Oleh Gede Pasek Suardika
“Jika kau ingin menguasai rakyat, buat mereka sibuk saling membenci”, dikutip dari Julius Caesar, politisi dan pemimpin militer.
Jika ada yang memproduksi potensi konflik sosial dengan isu-isu sensitif agar rakyatnya terpecah belah, percayalah itu memang sengaja diproduksi kekuasaan.
Biasanya penguasa yang gagal tuntaskan kewajiban untuk melayani rakyat, menuntaskan fasilitas pelayanan publik, munculnya permasalahan tanpa tertuntaskan, kebijakan koruptif nya tidak terpantau maka rakyatnya sengaja dibuat sibuk urusan lain untuk saling membenci. Dan kaum yang kritis pasti dicap sebagai bagian dari agen, pro, atau istilah lain di satu pihak yang sengaja dimarginalkan.
Itu memang ada ilmu politiknya. Kalau dalam dunia ilmu kebatinan di Bali disebut ilmu Pengiwa.
Bagaimana penguasa di daerahmu? Adakah memproduksi isu untuk membelah masyarakatnya agar dibuat berkonflik? Maka itu bisa dibaca juga dengan jernih jika penguasa tersebut gagal memimpin tetapi ingin tidak ketahuan gagal memimpin, sehingga masyarakatnya dibelah, organisasi tertentu dibelah, dibuat masyarakat riuh sendiri dalam konflik antar mereka.
Itu artinya Penguasa didaerahmu memiliki Ilmu Pengiwa politik..!
*) Gede Pasek Suardika, Ketum PKN