Badung (Atnews) - Kawasan Agro Bela Negara Gunung Ayu di area Monumen Perjuangan Bangsal, Badung, diduga kerap menjadi lokasi pembuangan sampah liar pada malam hari. Aktivitas tersebut dinilai mencoreng fungsi kawasan yang selama ini digunakan untuk pendidikan bela negara dan konservasi tanaman langka.
Kawasan itu terletak di sebelah selatan Pusat Pemerintahan Kabupaten Badung.
Penanggung jawab kebersihan dan penataan Agro Bela Negara Gunung Ayu, Sitam, Paiman, dan Ikbal, mengaku kecewa dengan ulah oknum tak bertanggung jawab yang membuang sampah sembarangan.
“Tempat ini bukan lokasi pembuangan sampah, melainkan kawasan pendidikan bela negara,” ujar Sitam saat ditemui di lokasi, Minggu (17/5/2026).
Menurut Sitam, jenis sampah yang dibuang beragam. Beberapa di antaranya diduga berasal dari Maca Villa and Spa di Jl. Lebak Sari, Seminyak, Kuta, Badung, serta kantor Bank BPD di sekitar kawasan. Ia menyebut, pada tumpukan sampah ditemukan material bertuliskan Bank BPD Bali dan vila Maca.
Gunung Ayu memiliki luas hampir dua hektare. Selama ini area tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan positif seperti pendidikan bela negara, outbound, panahan, hingga lomba burung. Sebagian besar lahan juga ditanami berbagai jenis tanaman langka sebagai upaya konservasi.
Namun dalam beberapa waktu terakhir, pemandangan kawasan tercoreng akibat tumpukan sampah yang dibuang secara sembunyi-sembunyi, terutama pada malam hari.
Pihak pengelola berharap masyarakat dan pelaku usaha di sekitar memiliki kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mereka meminta agar kawasan pendidikan dan konservasi itu tidak dijadikan tempat pembuangan sampah liar.
“Kami mengajak semua pihak menjaga kawasan ini. Tujuannya agar fungsi pendidikan, pelatihan, dan pelestarian lingkungan tetap berjalan,” kata Sitam, yang juga Koordinator Lapangan Ikawangi Mengwi.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak-pihak yang disebut dalam temuan sampah tersebut. (KRS/002)