Buleleng Atnews (Atnews) - Pada masa pandemi covid -19, digelar Mahakarya Kutus-Kutus selama 2 hari di Krisna Wisata Kuliner Desa Temukus Kecamatan Banjar Buleleng-Bali Utara, Jumat dan Sabtu (11-12/12)
Mahakarya Kutus-Kutus yang melibatkan 400 orang terdiri dari para reseller atau distributor kutus-kutus dari sabang sampai merauke, menurut Bambang Pranoto selaku owner perusahaan minyak herbal yang dikenal Kutus-Kutus, kegiatan ini sebagai bentuk rasa syukur sebagai owner dalam memperingati 7 tahun Kutus -Kutus.
Dihadapan sejumkah wartawan, di Kutus-Kutus Sunari Beach Kawasan Wisata Lovina Singaraja, Sabtu(12/12),
Bambang Pranoto menjelaskan, Mahakarya digelar untuk membangkitkan semangat masyarakat dari keterpurukan selama 8 bulan lebih sebagai akibat Pandemi Covid-19.
Didampingi Ayu Saraswati dari Krisna Oleh-Oleh Bali, Bambang Pranoto menegaskan, Mahakarya Kutus Kutus ini digelar dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) yang sangat ketat, sesuai arahan aparat kepolisian dan Satgas Covid-19 Kabupaten Buleleng.
“Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan, dari mulai peserta tiba harus menjalani tes suhu dengan thermogran, memakai masker, menjaga jarak serta cuci tangan di air mengalir(3M) sesuai yang disarankan pemerintah,” jelasnya.
Selain penerapan Protokol Kesehatan(Prokes) secara ketat, peserta juga telah menjalani rapid tes kemudian peserta dibagi untuk mengikuti kegiatan gunamengurangi kerumunan.”Sebanyak 400 peserta yang hadir, dibagi dua tahap hari pertama 200 orang.
Demikian juga hari ini, 200 peserta yang hadir juga diatur tempat duduknya, dengan jarak sesuai protokol kesehatan,” terangnya.
Dengan pola pertunjukkan yang mengacu pada prokes dan diawasi ketat Satgas Covid-19, Bambang Pranoto berharap rangkaian peringatan 7 Tahun Kutus Kutus Herbal dapat terlaksana dengan lancar dan peserta aman dari penyebaran Covid-19 .
“Hal ini sudah kami atur bersama aparat kepolisian dan Satgas Covid-19 Buleleng, dan kami laksanakan dengan ketat prokes yang disarankan. Tidak ada kerumunan, seluruh peserta diatur tempat duduknya, sebelum masuk cuci tangan, di thermogan, kemudian pakai masker,” tandasnya.
Bambang berharap, Mahakarya Kutus Kutus Berbasis Prokes ini tidak hanya dapat membangkitkan semangat masyarakat dalam menggerakkan perekonomian, tapi menjadi model kegiatan yang bisa dilakukan ditengah pendemi.
“Seperti saat kami lakukan paska Bom Bali, Mahakarya Kutus Kutus juga kami harapkan dapat membangkitkan semangat masyarakat Bali untuk beraktifitas, karena kita tidak tahu kapan Pandemi Covid-19 berakhir,” ujarnya.
Peringatan 7 tahun kutus kutus ini, juga mengadakan aksi sosial guna berbagi kepada warga yang benar-benar memerlukan bantuan pada masa pandemi covid ini. Melakukan kegiatan CSR dengan memberikan bantuan sembako dan uang kepada 70 KK miskin di 7 Desa. Mewarnai kegiatan menampilkan artis ibukota seperti Judika di lapangan parkir Krisna oleh-oleh. Dia juga menjelaskan, dengan kegiatan yang melibatkan ratusan peserta ini, membawa berkah bagi hotel yang sampai saat ini sulit mencari tamu. Dengan upaya terobosan manajemen Kutus -Kutus ini 11 Hotel di Kawasan obyek pariwisata Lovina terpenuhi peserta. (WAN/02).