Pameran Hasil Karya Seni dari Bahan Sampah
Banner Bawah

Pameran Hasil Karya Seni dari Bahan Sampah

Atmadja - atnews

2020-02-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pameran Hasil Karya Seni dari Bahan Sampah
Slider 1
Singaraja, ( Atnews ) - Kimunitas Seni dari Buleleng yang tergabung kedalam Manik Bumi Foundation selama satu bulan sejak Tgl.10 hingga 29 Februari 2020 menggelar Pameran dengan menampilkan hasil berbagai karya seni dari bahan sampah di Jln.Pantai Indah Desa Baktiseraga Singaraja.
Saat ditemui di tempat pelaksanaan Pemeran, Kamis (13/2), Pengelola Manik Bumi Foundation Buleleng Ni Luh Gede Juli Wirahmini menjelaskan, seni dari sampah ( Trash To Art ) yang dipersembahkan oleh komunitas seniman Manik Bumi yang dituangkan melalui pameran dirancang untuk melahirkan kembali sampah menjadi karya seni yang nilainya luar biasa.
Menurut Ni Luh Gede Juli Wirahmini, paneran nelibatkan 15 seniman muda, menyuguhkan karya jenius sebagai respon mereka dalam mengangkat masalah - sampah dengan cara menunjukkan ide-ide kreatif  penggunaan kembali material sampah.
"Pameran yang mengambil tema Gumi Lascarya yang artinya satu cinta untuk merawat bumi, menampilkan beragam karya seni dari jenus sampah, seperti dari plastik, kaleng, sandal jepit, terpal dan sampah lainnya mampu melahirkan kembali lewat beragam teknik dan keterampilan mereka miliki menjadi karya seni yabg indah," ujar Juli yang akrab disapa Yung.
Kepada Atnews menambahkan, agenda kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi seniman lainnya untuk bergabung kedalam komunitas seniman Manik Bumi, sehingga kedepannya akan banyak lagi karya- karya seni yang dihasilkan dari sampah.
"Bayangkan apabila semua seniman mau menciptakan karya dari sampah yang bernilai seni tinggi maka sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) pasti akan berkurang, bahkan diyakini gerakan ini bisa memberikan dampak positif untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengolah sampah," Ungkap Juli Wirahmini.
Dari pemantauan Atnews, di areal Yayasan sosial nonprofit dan Independen ini juga diselenggarakan Lomba Melukis di tembok batako mengambil tema, Kesetiakawanan Merawat Bumi diikuti 12 finalis dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor Bandung,Yogyakarta, Bali, Magelang dan Padang Sumatra. 12 finalis ini sebelumnya telah menyisihkan 101 peserta yang mengirimkan karya seninya lewat Website.Lomba melukis berlangsung 4 hari sejak 10 - 14 Februari 2020.
Masing2 finalis kendati ada pemilihan peserta dengan karya terbaik tapi      mereka telah menunjukkan rasa kebersamaan, persaudara dan persahabatan, kata Yung. ( stn/atm ).



Baca Artikel Menarik Lainnya : Riad Tingkatkan SDM lewat Yoga

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD