Banner Bawah

Mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha Ikuti Proses Vaksin Covid-19

Atmadja - atnews

2021-02-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha Ikuti Proses Vaksin Covid-19
Slider 1

Denpasar, (Atnews) - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengaku bersyukur diberikan kesempatan  mendapatkan suntikan vaksin tahap kedua yang secara prioritas akan menyasar masyarakat kategori lansia. 
Mantan Gubernur Bali Dewa Made Beratha (Gubernur Bali periode 1998-2003 dan 2003-2008) nampak pula turut menerima suntikan vaksin di RS Bali Mandara (RSBM), Sanur, Denpasar pada Rabu (24/02) siang. 
“Banyak yang bayangkan, vaksinasi (covid-19-red) untuk lansia itu menakutkan tetapi setelah diikuti prosesnya aman-aman saja,” katanya. 
Penglingsir Puri ubud tersebut mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengikuti proses vaksinasi covid-19 yang diprogramkan pemerintah dan mendukung penuh upaya pemulihan pasca pandemi. “ Ngiring divaksin, agar Bali gelis aman dan sehat,” ajaknya. 
Ditemui secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr Ketut Suarjaya menjelaskan bahwa vaksinasi tahap kedua tersebut utamanya akan menyasar para lansia dan sektor pelayanan publik. “Bisa pejabat negara, anggota dewan, ASN, pelaku pariwisata hingga pedagang pasar, semuanya masuk kategori pelayan publik,” tegas Suarjaya.
Vaksinasi kepada pejabat publik seperti Wagub dan sosok pejabat publik dan tokoh masyarakat lainnya menurut  Suarjaya, juga sebagai suatu bentuk pesan kepada masyarakat bahwa vaksin bukanlah sesuatu yang menakutkan. "Sosok pejabat publik serta tokoh masyarakat, yang diantaranya juga masuk kategori lansia tersebut menunjukkan bahwa kita tidak perlu takut di-vaksin. Semua harus turut divaksin agar lebih aman dan imun terhadap Covid-19,” ujar Suarjaya.
Suarjaya juga menjelaskan bahwa untuk mencapai tingkat imunitas tertinggi, dari penelitian yang telah dilakukan butuh waktu selama 4 minggu sejak vaksin disuntikkan. “ Diharapkan dengan vaksinasi kedua, akan ada booster atau muncul kekebalan tambahan,”  pungkasnya.
Setelah proses penyuntikan, penerima vaksin akan menjalanai proses observasi selama 30 menit untuk melihat ada tidaknya efek samping terhadap penerima. Vaksinasi tahap ke-2 di Bali ini menyasar: 663.169 orang. Mereka yang akan mengikuti vaksinasi tahap ke-2 adalah Lansia 340.683 orang, pendidik 79.185 sasaran, pedagang pasar 75.757 orang, tokoh agama 1.240 , DPRD 411, dan aparatur sipil negara (ASN) 54.444 orang. 
Selain itu, aparat keamanan 23.201 sasaran, pelayanan publik 53.582 orang, transportasi publik 27.554, atlet 50, serta petugas pariwisata, hotel, dan restoran yang disadar sebanyak 7.062 orang. (*IBM).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pendistribusian Pupuk Bersubsidi Harus Tepat Sasaran

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti

Pasca Kasus Dugaan Kekerasan Anak Panti Asuhan Ganesha Sevanam, Pemkab Buleleng Akan Merelokasi Anak Panti