Gianyar, 15/1 ( Atnews).- usaha kerajinan layangan Bali memiliki prospek cerah dengan pangsa pasar dominan ke negara Eropa. Ketika permintaan ramai, seorang perajin layangan omzetnya mencapai Rp 40 juta per bulan.
Perajin layangan kreasi I Wayan Suteja di Banjar Penida Batuan Sukawati Rabu (15/1) mengatakan, tahun 2017 merupakan jaman kejayaan yang dialaminya yang mulai merintis usahanya 10 tahun lalu.
" Tahun 2017 ekspor layangan mencapai boomnya bisa lebih dari 1.000 pcs per bulan," terang Suteja sembari mengatakan, mulai tahun 2018 permintaan layangan dirasakannya semakin menyusut yang saat ini turun sampai 50% dari tahun sebelumnya.
"Kalau dahulu sampai 1.000 pcs per bulan, sekarang 500 per bulan,.Inipun hanya untuk konsumen lokal seperti untuk dijual di toko seni maupun toko oleh-oleh," ucap Suteja.
Menurutnya, layangan kreasi seperti naga, barong, burung hantu, kupu-kupu, burung garuda burung merak dan lainnya sangat digemari oleh konsumen mancanegara.
Layangan kreasi sebagian besar untuk pajangan di tumah (kamar) walaupun bisa dinaikkan. Harga layangan kreasi dari kain parasut ini dijual mulai dari termurah Rp 30 ribu sampai harga termahal Rp 2 juta per pcs menurut ukuran.
"Selama ini permintaan paling banyak dari Jerman dan Perancis, ada juga ke Amerika Serikat, Australia, Jepang dan lainnya," demikian Suteja. Meski pasar layangan dirasakan sepi, produksi layangannya sekitar 200 sampai 300 pcs per hari. (Mur/02)