Melewatkan Kesempatan Emas, Seharusnya Dirjen Bimas Hindu Jelaskan Relasi Indonesia India dalam Perspektif Sejarah Candi Prambanan
Banner Bawah

Melewatkan Kesempatan Emas, Seharusnya Dirjen Bimas Hindu Jelaskan Relasi Indonesia India dalam Perspektif Sejarah Candi Prambanan

Admin 2 - atnews

2026-07-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Melewatkan Kesempatan Emas, Seharusnya Dirjen Bimas Hindu Jelaskan Relasi Indonesia India dalam Perspektif Sejarah Candi Prambanan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon memandu PM Modi di Candi Prambanan (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Intelektual Hindu Jro Gde Sudibya yang juga Penulis Buku Agama Hindu dan Kebudayaan Bali, Pengamat Kecenderungan Masa Depan menyayangkan Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementrian Agama tidak mendampingi Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam memberikan penjelasan kepada Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ketika mengunjungi Candi Prambanan, Rabu (8/7).

Seharusnya Dirjen Bimas Hindu sesuai dengan kelaziman diplomatik, berada di samping PM India Modi, sebelum persembahangan, memberikan "brifing" penjelasan singkat ke tamu negara yang akan sembahyang, yang dikenal ketat dengan keyakinan Sanatana Dharma, tentang sejarah Prambanan, pemujaan Tuhan Tri Murthi, relasinya dengan Candi Budha, Kalasan dan Borobudur yang tidak terlalu jauh dari Prambanan.

Memberikan penjelasan singkat tentang tafsir budaya Nusantara dalam Candi yang berdekatan: Boko, Sukuh dan Cetho di lereng Gunung Lawu ternama. 

Begitu juga Modi pasti mengenal nama Soeharto, yang disemayamkan di antara Candi Prambanan dengan Sukuh dan Cheto. 

Penjelasan itu tidak lebih dari 10 menit. Persoalan pokoknya, apakah Dirjen Bimas Hundu punya "nyali" dan pengetahuan cukup untuk menjelaskan "monumen" spiritual bersejarah, yang menjelaskan dengan sendirinya (self explanation) dari hubungan kaya makna Nusantara - Bhartiya.

Sangat disayangkan "momenth of truth" telah lewat, kesempatan untuk menyampaikan sejarah Hindu Nusantara ke 1,2 miliar penduduk India yang beragama Hindu.

Mengingat, Pemerintah Indonesia dan India memperkuat kemitraan di bidang pelestarian warisan budaya melalui konservasi Candi Prambanan. 

Perdana Menteri (PM) Republik India Narendra Modi menegaskan bahwa Kompleks Candi Prambanan merupakan simbol warisan budaya yang telah menghubungkan Indonesia dan India selama lebih dari satu milenium.

"Sehingga berlaku diktum, inkompetensi yang melewatkan bahkan "membuang" kesempatan emas yang ada. Miris," bebernya.

Dalam relasi diplomatik, kemampuan komunikasi yang empatik, dengan "body language" yang tepat pada momen yang tepat, lebih efektif dari tumpukan dokumen yang belum tentu dibaca oleh pemimpin delegasi sekelas Narendra Modi.

Pemerintah Indonesia dan India memperkuat kemitraan di bidang pelestarian warisan budaya melalui konservasi Candi Prambanan.

Sebagai bangsa yang plural berdasarkan Pancasila, semestinya pemerintah negeri ini malu, pemagaran Candi Prambanan dengan sejarah peradaban yang kaya yang merupakan ciri otentik dari peradaban tua Nusantara mesti dibantu pendanaan oleh Pemerintah India.

Harapan dari kunjungan Narendra Modi, relasi Indonesia-India kembali sehangat era kepemimpinan Soekarno - Nehru, cukup berperan dalam tarik menarik kepentingan global yang dewasa ini didominasi oleh kepentingan AS dan China.

Sementara itu, Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementrian Agama Prof. Dr. Drs. I Nengah Duija, M.Si mengaku hadir sebagai tokoh umat Hindu.

Kehadiran Untuk menyambut PM Modi bersama Presiden Prabowo. Pada kesempatan itu, umat Hindu yang hadir sekitar Yogyakarta dan jmJawa Tengah (Jateng). "Karena yang ngundang pihak TWC ( Taman Wisata Candi Prambanan-red), resmi undanganya tidak ada," singkatnya.

Prof. Duija juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang telah berkenan hadir bersama Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi ke Candi Prambanan.

Kunjungan ke Indonesia itu merupakan pembuka dari rangkaian lawatan regional PM Modi di kawasan Asia-Pasifik, di mana ia juga dijadwalkan melanjutkan perjalanan ke Australia dan Selandia Baru hingga 11 Juli 2026.

Perdana Menteri India Narendra Modi sebagai pemimpin Hindu memiliki pengaruh global yang mengunjungi Indonesia pada 6 hingga 8 Juli 2026.

"Pertama kita mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah berkenan hadir di Prambanan bersama PM India Narendra Modi," kata Prof Duija di Yogayakarta, Rabu (8/7).

Kunjungan PM Modi akan memperkuat dari sisi spiritualitas, mengingat Prambanan memiliki konsepsi teologis yang bersumber dari Jambuvarsa Dwipa (India).

Untuk penguatan peradaban Hindu Nusantara dan internasional yang telah mendapat pengakuan UNESCO, sebagai warisabn budaya dunia.

Begitu juga, hubungan bilateral India - Indonesia dalam rangka restorasi 224 Candi Prawara selama 10 tahun.

"Itu artinya umat Hindu akan melihat kembali kegemilangan peradaban Hindu Prambanan masa masa lalu dan kelanjutanya di masa depan," pungkasnya. (GAB/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sasaran Pelayanan Publik Bali Zero Komplin

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Yoga

Yoga

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan