Rakerda APJI Bali 2026 Dorong Pengembangan Jasa Boga Industri  Berkelas Internasional, Penandatanganan MoU dengan Gapembi Bali
Banner Bawah

Rakerda APJI Bali 2026 Dorong Pengembangan Jasa Boga Industri  Berkelas Internasional, Penandatanganan MoU dengan Gapembi Bali

Admin 2 - atnews

2026-05-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Rakerda APJI Bali 2026 Dorong Pengembangan Jasa Boga Industri  Berkelas Internasional, Penandatanganan MoU dengan Gapembi Bali
Ketua DPD APJI Bali I G.A. Agung Inda Trimafo Yudha (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Bali menggelar Rapat Kerja Daerah I DPD APJI Bali 2026 di Inna Bali Heritage Veteran, Denpasar, Senin (25/5).

Forum itu menjadi langkah konsolidasi organisasi untuk memperkuat peran pelaku jasa boga dalam ketahanan pangan, penguatan ekonomi daerah, pariwisata berkualitas, digitalisasi, dan praktik usaha berkelanjutan.

Rakerda tahun ini mengangkat semangat “APJI Bali Hadir untuk Bali Melalui Kuliner, Mendukung Program Pemerintah dan Penguatan Ekonomi Daerah, serta Turut Membangun Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas.”

Agenda tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia Ni Luh Puspa, Ketua Umum DPP APJI Tashya Megananda Yukki, Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Golkar dari Dapil Bali, Gde Sumarjaya Linggih atau yang akrab disapa Demer,  Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Bali I Wayan Sumarajaya, Ketua DPD APJI Bali I G.A. Agung Inda Trimafo Yudha dikenal Gek Inda, Ketua Umum Kadin Bali Made Ariandi, Ketua Komisi II DPRD Provinsi Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih dikenal Ajus Linggih yang juga Ketua HIPMI Bali.

Begitu juga unsur pemerintah daerah Bali, pengurus APJI pusat dan daerah, pelaku usaha jasa boga, mitra strategis, serta pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi daerah.

Rakerda APJI Bali 2026 tidak hanya menjadi forum internal organisasi, tetapi juga ruang untuk membaca ulang posisi jasa boga dalam ekosistem ekonomi Bali. 

Di tengah kuatnya sektor pariwisata, industri jasa boga memiliki peran strategis dalam penyediaan makanan yang aman, higienis, bergizi, berstandar, dan mampu merepresentasikan kekayaan budaya lokal.

Sementara itu, DPP APJI Tashya Megananda Yukki mengatakan Kementerian Perindustrian Republik Indonesia mencatat bahwa Industri makanan dan minuman merupakan salah satu penopang utama manufaktur nasional.

Pada Kuartal I tahun 2026, sektor ini tumbuh sebesar 6,23 persen, dengan kontribusi mencapai 41,06 persen terhadap Industri Pengolahan Nonmigas, menyerap sekitar 6,67 juta tenaga kerja, serta mencatat realisasi investasi sebesar Rp80,49 triliun.

Data ini menegaskan bahwa industri makanan dan minuman memiliki peran yang sangat strategis dalam menunjukkan pertumbuhan ekonomi nasional serta memperkuat daya saing Indonesia di pasar Global. 

Dalam konteks tersebut, APJI memiliki tanggung jawab besar untuk terus mengambil peran aktif dalam pengembangan ekosistem industri nasional.

Bali, sebagai salah satu destinasi pariwisata dunia, memiliki kekuatan luar biasa dalam industri perhotelan, wisata kuliner, dan layanan Jasaboga. Potensi ini harus dioptimalkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal dan wisatawan, tetapi juga menjadi model pengembangan Industri Jasaboga berkelas Internasional.

"Sejak saya menerima amanah sebagai Ketua Umum APJI pada tahun 2024, kami membawa semangat transformasi organisasi menuju APJI yang semakin profesional, modern, adaptif, dan relevan terhadap perkembangan Industri Jasaboga Nasional," ujarnya.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, APJI terus berkarya. Pada 2021 pihaknya membawa semangat transformasi organisasi menuju APJI yang 4 dari 7 modern, adaptif, dan relevan terhadap perkembangan profesional.

Dalam kurun waktu yang relatif singkat, APJI terus memperkuat posisinya sebagai mitra strategis pemerintah, tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai bagian dari ekosistem pembangunan nasional yang berkontribusi nyata terhadap ketahanan pangan, penguatan skala bisnis UMKM, pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas SDM, hingga percepatan transformasi digital Industri Jasaboga Indonesia.

