Oleh Prof Tjandra Yoga Aditama
Asbestos dikelompokkan oleh WHO sebagai serat karsinogenik, yang dapat menyebabkan kanker. Asbes ini adalah faktor penyebab utama dari kanker yang disebut dengan mesothelioma. Ini adalah kanker dari mesothelium, yang merupakan selaput (lapisan tipis) yang melapisi berbagai organ dalam tubuh.
Mesotelioma dapat menyerang bagian organ mana saja, seperti pleura, peritoneum, perikardium, dll. namun paling sering terjadi di pleura atau selaput paru.
Selain itu maka paparan asbes bertahun-tahun berkepanjangan memang dilaporkan meningkatkan risiko kanker paru pula, dan karena itulah di dunia kedokteran dikenal istilah “asbestos-related lung cancer (ARLC)”.
Hanya saja dalam hal ini perlu ditegaskan bahwa faktor penyebab utama kanker paru adalah kebiasaan merokok, dan ini jelas harus dihindari dengan tidak merokok.
Publikasi ilmiah berjudul “Asbestos-Related lung Cancer: An underappreciated oncological issue” yang dipublikasi di Jurnal Ilmiah Internasional “Lung Cancer” pada 2024 keluar dengan hipotesa bahwa sebagian dari peningkatan kejadian kanker paru pada mereka yang tidak merokok mungkin terjadi karena terpapar asbes (kini dan dimasa lalu), atau mungkin juga kombinasi paparan berbagai jenis polusi udara seperti PM2.5, asbestos dan silika.
*) Prof Tjandra Yoga Aditama, Ketua Majelis Kehormatan Perhimpunan Dokter Paru Indonesia