Denpasar (Atnews) – Seringnya kelangkaan gas Elpiji 3 kg dan mahalnya harga beras di tingkat desa mendapat perhatian serius dari Ketua Komisi II DPRD Bali, Agung Bagus Pratiksa Linggih.
Menanggapi keluhan tersebut, dewan yang akrab disapa Ajus Linggih ini meminta Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) segera mengambil langkah strategis dengan bermitra bersama Perum Bulog dan PT. Pertamina.
Kemitraan ini diharapkan mampu memutus rantai distribusi yang panjang, sehingga harga kebutuhan pokok di desa tetap stabil dan sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah.
Ide segar ini lahir setelah Ajus Linggih menyerap langsung keluh kesah warga saat menggelar agenda reses di Kabupaten Buleleng baru-baru ini.
"Saat reses kemarin, saya banyak sekali menerima aspirasi dari masyarakat Buleleng terkait berbagai kendala yang masih dirasakan warga. Salah satu ide yang menurut saya sangat bagus adalah mendorong KDMP bermitra dengan Bulog dan Pertamina," ungkap Ajus Linggih di Denpasar, Kamis (28/5).
Bagi Ajus, sinergi ini adalah jawaban nyata atas keluhan warga yang kerap kesulitan mendapatkan komoditas penting. "Kenapa ini penting? Karena di lapangan, kelangkaan beras dan gas Elpiji 3 kg subsidi masih sering terjadi," tambahnya.
Dengan memangkas rantai distribusi melalui peran koperasi desa, stok barang diyakini akan lebih aman dan harga bisa ditekan agar tetap ramah di kantong warga. "Harapannya, langkah ini bisa menjadi angin segar bagi masyarakat sekaligus memperkuat fondasi ekonomi desa ke depan," tutup Ajus. (SUK/001)