Saat ini, APJI telah dipercaya menjadi mitra kolaboratif berbagai kementerian dan lembaga strategis, memperluas jaringan nasional maupun internasional, serta menghadirkan berbagai program terobosan yang memperkuat daya saing anggota di tengah tantangan zaman.

Kekayaan budaya, warisan kuliner, kekuatan UMKM lokal, Kreativitas masyarakat, dan daya tarik Pariwisata Bali merupakan modal besar untuk menjadikan daerah ini sebagai contoh pengembangan Industri Jasaboga modern berbasis Kearifan Lokal. Karena itu tema Rakerda hari ini sangat relevan.

APJI hadir untuk Bali bukan sekadar sebagai organisasi profesi, tetapi sebagai Mitra Pembangunan Daerah.

"Kita hadir untuk memperkuat ekonomi lokal melalui kuliner dalam platform APJI Mart, mendukung program pemerintah, mengembangkan kualitas SDM, dengan fondasi pemasaran produk unggulan anggota yang membuka akses pasar nasional hingga global," bebernya.

Program ini telah membawa produk anggota APJI masuk ke berbagai jejaring internasional dan memperkuat posisi UMKM kuliner Indonesia dalam rantai perdagangan yang lebih luas seperti di Amsterdam, Singapura dan Malaysia.

Melalui APJI Connect, pihaknya sedang membangun platform konektivitas berbasis sentralisasi database anggota. Ini adalah fondasi besar bagi masa depan organisasi. Di era industri hari ini, kekuatan organisasi tidak lagi hanya pada jumlah anggota, tetapi pada kemampuan menghubungkan data, kapasitas, dan peluang usaha menjadi kekuatan ekonomi bersama.

Melalui APJI Connect, pihaknya ingin memastikan seluruh anggota dapat saling terhubung, berkolaborasi, berbagi peluang, memperkuat nilai tawar kepada supplier, hingga bersinergi dalam memenuhi proyek-proyek besar bersama-sama.

Ke depan, APJI juga akan memperkuat kolaborasi bersama Kementerian Ekonomi Kreatif untuk menyiapkan talenta-talenta baru Industri Kuliner Indonesia.

"Kita ingin membangun kesinambungan regenerasi melalui keterlibatan generasi muda, termasuk siswa-siswi SMK-SMA, dalam berbagai program kompetisi, Festival Kuliner, Inovasi produk, dan Pengembangan Kewirausahaan seperti yang telah kita mulai melalui program Festival Masakan Nusantara dan Program Desain Kemasan Produk untuk UMKM," ujarnya.

Karena masa depan industri kuliner Indonesia harus dibangun sejak hari

ini, melalui pembinaan talenta muda yang kreatif, terampil, adaptif, dan siap bersaing secara global.

Untuk APJI Bali, pihaknya berharap Rakerda ini menjadi momentum memperkuat konsolidasi organisasi, melahirkan program kerja yang konkret, serta membangun kepemimpinan daerah yang visioner.

Ia berharap APJI Bali menjadi role model nasional dalam pengembangan

Industri Jasaboga berbasis budaya lokal, teknologi modern, dan kolaborasi strategis lintas sektor.

"Mari kita jadikan Bali sebagai pusat lahirnya Inovasi Kuliner, Penguatan ekonomi daerah, hingga Penggerak Ketahanan Pangan Nasional," harapnya.

Diharapkan forum itu melahirkan gagasan besar, langkah strategis, dan semangat baru untuk membawa APJI Bali membangun ekonomi daerah melalui ketahanan pangan menuju Indonesia Emas.

Selain itu, Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Ni Luh Puspa, menilai kuliner tradisional Bali perlu terus diangkat sebagai bagian dari identitas destinasi. Menurutnya, makanan tidak hanya hadir sebagai produk konsumsi, tetapi juga sebagai representasi budaya, cerita, dan nilai lokal yang memperkaya pengalaman wisatawan.

“Kuliner tradisional adalah bagian dari identitas Bali yang harus terus diangkat, dijaga, dan dipresentasikan dengan standar yang semakin baik. Saya mengapresiasi komitmen APJI Bali untuk menjadikan program kerja organisasi sebagai ruang pembelajaran bagi pelaku jasa boga, mulai dari higienitas, keamanan pangan, penguatan makanan bergizi, hingga cara penyajian dan presentasi yang lebih profesional,” ujar Ni Luh Puspa.

Ia menambahkan, penguatan kualitas jasa boga akan menjadi bagian penting dari pariwisata berkualitas. Standar layanan yang baik akan membantu pelaku kuliner dan jasa boga mengambil peran lebih besar dalam mendukung hotel, restoran, MICE, desa wisata, acara budaya, serta berbagai kebutuhan layanan pariwisata di Bali.

