Denpasar (Atnews) - Pengamat Kebudayaan Jro Gde Sudibya mengagumi Peredana Menteri India Narendra Modi yang memberikan penghormatan kepada sastrawan ternama Rabindranath Tagore (Rabindranath Thakur) yang meraih Nobel Sastra pada tahun 1913.
Rabindranath Tagore (1861–1941) sebagai penyair, sastrawan, dan filsuf Bengali yang menjadi orang Asia dan non-Eropa pertama yang memenangkan Hadiah Nobel Sastra.
"Respek buat Narendra Modi yang telah memberikan penghormatan kepada sastrawan ternama R Togore pemenang hadiah Nobel sastra tahun 1913," kata Jro Gde Sudibya di Denpasar, Senin (11/5).
Pengarang buku sastra ternama Gitanjali yang tetap populer sampai kini. Pada saat berkunjung ke Indonesia termasuk Bali beberapa bulan sekitar dasa warsa 1950-an, setelah mengunjungi Puri Karangasem berucap: "saya menemukan India dimana-mana tetapi saya tidak lagi mengenalnya".
Sastra India diekspresikan dalam karya budaya "Manut Desa Kala, Patra". Pendiri sekolah ternama di Santi Niketan, para alumninya banyak tokoh top dunia, salah satunya ekonom ternama dunia Amartya Sen, pemenang hadiah Nobel 1998.
Ekonom ahli Upanisad, menjadi surprise dalam ceramahnya di Bank Dunia yang dihadiri pimpinan puncak Bank Dunia, menggunakan ilustrasi cerita Upanisad dalam pemberian rekomendasi kepada Bank Dunia.
Tagore berkunjung ke Indonesia beberapa bulan tahun 1927, dan berkunjung ke Puri Karangasem tahun 1927.
Menurut penuturan dr.AA Djelantik dari Puri Karangasem, saat Tagore berkunjung ke Puri, masih anak-anak, ingatan terhadap sastrawan besar ini sangat menyimak simbol-simbol kebudayaan yang ada di Puri.
Untuk itu, Puri Agung Karangasem telah menerima kunjungan Consul General of India (CGI) Dr. Shashank Vikram bekas Kerajaan Karangasem (Puri Agung Karangasem) yakni Taman Tirtagangga dan Taman Ujung Sukasada, Selasa 28 Oktober 2025
Hubungan Puri Agung Karangasem dulunya Kerajaan Karangasem dengan Kebudayaan/Pemerintah India sudah berlangsung lama sejak kedatangan Pujangga-Budayawan besar Rabindranath Tagore Tahun 1927.
Kedatangan Konsul Jendral India di Bali dalam rangka peringatan 100 Tahun kedatangan budayawan besar Rabindranath Tagore pada Tahun 2027 mendatang.
Tagore, sastrawan cum spiritualist pendiri sekolah ternama di Shantiniketan. Sekolah dengan wawasan super luas tentang kesustraan, kebudayaan dan peradaban. Misinya, membangkitkan kembali peradaban besar Bhartiya (nama otentik India).
"Sangat wajar jika PM Narendra Modi memberikan penghormatan ke sang sastrawan. Tagore, sastrawan dengan horizontal luas tentang: manusia, kemanusiaan dan respek ke sesama," ujarnya.
Mengingatkan substansi dari teo-filosofi dari Veda/Vedanta. Korespondensinya dengan tokoh-tokoh selalu menarik perhatian, salah satunya korespondensinya dengan Mahatma Gandhi.
Gandhi menulis ke Tagore, "persepsi Tuhan bagi orang miskin yang perutnya lapar, sebatas niat baik yang dianggap ada pada mereka yang memberikan sepotong roti sehingga hari itu mereka tidak kelaparan".
Korespondensi ini mengingatkan akan ucapan Svami Vivekananda, "agama tidak diperlukan bagi mereka yang perutnya lapar".
Pesan moral akan arti penting keadilan sosial dalam penyadaran moral keimanan.
Menyimak manifesto BJB partai yang dipimpin PM Narendra Modi. Maka dari itu, PM Modi agaknya sangat paham terhadap filosofi kehidupan tersebut.
Sebelumnya, Perdana Menteri, Shri Narendra Modi menyampaikan penghormatan tulus kepada Gurudev Rabindranath Tagore pada kesempatan istimewa Pochishe Boishakh.
Perdana Menteri mengatakan bahwa Gurudev Tagore adalah seorang penulis, pemikir, dan penyair dengan kecemerlangan luar biasa yang juga menorehkan prestasi sebagai seorang filsuf, pendidik, seniman, dan suara abadi dari jiwa peradaban India.
Perdana Menteri mencatat bahwa Gurudev Tagore mengungkapkan emosi terdalam kemanusiaan dan cita-cita luhur budaya India. Beliau menambahkan bahwa Gurudev memperkaya masyarakat dengan pemikiran baru, energi kreatif, dan kepercayaan diri budaya.
Shri Modi mengatakan bahwa bangsa ini mengenang Gurudev Tagore dengan rasa hormat dan syukur yang mendalam. Dia menyampaikan harapan bahwa pemikiran Gurudev akan terus menerangi pikiran dan membimbing orang-orang dalam usaha mereka. (Z/002)