Denpasar (Atnews) - Malam Grand Final Putri Anak Indonesia Bali dan Putri Remaja Indonesia Bali 2026 yang digelar di Harris Hotel & Residences Sunset Road, Denpasar, Minggu (31/5).
Terpilih Putu Anindhita Indivara Disty Dananjaya dan Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi sebagai Putri Remaja Indonesia Bali 2026 dan Putri Anak Indonesia Bali 2026.
Sebelumnya, Putri Anak Indonesia Bali 2025, I.A. Sashi Kirana dan Putri Remaja Indonesia Bali 2025 Abigail Navela Winata.
Acara itu berlangsung meriah menandai berakhirnya rangkaian seleksi dan pembinaan yang telah berlangsung selama beberapa hari ini.
Keduanya selanjutnya akan mewakili Bali pada ajang Putri Remaja Indonesia dan Putri Anak Indonesia tingkat nasional.
Usai dinobatkan sebagai Putri Anak Indonesia Bali 2026, Gusti Ayu Whidya Agung Candradevi mengaku bangga sekaligus bersyukur atas kepercayaan yang diberikan kepadanya.
Menurutnya, gelar tersebut bukan sekadar mahkota dan selempang, tetapi juga amanah untuk terus berkembang dan memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.
"Menjadi pemenang dalam ajang ini sebuah kehormatan yang luar biasa. Selain tanggung jawab yang saya terima dengan penuh syukur, kompetisi ini bukan sekadar tentang mahkota atau selempang, melainkan sebuah ruang bertumbuh yang mempertemukan saya dengan perempuan-perempuan hebat lainnya," ujarnya, Senin (1/6).
Whidya mengaku ajang tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi serupa. Karena itu, ia berpesan kepada anak-anak dan generasi muda agar tidak takut mencoba hal baru serta berani keluar dari zona nyaman.
"Kepada generasi muda, jangan pernah takut dan menyerah ketika mencoba hal baru. Harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Dengan semangat dan kerja keras semua mimpi pasti terwujud, dan yang terpenting jangan lupa berdoa," kata Whidya (12) yang masih menempuh kelas 6 SD Taman Rama Denpasar.
Selama masa tugas satu tahun ke depan, Whidya berencana melanjutkan program advokasi GreenStep yang berfokus pada kampanye Eco Conscious atau pariwisata tanpa plastik.
Selain menjalankan tugas sebagai Putri Anak Indonesia Bali 2026, ia juga akan mempersiapkan diri menghadapi kompetisi tingkat nasional serta melanjutkan berbagai program inspiratif yang telah dibangun para pemegang gelar sebelumnya.
Untuk menghadapi ajang nasional, Whidya telah menyiapkan sejumlah langkah, mulai dari memperdalam kemampuan public speaking, berlatih catwalk, memperkuat advokasi, hingga mempelajari pengalaman para putri sebelumnya sebagai referensi.
Sementara itu, Putri Remaja Indonesia Bali 2026, Putu Anindhita Indivara Disty Dananjaya, mengaku terharu dan bangga dapat dipercaya mewakili Bali di tingkat nasional. Ia menyebut keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, teman-teman, penyelenggara, dan para dewan juri.
"Saya merasa sangat terhormat dan bangga bisa terpilih serta diberikan kepercayaan mengemban tugas ini," ucapnya. Anindhita mengatakan ajang tersebut merupakan pengalaman pertamanya mengikuti kompetisi pageant. Sebelumnya, ia lebih banyak berkecimpung dalam berbagai kegiatan akademik dan organisasi sekolah.
Sesuai advokasi yang diusungnya, yakni Read to Lead, Anindhita berencana lebih banyak turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan kegiatan edukasi dan pengabdian kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan dan literasi.
"Selama setahun ke depan saya akan banyak turun ke lapangan, khususnya ke sekolah-sekolah untuk mensosialisasikan advokasi saya, yaitu Read to Lead, dalam bentuk pengajaran dan kontribusi pada dunia pendidikan dan sosial di Bali," cetus Anindhita Indivara Disty Dananjaya (17) yang sedang menempuh pendidikan kelas 11 di Regents Secondary School.
Untuk persiapan menuju tingkat nasional, Anindhita akan memperdalam kemampuan public speaking, wawancara, speech presence, serta memperkuat substansi advokasi yang dibawanya.
Ia juga berkomitmen memperluas wawasan mengenai isu-isu terkini, melatih kemampuan berpikir kritis melalui berbagai simulasi wawancara, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. "Dengan persiapan yang matang, saya berharap dapat memberikan penampilan terbaik saat mewakili Bali di tingkat nasional," tandasnya.
