Denpasar, (Atnews) - Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) mengajak masyarakat pulau Dewata, membangun Literasi sebagai Basis Budaya. Senjata utama guna memperkuat jati diri kita sebagai krama Bali yang lahir, hidup dan berpenghidupan di tanah leluhur Bali.
Demikian pula, sebagai masyarakat yang berbudaya dan cerdas untuk menyelamatkan, memelihara dan mengharmonisasi nilai-nilai kearifan lokal Bali yang kita warisi.
Hal tersebut disampaikan Wagub, dalam sambutan tertulis dibacakan oleh Sekretaris Disdikpora Provinsi Bali, I Ketut Sudarma ketika membuka pameran Buku dan Literasi Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali Tahun 2020 di Monumen Perjuangan Bangsal (Kantor At News), Pertigaan Gaji Dalung, Badung, (13/08).
Menurut Wagub Cok Ace, buku adalah senjata utama, cerminan jiwa yang tulus dan merdeka. Buku sesungguhnya sebuah keabadian, sepanjang buku itu dapat terawat dan terjaga dengan baik, ujarnya.
Tambah Wagub, ditengah era digital, banyak karya tulis, karya-karya sastra tersimpan dalam file-file e-book dan sebagainya. Akan tetapi, dalam praktek literasi (baca-tulis), apalagi dalam konteks seni sastra, kehadiran buku dalam bentuk benda lebih punya jiwa dibandingkan baca melalui HP atau internet.
Betapapun hebatnya seseorang; siapapun mereka; apapun gelar, golongan, pangkat dan jabatan mereka; sesungguhnya mereka terlahir dari sebuah proses Baca Buku, tegas Wagub yang juga tokoh Panglingsir Puri Ubud itu.
Peneliti dan Instruktur Literasi Nasional Balai Bahasa Bali Puji Retno Hardiningtyas, M.Hum mewakili Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali mengakui, minat baca di Indonesia termasuk di Provinsi Bali rendah. Kendati demikian kata Hardiningtyas, tetapi jangan pernah khawatir bahwa di Bali, di seluruh Indonesia memiliki sastra lisan yang selama ini merupakan budaya lisan mendongeng dan itu masih terus bertahan disini. "Hanya saja sekarang adalah abad XXI, kemudian Indonesia juga mau tidak mau harus bergerak di industri: 4.0 (empat titik nol) menuju industri; 5.0 (lima titik nol). Gencatan senjata yang terutana paling ampuh adalah teknologi", jelasnya.
Direktur Utama Media Online Atnews, I Wayan Attaya pada kesempatan tersebut menyatakan sangat mendukung kegiatan pameran Buku dan Literasi Paguyuban Duta Bahasa Provinsi Bali, mengingat hasil penelitian UNESCO terhadap minat baca bangsa Indonesia menunjukkan, angka sebesar 0.001%. Jika minat baca dibawah 1% maka kapan Indonesia akan maju? Orang-orang hebat dan kaya di dunia itu gemar membaca.
75 Tahun yang lalu perang dunia kedua dalam masa genting. Sama halnya seperti sekarang juga perang dunia namun tidak kontak fisik.
"Indonesia dapat ajeg salah satunya pada bidang pendidikan. Dengan membaca orang-orang mendapat pengetahuan lebih banyak dan memiliki keyakinan diri sendiri. Orang2 hebat didukung dengan minat membaca".ujarnya lagi.
Ketum Monunen Perjuangan Bangsal(MPB). dr. Bgs Ngurah Putu Arhana, SP. A. (K). selaku tuan rumah menyatakan, sebagai keluarga medis merasa sangat bangga karena para peserta telah melaksanakan kaidah-kaidah protokol kesehatan (Covid-19-red). Ia berharap kegiatan tsb bisa dijadikan contoh yang baik bagi penyenggara kegiatan apapun dan dimanapun, mengingat pemerintah sudah demikian menggebu-gebu untuk memberantas Pandemi yang memang terjadi di seluruh negara, ucapnya. Disisi lain, dokter spesialis anak ini juga tidak memungkiri tempat literasi kita memang masih kurang dan perlu ditingkatkan.
Ketua Panitia Ni Putu Nanda Kebayan Sari mengatakan, acara tersebut memang dikemas sesuai dengan protokol kesehatan yang bisa diikuti oleh masyarakat umum, khususnya generasi muda. Kegiatan yang digelar selama 4 hari mulai gari ini, Kamis (13/08 s)d 16/08-2020) ini, kata Ni Putu Nanda Kebayan Sari, untuk
mengenang tiga per empat abad puncak petemuan Rahasia perjuangan gerakan bawah tanah perang kemerdekaan di Bali, 16/08-1945 - Hut ke-75 Kemerdekaan RI - HUT ke-56 Menwa Ugrasena Bali dan HUT ke,-2 Atnews. Kegiatan hasil kerjasama Paguyuban Duta Bahasa (Dubas) Bali dengan Atnews bersama Monumen Perjuangan Bangsal. (IBM/001)