Mangupura (Atnews) - PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai pengelola Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bersama organisasi penerbangan sipil internasional, ICAO (International Civil Aviation Organization) dan Kementerian Perhubungan, menggelar kegiatan ICAO Aviation Security National Instructors Course, Selasa (12/5/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Bali pada 4 hingga 8 Mei 2026 tersebut merupakan pelatihan bertaraf internasional untuk meningkatkan kompetensi personel keamanan penerbangan, memperkuat komitmen dalam mendukung peningkatan standar keamanan penerbangan, sekaligus memperkuat kolaborasi regional di bidang keamanan penerbangan.
General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati menyampaikan, “Aspek keamanan merupakan salah satu aspek paling penting dalam operasional kebandarudaraan dan penerbangan.
Sebagai pintu gerbang udara Bali yang merupakan salah satu destinasi wisata paling diminati di dunia dengan trafik lebih dari 24 juta penumpang per tahun, maka dibutuhkan personel Airport Security dengan kemampuan berstandar internasional untuk memastikan keamanan bandara.”
“Hal ini juga sejalan dengan implementasi salah satu pilar Program Transformasi Perusahaan, yakni Pilar People, dengan menghadirkan layanan personel bandara kelas dunia. Tentunya program ini sangat relevan dengan kebutuhan personel Airport Security bandara yang merupakan salah satu unsur pelayanan di garis terdepan kepada pengguna jasa bandara,” lanjut Nugroho Jati.
Pelatihan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari berbagai negara anggota ICAO di kawasan Asia Pasifik, yakni 11 peserta asal Indonesia, Vietnam (4 peserta), Makau, Republik Rakyat Tiongkok (4 peserta), Timor Leste (2 peserta), serta Maladewa dan Kepulauan Solomon dengan masing-masing 1 peserta.
Kehadiran para peserta yang merupakan personel Airport Security dari berbagai operator bandara internasional di kawasan Asia Pasifik tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam meningkatkan kapasitas keamanan penerbangan baik di tingkat nasional maupun regional.
Selama pelaksanaan ICAO Aviation Security National Instructors Course, peserta mendapatkan pelatihan teknis maupun kemampuan instruksional dari instruktur ICAO. Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan mampu mengimplementasikan kompetensi yang diperoleh untuk memperkuat sistem keamanan penerbangan di organisasi maupun negara masing-masing, sekaligus meningkatkan kualitas penyampaian pelatihan sesuai standar ICAO.
“Kami berharap penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara dapat tercipta dengan terselenggaranya kegiatan ini, demi menghadapi tantangan keamanan penerbangan yang terus berkembang.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian dari ekosistem penerbangan global yang mengedepankan keselamatan, keamanan, dan profesionalisme,” tutup Nugroho Jati. (Z/002)