Pasang Penjor Galungan juga Beryadnya untuk Kenikmatan Batin, Bukan Jor-joran
Banner Bawah

Pasang Penjor Galungan juga Beryadnya untuk Kenikmatan Batin, Bukan Jor-joran

Atmadja - atnews

2020-02-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pasang Penjor Galungan juga Beryadnya untuk Kenikmatan Batin, Bukan Jor-joran
Slider 1
Denpassr, 18/2 (Atnews) - Penjor-penjor nampak terpancang berdiri tegak di depan-depan rumah penduduk  masyarakat Umat Hindu di Bali. 
Sehari menjelang Hari Raya Galungan sekarang  ini sudah sebagian rumah penduduk Umat Hindu sampai ke pelosok pedesaan nampak asri nan berseri. Betapa tidak!!! Berbagai macam dan aneka rupa Penjor menghiasi depan rumah penduduk tanpa pandang bulu kaya miskin mereka pasti berupaya mewujudkan sebagai suatu persembahan atau Yadnya. 
Pagi tadi Atnews menyempatkan diri jalan-jalan seputar kawasan Ubung Denpasar Utara. Memang lain sekali rasanya melihat suasana lingkungan desa seperti Galungan ini. Apalagi pagi-pagi sebagian Umat Hindu sudah nampak menghaturkan sesajen di depan rumahnya. 
Harumnya asap dupa yang memenuhi ruang sekitar, membuat perasaan hati terasa semakin damai ceria dan bahagia. Dalam perjalanan kami berjumpa dengan seorang bapak tengah baya. 
Pan Galang itulah panggilannya. Bapak tiga anak dua putra satu putri asal Melaya Jembrana ini mengaku sudah merantau ke Denpasar sejak 1992. Sambil bincang-bincang AtNews mengamati Penjor buatannya. Memang nampak tidak terlalu bagus; namun juga tidak jelek. Yaaa ... biasa biasa saja seperti penjor-penjor umumnya yang terpasang di depan rumah masyarakat. 
Swami dari Ida Ayu Nutiasih yang tinggal di yang berdomisi di jalan Erawan kawasan Ubung ini mengungkapkan, kita Umat Hindu wajib hukumnya untuk beryadnya. Meskipun sederhana yang penting ikhlas sesuai kemampuan. Penjornya yang nampak sederhana itupun bahannya menghabiskan dana sekitar Rp 100.000.
Lain Pan Galang, lain pula Ibu Adi yang berdomisili di Jln. Kebo Iwa masih seputar kawasan Ubung, nampak penjornya cukup mewah. Kepada AtNews ia mengatakan, "kami tidak ada maksud untuk jor-joran. Apa lagi pamer kemewahan. Ini adalah sebuah persembahan. Kami melakukan ini dengan tulus ikhlas kebetulan kami punya bahannya. Begitu kilahnya karena di tokonya menjual bahan-bahan untuk perlengkapan Penjor. Yang penting kami merasa senang dan puas. Ini menyangkut kepuasan batin pak; demikian tegasnya. Penjornya yang nampak anggun nan asri itu menghabiskan dana sekitar Rp1.500.000.(ibm/atm)


Baca Artikel Menarik Lainnya : IFAD Minta Mendes PDTT Berbagi Pengalaman Program Dana Desa 

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD