Badung (Atnews) - Persiapan peringatan tragedi Bom Bali 2002 bertajuk Doa Perdamaian yang dijadwalkan pada Oktober mendatang resmi dimaksimalkan dengan standar protokol internasional.
Langkah strategis ini mendapat pengawalan langsung dari Anggota Komite I DPD RI utusan Provinsi Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M.W.S. III (AWK), dalam rapat koordinasi di Kantor Dinas Pariwisata Kabupaten Badung pada Selasa (4/8/2026).
Rapat koordinasi tersebut melibatkan jajaran pejabat Sekretaris Dinas Pariwisata Badung, Kesbangpol Kabupaten Badung, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Kuta, serta Yayasan Isana Dewata yang mewakili para korban dan keluarga korban tragedi kemanusiaan 2002.
AWK menyampaikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Kabupaten Badung serta Bupati Badung atas alokasi anggaran APBD yang dikucurkan khusus untuk mendanai agenda berskala global ini.
Pengawalan tata cara dan etika protokol internasional dinilai sangat vital mengingat acara ini melibatkan keterwakilan dari 22 negara, warga asing, hingga keluarga korban dari Australia dan Jepang.
Sebagai jajaran Komite I DPD RI yang membidangi Hukum, Pertahanan, Keamanan, dan Kerja Sama Parlemen Internasional, AWK menegaskan komitmen penuh lembaga dalam penanggulangan terorisme.
DPD RI bakal memperkuat sinergi di lapangan melalui koordinasi intensif bersama pemerintah pusat dan pemangku kepentingan nasional, seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), Densus 88 Antiteror Polri, serta kementerian terkait.
Tak hanya fokus pada agenda Doa Perdamaian, AWK juga memberi apresiasi mendalam atas realisasi pembangunan Museum Tragedi Bom Bali oleh Pemkab Badung setelah penantian panjang selama lebih dari dua dekade.
Museum ini diproyeksikan menjadi simbol sejarah sekaligus wadah penyampai pesan kebangkitan perdamaian dari Badung untuk dunia.
Sinergi erat antara Pemkab Badung, masyarakat Kuta, dan seluruh elemen terkait diharapkan tidak hanya menyukseskan gelaran acara, tetapi juga mempertegas posisi Indonesia di mata dunia sebagai negara yang aman dan berkomitmen penuh melawan segala bentuk tindakan terorisme. (SUK/002)