Ebola Terus Berkembang, Tujuh Hal Yang Mengkawatirkan
Banner Bawah

Ebola Terus Berkembang, Tujuh Hal Yang Mengkawatirkan

Admin 2 - atnews

2026-05-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ebola Terus Berkembang, Tujuh Hal Yang Mengkawatirkan
Prof Tjandra Yoga Aditama (ist/atnews)
Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama

Sejak dinyatakan sebagai “public health emergency of international concern (PHEIC)” atau Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan dunia (KKMMD) maka Ebola di Afrika terus berkembang. Berikut disampaikan tujuh hal tentang perkembangan terakhirnya yang cukup mengkawatirkan ini.

Pertama, kasus memang bermula di Republik Demokratik Kongo, dan kejadian sekarang adalah KLB/”outbreak” Ebola ke 17 yang dialami negara itu sejak virus pertama kali ditemukan 1976. Ke dua, ketika dinyatakan sebagai PHEIC pada 17 Mei 2026 maka di Uganda baru dilaporkan 8 kasus terkonfirmasi Ebola, dan angka ini di 25 Mei 2026 sudah naik menjadi 101 kasus terkonfirmasi (naik lebih 12 kali lipat hanya dalam 8 hari saja), dan sudah ada 10 kematian yang terkonfirmasi Ebola.

Ke tiga, kasus suspek dan yang meninggal dalam status suspek Ebola juga meningkat tajam antara 17 Mei dan 25 Mei yang hanya 8 hari ini. Kasus suspek naik dari 246 menjadi 900 dan meninggal yang suspek naik dari 80 menjadi 220 kematian, sangat mengkawatirkan.

Ke empat, di Kongo sudah terjadi kerusuhan dimana sekelompok orang menyerang Rumah Sakit Monbgwalu dan menuntut jenazah dua kerabat mereka diserahkan tanpa harus diperlakukan seperti jenazah pasien menular, sesuatu yang mengingatkan kita dengan keadaan seperti COVID-19. Ke lima, pada 22 Mei 2026 WHO menyatakan risiko yang dihadapi Kongo adalah “very high”.

Ke enam tentang Uganda, waktu dinyatakan sebagai PHEIC 17 Mei itu maka kasus konfirmasi Ebola sudah ada dua kasus di negara itu, dan satu diantarnya meninggal. Angka ini naik menjadi 7 kasus terkonfirmasi pada 25 Mei 2026, naik lebih 3 kali lipat dalam 8 hari. 

Ke tujuh, “Africa Centres for Disease Control and Prevention (Africa CDC)” bahkan kini sudah mengidentifikasi 10 negara lain yang sangat rentan (“highly vulnerable”) untuk tertular Ebola juga, utamanya karena pergerakan antar lintas batas negara dan perdagangan. Ke sepuluh negara itu adalah Angola, Burundi.

Republik Afrika Tengah, Republik Kongo,  Ethiopia, Kenya, Rwanda. South Sudan, Tanzania dan Zambia. Kalau makin meluas di Afrika tentu akan makin besar kemungkinan penularan ke luar Afrika, ke benua-benua lain di sekitar kita. 

*) Prof Tjandra Yoga Aditama Direktur Pascasarjana Universitas YARSI / Adjunct Professor Griffith University Australia Mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit serta Kepala Balitbangkes

Baca Artikel Menarik Lainnya : Alfa Prima Kampus Diploma Terbaik di Bali

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026