Banner Bawah

Krematorium Desa Adat Buleleng Bersifat Universal Bahkan untuk WNA

Artaya - atnews

2020-12-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Krematorium Desa Adat Buleleng Bersifat Universal Bahkan untuk WNA
Slider 1

Buleleng (Atnews) - Krematorium/Petunon Desa Adat Buleleng dipelaspas sekaligus diresmikan oleh Ida Rsi Bhagawan Yoga Mimba dari Gria Taman Segara Intaran Singaraja di Buleleng, Selasa (29/12).
Kelian Desa Adat Buleleng Nyoman Sutrisna kepada Atnews mengatakan krematorium untuk  memberikan pelayanan kepada umat sekaligus membantu dalam upacara ngaben.
Bangunan di atas lahan seluas 620 meter persegi yang mulai dibuka awal bulan Januari tahun 2021 mendatang.
Dalam pengelolaan lembaga  yang akan membantu umat ini sesuai Surat Keterangan Terdaftar ada 2 pengelola, yakni pengelola Setra dan pengelola Suka Duka Pengemong Pura Dalem.
Guna memberikan rasa nyaman, aman, damai dan indah kepada masyarakat, pada areal setra yang luasnya 1,92 hektar sudah mulai dibuat taman dengan berbagai jenis tataman bunga. "Kita ingin setra tidak kelihatan angker maupun  kumuh tapi begitu masuk setra masyarakat dibuat nyaman," ujar Sutrisna.
Sutrisna juga akan membuat lingkungan hijau dengan menanam pohon langka seperti majegau dan tanaman langka lainnya, sehingga kedepan pada areal setra tampak hijau dan asri.    
Sementara itu, Mangku Dalem Desa Adat Buleleng Jro Made Dharma Tanaya yang juga inisiator saat ditemui Atnews menjelaskan, keberadaan krematorium/petunon maupun Suka Duka yang dirintisnya bersama krama Desa Adat Buleleng hanya ingin meringankan beban krama, membantu umat, dengan biaya yang  murah, seminimal mungkin bisa melaksanakan ngaben. Paket yang akan ditawarkan  dilayani untuk warga adalah dari Rp.6 juta hingga Rp.17,5 juta.
"Krematorium ini juga bersifat universal, tidak hanya untuk krama desa adat Buleleng, tetapi juga warga Desa Adat pakraman lain, bahkan warga masyarakat dari umst lain termsuk warga negara asing (WNA) yang membutuhkan pelayanan kremasi jenasah,"tuturnya.
Untuk sementara, melayani paket Ngaben Mekinsan di gni, Ngaben alit, ngaben lengkap sampai nyekah.
"Selain itu, Suk Duka juga melayani upacara potong gigi, maotonan, tiga bulanan,  pawintenan, pernikahan upacara nyapu leger,"tambahnya. Ketua Panitia Nyoman Sulendra mengatakan, pada areal Krematorium ini, sudah dilengkapi tempat pawedaan, tempat banten  ruang pesandekan, Kantin   Kantor, balai peyadnyan, pengabuan /pembakaran termasuk parkir mobil dan roda dua. (WAN/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Debit Air Sungai Membesar, Bangunan Kichen Bayshore Hotel Roboh

Terpopuler

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Soroti Kasus Kekerasan Anak, Seniasih Giri Prasta Tekankan Pentingnya Ikatan Emosional Orang Tua dan Anak

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Dugaan Kekerasan Terhadap Anak, Pengelola Panti Asuhan di Desa Jagaraga, Buleleng, Bali Ditahan Polisi

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali

Ribuan Siswa Kodiklatal Gelar Lattek Wira Jala Yudha, dan Aksi Bersih Pantai di Pantai Mertasari Sanur Denpasar Bali