Singaraja, ( Atnews ) - Kimunitas Seni dari Buleleng yang tergabung kedalam Manik Bumi Foundation selama satu bulan sejak Tgl.10 hingga 29 Februari 2020 menggelar Pameran dengan menampilkan hasil berbagai karya seni dari bahan sampah di Jln.Pantai Indah Desa Baktiseraga Singaraja.
Saat ditemui di tempat pelaksanaan Pemeran, Kamis (13/2), Pengelola Manik Bumi Foundation Buleleng Ni Luh Gede Juli Wirahmini menjelaskan, seni dari sampah ( Trash To Art ) yang dipersembahkan oleh komunitas seniman Manik Bumi yang dituangkan melalui pameran dirancang untuk melahirkan kembali sampah menjadi karya seni yang nilainya luar biasa.
Menurut Ni Luh Gede Juli Wirahmini, paneran nelibatkan 15 seniman muda, menyuguhkan karya jenius sebagai respon mereka dalam mengangkat masalah - sampah dengan cara menunjukkan ide-ide kreatif penggunaan kembali material sampah.
"Pameran yang mengambil tema Gumi Lascarya yang artinya satu cinta untuk merawat bumi, menampilkan beragam karya seni dari jenus sampah, seperti dari plastik, kaleng, sandal jepit, terpal dan sampah lainnya mampu melahirkan kembali lewat beragam teknik dan keterampilan mereka miliki menjadi karya seni yabg indah," ujar Juli yang akrab disapa Yung.
Kepada Atnews menambahkan, agenda kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi seniman lainnya untuk bergabung kedalam komunitas seniman Manik Bumi, sehingga kedepannya akan banyak lagi karya- karya seni yang dihasilkan dari sampah.
"Bayangkan apabila semua seniman mau menciptakan karya dari sampah yang bernilai seni tinggi maka sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir ( TPA) pasti akan berkurang, bahkan diyakini gerakan ini bisa memberikan dampak positif untuk membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah dan mengolah sampah," Ungkap Juli Wirahmini.
Dari pemantauan Atnews, di areal Yayasan sosial nonprofit dan Independen ini juga diselenggarakan Lomba Melukis di tembok batako mengambil tema, Kesetiakawanan Merawat Bumi diikuti 12 finalis dari berbagai daerah di Indonesia seperti Bogor Bandung,Yogyakarta, Bali, Magelang dan Padang Sumatra. 12 finalis ini sebelumnya telah menyisihkan 101 peserta yang mengirimkan karya seninya lewat Website.Lomba melukis berlangsung 4 hari sejak 10 - 14 Februari 2020.
Masing2 finalis kendati ada pemilihan peserta dengan karya terbaik tapi mereka telah menunjukkan rasa kebersamaan, persaudara dan persahabatan, kata Yung. ( stn/atm ).