Kerusakan Alam Bali, Jro Gde Sudibya; Gumine Benyah Latig
Banner Bawah

Kerusakan Alam Bali, Jro Gde Sudibya; Gumine Benyah Latig

Admin 2 - atnews

2026-05-24
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kerusakan Alam Bali, Jro Gde Sudibya; Gumine Benyah Latig
Intelektual Bali Jro Gde Sudibya (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali yang dikelola oleh BTID terus menjadi perbincangan hangat pasca sidak Pansus TRAP DPRD Bali. 

Intelektual Bali Jro Gde Sudibya yang juga Pengamat Kebudayaan dan Kecenderungan Masa Depan merespon pendapat Rektor Undhira Prof. Dr. I Gusti Bagus Rai Utama, SE., M.MA., MA., CIRR yang berjudul “Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata” di Denpasar, Minggu (24/5).
                
KEK Kura Kura Bali di Serangan seyogianya dipahami bukan sekadar sebagai instrumen ekonomi, melainkan sebagai artikulasi normatif transformasi pariwisata Bali menuju kualitas yang berkeadaban, dengan Tri Hita Karana dan Sad Kerthi sebagai landasan etis yang mengarahkan harmonisasi manusia, alam, dan spiritualitas dalam bingkai “visionary oasis”.

Namun, ketegangan antara proyeksi manfaat ekonomi yang besar dan capaian implementasi yang masih terbatas menunjukkan bahwa pembangunan tidak cukup ditopang oleh investasi, melainkan memerlukan kapasitas institusional, integritas tata kelola, dan keberlanjutan sosial yang kuat.

Bagi Jro Gde Sudibya, sejak pembebasan tanah dan kemudian reklamasi Pulau Serangan telah bertentangan dengan konsepsi Palemahan. Pura Sakenan tercemarinya kesuciannya, mengingkari konsepsi Parhyangan. 

Nelayan kehilangan pekerjaan dan atau hasil tangkapannya berkurang, petani terpaksa pindah dan atau dipindahkan, pelanggaran terhadap konsepsi Pawongan. 

Sad Kerthi Loka Bali dan kemudian Sat Kerthi Loka Bali menghadirkan sorga di dunia sekadar jargon politik para politisi. 

Mau bukti?. Pasca Banjir bandang 10 September 2025 terbuka kotak pandora, "gumine benyah latig", kerusakan alam Bali yang nyaris tak terpulihkan. Laut, Danau, DAS, Hutan dan juga Gunung.

Jika merujuk teo-filosofi Subak yang diwariskan pakulun Rsi Markandya, Sat Kerthi Loka Bali pada sawah setelah "nyakjag", "ngasain", air yang membawahi sawah menjadi Tirtha Sudhamala yang membersihkan diri dari kekotoran dunia. 

Sawah sekarang, di saluran air tertier, penuh sampah plastik,  krama Subak terus menerus harus membersihkannya. 

Krama Subak menghabiskan waktu banyak untuk membersihkan gulma sekitar pohon padi. Gambaran dari kesuburan tanah yang merosot, tercemar, "tirtha sudha malam ngeluur ke akasa". Slogan Sat Kertha Bali sebatas tipu daya jargon politik.

Diharapkan kerja Pansus TRAP DPRD Bali harus didukung sehingga "tidak masuk angin", tebang pilih atau pendapatnya tereduksi (berkurang bobot dan nilainya) dalam Sidang DPRD.

“Perlu dukungan masyarakat sipil, masyarakat Bali yang peduli, berbentuk delegasi ke Pansus sebelum Sidang Paripurna. Jangan kita ngomong besar di jalanan, tetapi "dikerjaian" di Sidang DPRD,” pungkasnya. (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Putri Koster Sosialisasikan HATINYA PKK di Desa Tiyinggading

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026