Oleh: I Gde Sudibya
Agama yang dikenal umum sebagai agama Hindu, untuk lebih tepat, cermat, akurat Santana Dharma, aliran kebenaran abadi menuju Alam Raya, sistem kosmos, universe, milyaran sistem galaksi model Bima Sakti, yang kemudian melingkupinya.
Agama, sistem keyakinan yang berbasis kebenaran yang dari perspektif sejarah agama ditemu-rumuskan pertama kali di Bhartiya, Baratvarsha, yang dikenal India sekarang.
Sanatana Dharma yang sarat-kaya dengan teologi, filsafat, karya-karya sastra agung. Dipeluk-yakin oleh kurang lebih 1 milyar penduduk bumi yang sebagian besar tinggal di dataran India. Menjadi kajian tanpa henti dari para antropolog, sosiolog, sejarahwan agama, filsof dan juga ilmuwan fisika dari lintas keyakinan.
Dalam era kebebasan informasi dewasa ini, yang didominasi oleh internet is every things, menarik disimak testimoni yang viral di medsos dari seorang netizen Stephen Knapp, seorang kristen keturunan Yahudi yang berkebangsaan Amerika, yang mengemukakan 28 alasan mengapa ia masuk agama Hindu.
Ada 11 alasan yang akan disampaikan kembali dalam ulasan ini, sebagai masukan konstruktif bagi umat Hindu Indonesia, untuk berefleksi dan kemudian melakukan pembelajaran, penelusuran kehidupan lebih jauh dari pesan makna dan esensinya, Veda/Vedanta yang merupakan aliran abadi kebenaran - sanatana dharma - di atas.
11 alasan dari 28 alasan untuk menjadi Hindu:
1. Veda memberikan lebih banyak informasi mengenai ilmu pengetahuan tentang kehidupan sesudah mati, karma dan reinkarnasi.
2. Filisofi Veda menawarkan pemahaman paling lengkap mengenai Tuhan dan dimensi spiritual.
3. Veda menawarkan jalan yang paling langsung kepada realisasi dan pencerahan spiritual pribadi.
4. Karena Hindu adalah satu jalan yang paling ekspresif, ia juga adalah yang paling memenuhi secara emosional.
5. Hindu, menawarkan satu jalan hidup ilmiah dari diet, gaya hidup, jadwal harian dan lain-lain.
6. Siapapun dalam posisi apapun dapat menjadi menjadi seorang Hindu dan mempraktekkan dan mendapat manfaat dari pengajaran Veda.
7. Jalan Veda memandang semua agama sebagai benar, atau bagian dari kebenaran yang satu, dan jalan bagi keselamatan.
8. Hindu, tidak menghadirkan Tuhan sebagai Tuhannya orang Hindu, Muslim, Kristen atau Sikh.
9. Itulah sebabnya mengapa orang-orang Hindu pengikut jalan Veda, dapat hidup damai, dengan orang-orang dari agama lain.
10. Agama Hindu tidak mempunyai konsep jihad, perang suci, perang salib atau kesyahidan.
11. Agama Hindu menawarkan satu Tuhan dan kesadaran universal, jauh melampaui sekedar tradisi lokal.
Menyimak uraian singkat di atas, ekspresi sederhana membumi dari Veda/ Vedanta yang begitu mudah bisa dimengerti melalui pikiran, akal dan juga rasa, dalam suasana perayaan 75 tahun Kemerdekaan RI., menjadi menarik dan bermakna untuk mengungkap kembali pendapat dari Menteri Agama di era kepemimpinan Pak Harto: Munawir Sjadzali, " menjadi pemeluk agama yang baik, sekaligus warga negara yang baik".
*) I Gde Sudibya, Pendiri, pengasuh Dharma Sala: Bali Werdhi Budaya - Rsi Markandya Ashram, Bukit Tampak Saa, Desa Pakraman Tajun, Den Bukit, Bali Utara.