Regional Director Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia Bali, Cokorda Istri Indah Apsari atau akrab disapa Cok In, mengatakan penyelenggaraan tahun ini merupakan hasil kerja panjang yang melibatkan banyak pihak, terutama para orang tua yang mendampingi peserta sejak awal proses seleksi hingga malam puncak.
Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan grand final tidak lepas dari dukungan para ibu dan keluarga yang terus memberikan semangat kepada para finalis selama menjalani pembinaan.
"Hari ini sampai terjadi hari ini tidaklah mudah ya. Karena perjalanannya cukup panjang selama satu tahun ke depan. Saya ingin mengundang sahabat-sahabat saya, mama-mama terdekat saya yang selama satu tahun terakhir berjuang bersama-sama untuk mengantarkan anak-anak kami melangkah sebagai putri anak dan putri remaja," ujarnya.
Dengan penuh haru, Cok In mengaku memikirkan masa depan para peserta setelah ajang tersebut berakhir. Ia berharap seluruh finalis dapat terus berkembang dan memperoleh dukungan penuh dari orang tua masing-masing.
"Kami semua di sini ingin yang terbaik untuk anak-anak kami. Saya memohon dari mama-mama dan orang tua lainnya untuk mendukung sepenuhnya anak-anak kita bisa menampilkan yang terbaik," katanya.
Ia menjelaskan para finalis telah menjalani masa karantina sejak 27 hingga 29 Mei 2026 sebelum tampil pada malam grand final. Tahun ini terdapat enam finalis Putri Anak berusia 9 hingga 13 tahun dan delapan finalis Putri Remaja berusia 14 hingga 18 tahun. "Mereka semuanya hebat-hebat sekali," ucapnya.
Selain gelar utama, panitia juga menetapkan sejumlah pemenang kategori khusus. Untuk kategori Putri Anak Indonesia Bali, gelar Favorit diraih Dw. A.A. Istri Mirah Widia Pradnyasuari, kategori Intelegensi diraih Renata Aishani Vrinda Indrawain, kategori Pendidikan diraih Ni Putu Ayu Denaya Kayla Arma, kategori Budaya diraih Ni Komang Trias Wiswani Amrta Subhagani, dan kategori Lingkungan diraih Komang Dinda Cantica Dewi.
Sedangkan pada kategori Putri Remaja Indonesia Bali, gelar Favorit diraih Putu Anindhita Indivara Disty Dananjaya, kategori Intelegensi diraih Ni Made Yupiandini Putri, kategori Pendidikan diraih A.A. Sagung Gita Nareswari, kategori Budaya diraih Komang Molek Caprina Putri, serta kategori Lingkungan diraih Ni Putu Griselda Yovela Maheshvari.
Sementara itu, Nasional Director Putri Anak dan Putri Remaja Indonesia Derry Dahlan, menegaskan ajang tersebut tidak semata-mata mencari peserta yang memiliki penampilan menarik.
Kata dia, proses seleksi lebih menekankan pembentukan karakter dan nilai-nilai yang dapat menjadi bekal bagi generasi muda Indonesia. "Bukan sekadar kompetisi catwalk tapi pembentukan karakter," tegasnya.
Ia menjelaskan terdapat empat aspek utama yang menjadi dasar penilaian dalam ajang tersebut. Pertama adalah karakter, kemudian perilaku atau kepribadian yang mencerminkan nilai-nilai Indonesia, penampilan yang mampu menunjukkan daya tarik positif, serta kemampuan untuk menginspirasi lingkungan sekitar.
Derry menambahkan kecantikan yang dicari dalam ajang tersebut bukan hanya dari penampilan fisik semata, melainkan juga kecerdasan dan kemampuan membawa pengaruh positif bagi orang lain.
Menurutnya, di era media sosial saat ini, kemampuan menginspirasi menjadi faktor yang sangat penting karena para putri yang terpilih diharapkan mampu menjadi contoh bagi anak-anak dan remaja Indonesia. "Mereka harus memberikan inspiring bagi semua anak-anak Indonesia," katanya.
Melalui ajang tersebut, penyelenggara berharap lahir generasi muda Bali yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik maupun nonakademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, wawasan budaya, kepedulian sosial, dan kemampuan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya. Dengan bekal tersebut, para pemenang diharapkan mampu membawa nama Bali dengan baik pada kompetisi tingkat nasional mendatang. (GAB/002)