“Ketika pelaku jasa boga naik kelas, yang diperkuat bukan hanya usahanya, tetapi juga ekosistem pariwisata dan ekonomi daerah. Saya berharap APJI Bali dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun kapasitas pelaku usaha, mendorong penggunaan bahan pangan lokal, mengurangi food waste, dan menghadirkan kuliner Bali sebagai kekuatan destinasi yang berkelanjutan,” kata Ni Luh Puspa.

Sedangkan Ketum KADIN Bali Ariandi memuji pengurus APJI Bali yang didominasi oleh kaum perempuan (ibu-ibu). Seharusnya mendapatkan dukungan penuh dari suaminya atau kerap dipanggil "Ajik" kalau di Bali.

Kehadiran APJI untuk mendukung bisnis dan industri makanan dan minuman baik UMKM, hotel, katering maupun restoran.

Selain itu, APJI agar selalu mendukung menyukseskan program MBG serta melakukan pelatihan kepada SPPI.

Ketua DPD APJI Bali, I G.A. Agung Inda Trimafo Yudha, mengatakan APJI Bali memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaku jasa boga di Bali semakin profesional, berstandar, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

“Jasa boga bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi tentang kualitas, higienitas, pelayanan, keberlanjutan, serta kontribusi terhadap ekonomi daerah. Melalui Rakerda ini, kami ingin membangun APJI Bali yang lebih solid, lebih aktif, dan lebih bermakna bagi anggota serta masyarakat,” ujar Inda Yudha.

Menurut Inda, APJI Bali harus hadir lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya pembinaan anggota agar pelaku usaha jasa boga tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu naik kelas.

“Kami ingin anggota APJI naik kelas melalui pembinaan, pelatihan, digitalisasi, penguatan standar, dan kolaborasi yang membuka peluang lebih luas bagi pelaku jasa boga di Bali,” kata Inda.

Dalam Rakerda ini, APJI Bali juga melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi Indonesia (Gapembi) Bali. 

Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat sinergi dalam bidang makanan bergizi, peningkatan kualitas layanan jasa boga, ketahanan pangan, serta dukungan terhadap program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selain itu, pelantikan pengurus DPC APJI Kabupaten/Kota menjadi bagian penting dari penguatan struktur organisasi di tingkat daerah. Dengan terbentuknya kepengurusan cabang, APJI Bali berharap koordinasi, pendataan anggota, pembinaan, dan pelaksanaan program kerja dapat berjalan lebih dekat dengan kebutuhan pelaku usaha di masing-masing wilayah.

Rakerda APJI Bali 2026 juga menghadirkan Sustainable Market sebagai ruang promosi, edukasi, dan apresiasi bagi pelaku usaha kuliner, jasa boga, serta produk pendukung yang memiliki perhatian terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan potensi lokal.

Sementara itu, sesi talkshow dirancang sebagai ruang edukasi bagi anggota APJI Bali, dengan pembahasan mengenai ketahanan pangan, makanan bergizi, pengelolaan food waste, sustainability, inovasi jasa boga, serta peningkatan standar layanan. 

Forum ini diharapkan dapat memperluas wawasan anggota dalam membangun usaha yang lebih profesional, kompetitif, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Dalam sidang pleno, Rakerda APJI Bali 2026 membahas tiga fokus utama, yakni Komisi A tentang Organisasi dan AD/ART, Komisi B tentang Program Kerja DPD Tahun 2026–2027, dan Komisi C tentang Keuangan Organisasi. Pembahasan komisi diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi yang realistis, terukur, dan dapat ditindaklanjuti oleh pengurus DPD dan DPC APJI Bali.

Melalui Rakerda ini, APJI Bali menegaskan komitmen untuk memperkuat organisasi yang profesional, transparan, kolaboratif, dan berdampak. APJI Bali juga mendorong pelestarian kuliner Bali, peningkatan standar jasa boga, pengurangan food waste, pemanfaatan bahan pangan lokal, digitalisasi anggota, serta penguatan industri kuliner sebagai bagian dari daya saing pariwisata Bali.

Dengan mengadakan talkshow bertemakan "Membangun Ketahanan Menuju Indonesia Emas dan Penhembangan Food Waste serca Berkesinambungam" menghadirkan Ketua HIPMI Bali Ajus Linggih, Direktur Utama PT Inpac Solution Indo Agung Pablo, Founder Shiva Industry, Ketum APJI Pusat Tashya Megananda Yukki dan Ketua APJI Bali Gek Inda, dipandu Yoke Darmawan yang juga Ketua Panitia Rakerda APJI Bali.

