Rektor Dwijendra dan Konjen Jepang Bahas Tindak Lanjut Pengembangan Padi Organik
Banner Bawah

Rektor Dwijendra dan Konjen Jepang Bahas Tindak Lanjut Pengembangan Padi Organik

Admin 2 - atnews

2026-07-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Rektor Dwijendra dan Konjen Jepang Bahas Tindak Lanjut Pengembangan Padi Organik
Rektor Dwijendra University, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Seiring dengan program pemerintah Provinsi Bali yaitu pengembangan pertanian organik, pertanian khususnya tanaman pangan yaitu padi di Subak Timbul, Desa Pupuan Kecamatan Tegallalang, Gianyar terus didorong untuk memperoleh sertifikat organik guna menjaga kelestarian padi lokal, yaitu Padi Mansur dan lingkungan selain memberikan nilai tambah produk. Demikian disampaikan oleh Rektor Dwijendra University, Prof. Dr. Ir. Gede Sedana, M.Sc.MMA.

Saat melakukan pembahasan tindak lanjut pengembangan pertanian organik bersama dengan Konjen Jepang, Miyakawa Katsutoshi, yang didampingi oleh Tim Waseda University, dan juga dibersamai dengan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali dan Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Gianyar di kediaman Konjen, Senin, 13 Juli 2026.

Konjen Jepang, Katsutoshi, menekankan agar kegiatan riset tentang peningkatan nilai tambah melalui rantai nilai beras dapat memberikan manfaat ekonomis dan budaya bagi para petani anggota subak dan sekitarnya.

Katsutoshi meminta agar Dinas Pertanian baik di tingkat provinsi dan kabupaten untuk memfasilitasi dan mendukung kegiatan riset yang dilakukan melalui kerjasama antara Waseda University dengan Dwijendra University yang didanai oleh JICA (Japan International Cooperation Agency).

Perolehan sertifikat organik akan difasilitasi oleh Dinas Pertanian melalui Lembaga Sertifikasi Organik "Kertha Bali Sejahtera" ungkap Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Provinsi Bali, Dr. I Wayan Sunada, SP. M.Agb. 

Sedana lebih lanjut menambahkan bahwa para petani melalui unit bisnisnya, Timbul Harmoni agar terus diperkuat kapasitasnya dalam manajemen bisnis untuk peningkatan pendapatan. Selain itu, branding Bali pada kemasan produk Beras Mansur harus terlihat secara jelas, seperti penggunaan aksara Bali (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Amlapura Terpapar Hujan Abu Erupsi Gunung Agung

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Rawan Perlintasan Ilegal, Sinergi Imigrasi dan ITB Inisiasi 'Pagar Digital'Patroli Drone untuk Pengawasan Perbatasan

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Indonesia Emas 2045: Wapres Gibran Dorong Peningkatkan Kapasitas Generasi Muda Hindu di GHBC 2026

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif