya yang paling berharga,’’ tandas  Ida Bagus K.Susena.

Sedangkan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Bali Dr.I Gusti Made Sunartha, SAg., MSi., mengungkapkan terjadi perubahan-perubahan dimensi kehidupan manusia di Bali yang pada awal tahun 1926 dijadikan destinasi dunia. Nah dalam kondisi tersebut masyarakat setampat tak mampu mempertahankan destinasi pariwisata tersebut dengan keberadaan Bali yang sebenarnya. ‘’Maka hampir sebagian besar terjadi degradasi (kemerosotan atau penurunan kualitas),’’ tegasnya.

Rektor Unhi yang diwakili Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr.W.A.Sindhu Gitananda, menambahkan peradaban Bali mempunyai akar yang sangat kuat. Peradaban tersebut awalnya tidak bisa berdiri jika tidak ada sistem bercocok-tanam (subak), termasuk seperti bangsa Aria di India. Sejak berabad-abad masyarakat Bali mempraktikkan kearifan lokal tersebut sebagai peradaban tingkat tinggi.

Namun seirama dengan perkembangan zaman dan teknologi, subak mulai memudar karena lahan sawah kian menyempit. Bahkan di suatu tempat di Kota Denpasar, ada pura subak yang berdiri kokoh, namun lahan subaknya berubah fungsi. ‘’Contohnya di Jalan Nangka utara (dekat restoran cepat saji asal AS). Puranya memang ada, tetapi subaknya entah dimana,’’ tegas Sindhu Gitananda. 

Kegiatan akademik dan budaya ini diselenggarakan secara hybrid (penggabungan metode luring dan daring) yang merupakan bagian dari upaya kolektif masyarakat untuk meningkatkan kesadaran publik dalam menjaga Bali sebagai warisan peradaban dunia yang utuh dan berkelanjutan. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pengemudi Kabur, Tabrakan Beruntun Truk Galian C Terguling

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja

Wali Kota Denpasar Jaya Negara Hadiri Pemelaspasan Bale Kulkul Banjar Panti Gede, Pemecutan Kaja