IFC Besarkan Nama Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional
Banner Bawah

IFC Besarkan Nama Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional

Admin 2 - atnews

2026-05-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - IFC Besarkan Nama Bali Jadi Pusat Keuangan Internasional
Dr. I Nyoman Sender, SE, SH, MM (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Tokoh Masyarakat Dr. I Nyoman Sender, SE, SH, MM. merespon wacana Bali mau dijadikan International Financial Center (IFC) atau pusat keuangan internasional di kawasan ekonomi khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Rencana Pusat Keuangan Dunia telah bergulir lama, sejak pemerintahan Presiden Soeharto zaman orde baru (Orba) dulu.

Bahkan Tokoh Bali Gubernur Bali dua periode 2008-2018 Dr Dr Made Mangku Pastika MM yang juga Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI 2019-2024 kerap mengungkapkan peluang Bali cocok dikembangkan menjadi pusat keuangan dunia.

Mengingat Bali tidak memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah, namun brand  Bali yang sudah dikenal secara global karena destinasi pariwisata dan sukses gelar MICE.

Gagasan itu, Mangku Pastika sempat ungkap ketika menghadiri HUT ke-55 Kadin di Lapangan Puputan Margarana Denpasar, Minggu, 24 September 2023.

Begitu juga hal itu disampaikan ketika dalam kegiatan Penyerapan Aspirasi/Dialog di DPD RI Perwakilan Bali Denpasar, Kamis (15/2/2024).

Dialog dengan tema “Inventarisasi Materi Pengawasan atas Pelaksanaan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK)” dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara didampingi Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja menghadirkan narasumber Direktur Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali Ananda R Mooy, Ketua Perbarindo Bali Ketut Komplit dan Dirut Jamkrida Bali Mandara Widiana Karya.

Sender menambahkan, terbesit berita bahwa pulau Nusa Penida digadang - gadang menjadi calon lokasi Pusat Keuangan Global untuk meniru London, New York, Hong Kong, Singapore.

Namun lebih dari 40 tahun berlalu ide Indonesia mempunyai pusat keuangan berkelas dunia, belum terwujud.

Belakangan keinginan pemerintah Indonesia muncul lagi untuk mempunyai ekosistem IFC dan mencanangkan Bali sebagai lokasinya, lebih spesifik lagi akan dibangun diareal BTID, KEK Kura Kura Bali Serangan, Denpasar.

"Saya pribadi rencana tersebut patut disambut positif demi kebesaran nama Bali yang akan memberikan dampak positif meskipun akan ada ekses negatif yang perlu diantisipasi. Mudah -mudahan ide bagus tersebut menjadi kenyataan," ujar Sender yang juga Alumni Doktor Pascasarjana UHN IGB Sugriwa.

Menurutnya, Jakarta tetap menjadi pusat keuangan nasional, meskipun ibukota jadi pindah ke IKN.

Tetapi Bali jadikan Pusat Keuangan Khusus bertaraf International semacam Cayman Island di AS yang diarahkan lebih spesifik sebagai booking office saja, diberikan fasilitas tax holiday/heaven.

Tentu prasarana dan sarana keuangan, hukum, teknologi informasi harus disediakan khusus.

Lokasi di BTID sangat cocok, dibangun gedung tinggi sebagai ikon Bali modern, akses transportasi lewat laut dari Bandara Ngurah Rai untuk menghindari macet jika lewat darat, fasilitas life style modern bisa dibangun disitu dengan izin ketat bagi orang-orang yang masuk ke area khusus tersebut.

Penduduk lokal dilarang kesana/hanya untuk asing dan pekerja-pekerja diwilayah KEK saja model di Langkawi, Malaysia dan Bahrain Offshore Banking Unit.

Sementara itu, sampah di TPA Suwung agar tidak mengganggu pindahkan ke lokasi Pusat Kebudayaan Bali (PKB) Klungkung, agat tidak mangkrak dan hasil pendapatan dari KEK Kura Kura bisa sebagian untuk angsur pinjaman proyek PKB Klungkung.

Saat ini zona penyangga PKB digunakana Pemerintah Provinsi Bali untuk menekan penumpukan hasil olahan sampah organik dari wilayah Kota Denpasar.
 
Sedangkan, biaya investasi pengolahan sampah minta Danantara untuk biayai atau jika bisa lobby Pusat dibiayai APBN lebih baik.

"Untuk pelestarian budaya dan kesenian Bali cukup tetap dilokasi sekarang di Jl. Nusa Indah, toh dimasing masing desa adat pelestarian budaya dan kesenian bisa tetap berlangsung, PKB hanya untuk arena atau festival belaka setahun sekali," bebernya.

Dengan demikian, Bali bisa mencapai beberapa tujuan tanpa terhalang soal penyediaan dana atau APBD Bali yang cekak.

Meskipun ide itu pasti banyak yabg kurang sependapat, Pemda Bali mesti sosialisasikan secara intens dan bijak.

Sender sudah berusia di atas 65 tahun dan pensiun dari BNI 1946 sejak 2007, masih punya semangat tinggi untuk tetap belajar.

Sender berpengalaman lebih dari 30 tahun dalam dunia perbankan nasional dan mencapai puncak karier sebagai Deputi Bidang Restrukturisasi Unit Perbankan pada Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) dengan tugas utama menyehatkan bank-bank nasional yang mengalami kebangkrutan saat krisis ekonomi moneter tahun 1998.

Selain itu, bertugas lebih dari separuh karirnya di cabang-cabng BNI 1946 di luar negeri, seperti Singapore, New York, Tokyo, London dan terakhir sebagai General Manager BNI 1946 Hong Kong Branch dari 1994 s/d 1998.

Disamping itu, Sender aktif dibeberapa Ormas seperti KADIN, HKTI dan terakhir masih aktif sebagai Komisaris di dua BPR yakni BPR Penebel dan BPR Kertiawan. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : ASN Pemprov Contoh Apel Berbusana Adat Bali

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD