Denpasar, 15/1 (Atnews) - Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho mendukung pembentukan Bali Convention Exhibition Bureau (BaliCEB) untuk mendatangkan wisatawan yang berkualitas.
"Upaya itu dalam mendongkrak perekonomian Bali yang menghandalkan pariwisata dan target kunjungan wisatawan 2020," kata Trisno di Denpasar, Rabu (15/1).
Hal itu disampaikan ketika pertemuan promosi Pariwisata Bali dengan seluruh stakeholder.
Kedatangan wisatawan yang berkualitas akan mampu meningkatkan devisa negara yang berpengaruh pada penguatan rupiah.
Apalagi mendapatkan dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Badung dihadiri pada acara tersebut diwakili IGAA Inda Trimafo yang juga pelaku pariwisata.
Kehadiran BaliCEB sebagai organisasi nirlaba yang bertugas mengembangkan dan mempromosikan wisata bisnis meliputi pertemuan (meeting), perjalanan insentif (incentive), konvensi (convention), dan pameran (exhibition) di Bali.
BaliCEB memberikan layanan gratis kepada penyelenggara MICE dapat berupa penyediaan informasi, visititasi ke Bali, kunjungan ke pusat konvensi, hotel dan daya tarik wisata, mempertemukan mereka dengan pelaku MICE dan penyedia jasa lainnya serta memfasilitasi audensi dengan pejabat instansi terkait.
Organisasi itu didirikan tersedianya pasar MICE mancanegara yang jumlahnya meningkat, potensi Bali besar mendapatkan wisatawan kualitas melalui penyelenggaraan MICE.
Tersedianya sejumlah convention center bertaraf internasional, ada ratusan hotel berbintang bertaraf internasional, sarana prasarana MICE yang cukup memadai, perusahaan logistik/perlengkalapan MICE, daya tarik wisata beragam untuk program pre & post conference tour, SDM MICE yang berkomitmen.
Bali telah terbukti menjadi tempat penyelenggaraan MICE dunia yang sukses dan jadi hub MICE nusantara.
Berperan sebagai pusat informasi MICE Bali, pintu wisata MICE, badan promosi MICE pemerintah dan pelaku MICE Bali, badan promosi yang mengemas paket destinasi dan produk MICE.
Badan promosi yang mengembangkan bisnis MICE di Bali dalam jangka menengah dan panjang, mengembangkan pasar MICE, salah satu katalisator perekonomian Bali, dan mencari peluang menciptakan pasar baru MICE.
Stakeholder BaliCEB pemerintah Bali, BPPD Bali dan kabupaten/kota se-Bali, pemerintah se-Bali, GIPI Bali, Bank Indonesia Bali, The Nusa Dua/ITDC, Angkasa Pura/Bandara Ngurah Rai, Imigrasi/Ngurah Rai, Bea Cukai/Ngurah Rai dan Polda Bali.
Begitu juga unsur swasta yakni convention center, hotel, restauran, transport, theme park, PCO/EO/PEO/DMC, entertainment dan fright forwarder.
Lembaga pendidikan yakni universitas, sekolah tinggi, politeknik, akademisi, diploma dan lembaga konservasi.
Komunitas pusat kesenian (art center), pusat kebudayaan (cultural centers) dan toko cinderamata (souvenir shops) serta media massa.
Tim Insiator BaliCEB oleh Plt. Kadisparda Bali I Putu Astawa, Kadisparda Badung I Made Badra, Kepala KPw BI Bali Trisno Nugroho, Ketua GIPI IB Agung Partha Adnyana, Ketua BPPD Badung I Gusti Agung Rai Suryawijaya, Managing Director ITDC I Gusti Ngurah Ardita, Ketua Dewan Pengawas Perusda Bali IB Kesawa Narayana, dan Kelompok Ahli Pembangun Bali Bidang Pariwisata I Ketut Jaman. (ART/02)