Parta Tegas Tolak PPN Sembako: Tanpa Pajak Saja Rakyat Sudah Sulit Makan
Banner Bawah

Parta Tegas Tolak PPN Sembako: Tanpa Pajak Saja Rakyat Sudah Sulit Makan

Admin 2 - atnews

2026-05-13
Bagikan :
Dokumentasi dari - Parta Tegas Tolak PPN Sembako: Tanpa Pajak Saja Rakyat Sudah Sulit Makan
Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I Nyoman Parta meminta pemerintah meninjau ulang rencana pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap bahan pokok atau sembako. Pernyataan itu disampaikan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (11/5/2026).

Menurut Parta, kebijakan mengenakan pajak terhadap kebutuhan dasar masyarakat merupakan langkah yang tidak berpihak kepada rakyat kecil. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kenaikan harga kebutuhan pokok sudah sangat membebani masyarakat, sehingga penambahan pajak hanya akan memperparah keadaan.

“Tanpa pajak saja rakyat sudah susah untuk makan apalagi kena pajak. Harga beras naik, minyak goreng mahal, gula dan cabai terus bergejolak. Kalau sembako dikenakan PPN, ini bisa makin menekan kehidupan masyarakat kecil,” ujar Nyoman Parta dengan nada tegas.

Legislator asal Bali itu, menilai sembako bukan barang mewah, melainkan kebutuhan pokok yang menyangkut hajat hidup masyarakat luas. Karena itu, negara seharusnya hadir melindungi daya beli rakyat, bukan menjadikan kebutuhan dasar sebagai objek pajak.

“Sembako itu kebutuhan primer. Semua orang membutuhkannya, terutama rakyat kecil. Kalau dikenakan pajak, maka dampaknya langsung terasa di meja makan masyarakat. Ini bukan soal angka semata, tapi soal kemampuan rakyat bertahan hidup,” katanya.

Parta menegaskan, kebijakan pajak terhadap sembako berpotensi memicu kenaikan harga secara berantai. Pedagang akan menyesuaikan harga jual, distributor menaikkan biaya distribusi, dan pada akhirnya masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga pangan memiliki dampak sosial yang serius, mulai dari meningkatnya angka kemiskinan hingga ancaman stunting pada anak-anak akibat menurunnya kualitas konsumsi keluarga.

“Kalau harga kebutuhan pokok makin mahal, yang dikorbankan biasanya kualitas makanan keluarga. Ini berbahaya karena bisa berdampak pada gizi anak-anak dan meningkatkan risiko stunting. Negara jangan sampai mengambil kebijakan yang membuat rakyat makin tercekik,” tegasnya.

Bagi Parta, pemerintah seharusnya lebih fokus mencari sumber penerimaan negara dari sektor lain yang tidak membebani masyarakat kecil. Ia menilai optimalisasi penerimaan dari sektor sumber daya alam, pajak korporasi besar, hingga pemberantasan kebocoran anggaran jauh lebih tepat dibanding membebani sembako dengan PPN.

“Cari pemasukan negara jangan dari kebutuhan makan rakyat. Negara masih punya banyak sumber penerimaan lain yang bisa dioptimalkan tanpa harus menyentuh sembako,” ujarnya.

Politikus PDIP itu juga memastikan  akan mengawal persoalan tersebut di parlemen dan memperjuangkan agar sembako tetap bebas dari pengenaan PPN.

“Rakyat butuh harga pangan murah dan terjangkau, bukan pajak baru yang membuat hidup makin berat. pihaknnya  akan berdiri bersama rakyat untuk menolak PPN sembako,” pungkasnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Tandai Pembukaan Bulan Bahasa Bali, Koster Nyurat Lontar Bersama Seribu Pelajar dan Mahasiswa

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD