Tiket Pasawat Mahal ke Bali, Bisa Turunkan Daya Saing Pariwisata
Tiket Pasawat Mahal ke Bali, Bisa Turunkan Daya Saing Pariwisata
Admin -
atnews
2026-05-27
Bagikan :
Guru Besar FEB Undiknas Denpasar Prof. Dr. IB Raka Suardana (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Guru Besar FEB Undiknas Denpasar Prof. Dr. IB Raka Suardana mengharapkan pemerintah seyogyanya mengatensi soal mahalnya harga tiket pesawat domestik menuju Bali.
Oleh karena, kondisi itu tentu akan berpengaruh langsung terhadap pergerakan wisatawan nusantara(Wisnus) dan aktivitas ekonomi daerah.
Fenomena itu terjadi akibat kombinasi beberapa faktor, mulai dari belum pulihnya jumlah armada pascapandemi, tingginya biaya operasional maskapai disebabkan harga avtur dan biaya perawatan pesawat meningkat yang sebagian besar berbasis dolar AS, hingga keterbatasan persaingan pada sejumlah rute domestik.
Selain itu, sistem penyesuaian harga brdasarkan permintaan, membuat tarif melonjak saat musim liburan dan periode acara besar di Bali.
"Dampaknya tentu tidak hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga pelaku UMKM, hotel, restoran, transportasi lokal, dan industri kreatif yang sangat bergantung pada kunjungan wisatawan domestik," kata Prof Raka Suardana di Denpasar, Rabu (27/5).
Jika harga tiket terus tinggi, masyarakat akan cenderung memilih destinasi alternatif yang lebih murah atau mengurangi frekuensi perjalanan.
Dalam jika panjang, kondisi ini dapat menurunkan daya saing pariwisata Bali serta menghambat pmerataan pertumbuhan ekonomi nasional berbasis pariwisata. (ART/001)