Rakerda I DPD APJI Provinsi Bali 2026 diharapkan menjadi titik awal konsolidasi yang lebih kuat, sekaligus mendorong lahirnya program kerja yang memberi manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan pembangunan ekonomi Bali.

Disamping itu, Ketua DPW Gapembi Bali, AA Istri Yuli Savita Sari dikenal Geg Yuli yang juga Ketua Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Klungkung mengawal standardisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar tepat sasaran.

MBG digagas Presiden Prabowo Subianto adalah program prioritas nasional tidak bisa dikelola seperti bisnis katering biasa.

"Kami memprioritaskan dan memberikan awareness bahwa industri dapur MBG ini bukan katering biasa, ini sudah seperti katering industrial. Jadi memang harus dijalankan dan dibuat lebih serius, serta mau mengikuti training," ujar Geg Yuli.

Ia menambahkan bahwa Gapembi bukan sekadar wadah pengusaha, melainkan juga bertindak sebagai pelatih kompeten yang siap memberikan masukan kepada para mitra, kepala Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI), hingga relawan dapur MBG.

Yuli menjelaskan, mengenai tantangan pelaksanaan program di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Meskipun ada tantangan perubahan skema bagi para investor, wilayah 3T justru menjadi target paling prioritas karena anak-anak di daerah tersebut sangat membutuhkan asupan gizi optimal untuk memaksimalkan potensi SDM.

“Diperkirakan akan segera launching dan diresmikan secara operasional dalam waktu dekat (sekitar dua minggu ke depan atau setelah Idul Adha). Dan akan dilakukan proses Monitoring dan Evaluasi (Monev) untuk memvalidasi sistem dan memperbaiki kekurangan sebelum melakukan roll out secara massal ke seluruh Indonesia. Evaluasi Program MBG di Bali dan Keterbukaan Kolaborasi,” paparnya.

Terkait pelaksanaan di Bali, Geg Yuli menilai sejauh ini kondisinya berjalan cukup baik tanpa ada kendala atau isu krusial. Namun, ia tetap berharap dapur MBG di Bali dapat lebih mendekat dan bersinergi dengan pihak terkait untuk program pelatihan, untuk menuju Indonesia Emas.

Geg Yuli menyampaikan, munculnya organisasi gabungan serupa di sektor MBG, Gapembi menyatakan tidak merasa tersaingi dan justru membuka pintu kerja sama selebar-lebarnya.
"Nggak apa-apa, malah kita dengan senang hati berkolaborasi dengan mereka semuanya. Kita bisa sinergi dengan baik agar program ini sukses. Kembali lagi, ini untuk masa depan bangsa kita. Semua harus bersatu bersinergi untuk kebaikan dan hasil gizi anak-anak bangsa," pungkas Geg Yuli.

Dengan demikian, Gapembi berperan penting dalam mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Indonesia melalui penyediaan makanan bergizi yang berkualitas dan terjangkau, serta memperkuat perekonomian nasional melalui peningkatan kualitas dan ketersediaan makanan bergizi bagi masyarakat Indonesia.

Dalam mewujudkan generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan berdaya melalui peningkatan gizi anak dan masyarakat dengan penyediaan makanan bergizi yang berkualitas, terjangkau, dan berkelanjutan.

Dengan misi menghimpun dan membina pengusaha makanan bergizi agar tumbuh profesional, berdaya saing, dan berkomitmen pada peningkatan gizi masyarakat.

Menjalin kemitraan strategis dengan pemerintah, Badan Gizi Nasional, akademisi, dan pemangku kepentingan lain untuk memperkuat pelayanan gizi nasional.

Menjadi pusat advokasi, komunikasi, dan representasi pengusaha makanan bergizi dalam perumusan kebijakan dan program gizi masyarakat. Mendorong inovasi dan kewirausahaan di sektor makanan bergizi yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan. Menjadikan peningkatan gizi anak sebagai prioritas utama, dengan memastikan keterjangkauan dan ketersediaan makanan bergizi bagi seluruh keluarga Indonesia.

Pelantikan Pengurus Gapembi Bali dibawah kepemimpinan Ketum Gapembi H Alven Stony dengan Sekretaris Jendral H. Hasan Basri dan Bendahara Youni Syachro akan dilaksankan pada Juni mendatang. (GAB/ART/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pariwisata Bali Dilandasi Konsep “Padma Bhuwana"

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026