Badung (Atnews) – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Garuda Wisnu Kencana (GWK) Cultural Park bersiap menggelar agenda tahunan bergengsi "Pesta Rakyat 2026" tepat pada tanggal 17 Agustus mendatang.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya, perhelatan tahun ini dirancang lebih megah dengan memadukan unsur hiburan, pelestarian budaya lokal, keterlibatan aktif masyarakat, hingga misi edukasi lingkungan hidup.
Dalam konferensi pers yang digelar di Jendela Bali, GWK Cultural Park, pada Jumat (31/7/2026), manajemen memaparkan seluruh kesiapan dan keunikan acara yang akan memanjakan para pengunjung.
Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, Pesta Rakyat GWK 2026 mengusung konsep unik yang diambil dari akronim kata "PESTA", yaitu Panggung Budaya, Eksplorasi Rasa, Sorak-Sorai, Titik Temu, dan Alam Lestari. Konsep ini dihadirkan untuk memberikan pengalaman kemerdekaan yang bermakna bagi seluruh lapisan masyarakat.
Public Relation Department Head GWK Cultural Park, Indriani Kusuma, menegaskan bahwa sebagai ikon Indonesia, GWK berkomitmen menghadirkan perayaan yang bernilai historis dan kultural, bukan sekadar hura-hura.
"Sebagai anak Indonesia, kami menghadirkan perayaan yang tidak hanya sekadar hiburan, tetapi mengangkat nilai-nilai budaya Indonesia serta melibatkan masyarakat dalam suasana kebersamaan," ujar Indriani Kusuma.
Sementara itu, Event & Experience Department Head sekaligus Koordinator Acara Pesta Rakyat GWK 2026, Ni Wayan Primayanti, menjabarkan implementasi dari kelima elemen tersebut.
Panggung Budaya akan diisi dengan berbagai perlombaan tradisional khas 17-an seperti panjat pinang dan tarik tambang untuk kategori anak-anak hingga dewasa.
Untuk elemen Sorak-Sorai, suasana akan dimeriahkan oleh penampilan musisi lokal dan nasional, salah satunya adalah grup band kenamaan D'Masiv, serta pertunjukan kembang api spektakuler di tiga titik area konser.
Pengunjung juga berkesempatan membawa pulang hadiah megah melalui undian berhadiah berupa dua unit sepeda motor (motor listrik dan Honda Beat), laptop, hingga iPhone.
Pada elemen Titik Temu, GWK merangkul berbagai komunitas dan masyarakat untuk berkolaborasi dan tampil langsung di area Plaza Garuda. Sedangkan untuk elemen Alam Lestari, pihak panitia menekankan pentingnya manajemen sampah selama festival berlangsung.
"Kami mengupayakan acara ini berdampak baik buat lingkungan. Pemilahan sampah sangat penting untuk proses daur ulang menjadi kompos, dan kami menyediakan petugas lapangan serta brosur edukasi untuk mengarahkan pengunjung," jelas Ni Wayan Primayanti.
Ia juga menambahkan, ekosistem lingkungan yang bersih ini hanya bisa terwujud melalui kolaborasi kuat antara panitia dan kesadaran pengunjung yang hadir.
Elemen Eksplorasi Rasa dalam Pesta Rakyat tahun ini tidak hanya diisi oleh puluhan stan UMKM kuliner, tetapi juga menampilkan inovasi menu tematik yang merepresentasikan kebudayaan Indonesia.
Food & Beverage Division Head GWK, Ivan Munara, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan terobosan unik pada makanan festival populer guna menyelaraskan dengan tema kebudayaan dan semangat kemerdekaan.
Salah satu menu andalan yang dihadirkan adalah 'Sangsa Burger'—sebuah burger inovatif dengan roti berwarna merah alami yang dihasilkan dari campuran ubi ungu dan bit.
"Untuk mengangkat budaya, patty burgernya menggunakan daging ayam berbumbu genep (bumbu khas Bali), lengkap dengan singkong fries sebagai pengganti kentang agar karakter Indonesianya kuat," ungkap Ivan Munara.
Selain makanan, lini minuman juga menghadirkan kreasi tematik bertajuk 'Semangat Juang'. Minuman berwarna merah segar ini berbahan dasar stroberi punch yang dikombinasikan dengan homemade infuser.
Menu minuman ini tersedia dalam varian non-alkohol serta pilihan dengan alkohol bagi pengunjung yang menginginkannya. Selama pers konferensi, pihak manajemen juga membagikan tester menu khusus ini kepada para awak media.
Menempati area dengan lanskap tebing kapur yang ikonik dan unik, Pesta Rakyat 2026 turut dilengkapi dengan fasilitas studio foto adat. Pengunjung yang telah puas menikmati hiburan dan kuliner dapat mengabadikan momen kunjungan mereka dengan berfoto mengenakan pakaian adat Bali yang telah disediakan oleh pengelola.
Sementara itu, Direktur Operasional GWK Cultural Park, Ch. Rossie Andriani, mengungkapkan bahwa Pesta Rakyat merupakan bagian dari empat pilar agenda tahunan GWK yang dicanangkan sejak 2019, melengkapi Festival Penjor, Festival Ogoh-Ogoh, dan Bali Countdown.
"Kemerdekaan bagi kami adalah sesuatu yang sakral yang memang harus kita rayakan secara nasional. Konsep 'PESTA' ini kami kemas sedemikian rupa agar seluruh rangkaian acara sesuai dengan visi misi GWK sebagai ikon budaya. Semoga pertunjukan kembang api dari tiga titik berbeda nanti semakin menyemarakkan Pesta Rakyat kali ini," tutur Rossie.
Bagi masyarakat yang ingin merasakan keseruan seluruh rangkaian acara ini, manajemen GWK menyediakan promo tiket reguler dan VIP dengan kuota terbatas yang dapat dibeli secara daring melalui situs resmi GWK Cultural Park.
Pada hari pelaksanaan konferensi pers, berlaku harga promo paket khusus: Rp300.000 untuk 4 tiket reguler, dan Rp500.000 untuk 4 tiket VIP. Jika kuota promo habis, harga tiket akan kembali normal ke tarif Rp150.000 untuk tiket reguler dan Rp250.000 untuk kategori VIP. (SUK/002)