Menyulap Sampah plastik Menjadi Pundi Pundi Rupiah
Banner Bawah

Menyulap Sampah plastik Menjadi Pundi Pundi Rupiah

Atmadja - atnews

2019-06-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menyulap Sampah plastik Menjadi Pundi Pundi Rupiah
Slider 1
Karangasem, 18/6 (Atnews) - Amed adalah sebuah Desa wisata terkenal, banyak turis mancanegara berkunjungb setiap harinya.
Banyak kunjungan wisatwan yang datang ke sini maka roda perekonomian juga lancar dan tentu menghasilkan sampah terutama plastik, maka perlu cepat diantisipasi.
Yayasan Peduli Sampah, salah satu lembaga sosial yang berperan dalam mendaur ulang sampah plastik di daerah tersebut.
Yayasan yang pertama kali didirikan 2008 oleh charlotte fredouille ini, mempekerjakan warga lokal untuk mengangkut sampah yang telah disediakan di tong sampah yang  tersebar di jalan jalan di seputaran Desa Bunutan dan Amed.
Setidaknya sebanyak 60Ton sampah, baik sampah plastik maupun non plastik diambil dari tong tong sampah setiap bulannya.
"Kita hanya membeli sampah yang terbuat dari plastik saja", ungkap Heike, Volunter Yayasan Peduli Alam.
Yayasan ini juga melakukan workshop ke sekolah sekolah yang ada didesa tersebut. Alasannya dengan hati yang tulus dan peduli terhadap kebersihan lingkungan, ungkap Heike yang saat ini sebagai Volunter Yayasan Peduli Alam.
Dia juga memanfaatkan orang lokal untuk mengolah sampah plastik menjadi souvenir cantik yang bisa dapat dijual kembali.
Yayasan ini juga menyumbang Tong sampah yang disebar di setiap jalan di desa Bunutan, dan yang nantinya bertujuan agar masyarakat sadar bahaya sampah plastik dan tidak membuang sampah sembarangan.
Yayasan Peduli Sampah juga mengajarkan kepada masyarakat bahwa sampah yang sulit  terurai seperti sampah plastik, sampah kaleng, dan sampah kertas dapat dimanfaatkan kembali melalui daur ulang.
Selain untuk menjaga kebersihan lingkungan, hasil penjualan souvenir dari sampah yang didaur ulang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui misi kemanusiaan Yayasan Peduli Alam.
“Di masyarakat kan sampah hanya terbuang sia-sia, padahal sampah-sampah tertentu masih bisa didaur ulang dan bisa dijual.
Kegiatan yang berlangsung sejak tahun itu juga diharapkan dapat menggugah hati masyarakat untuk terus dapat menjaga kelestarian lingkungan, meminimalisir penggunaan barang sekali pakai, dan menerapkan konsep 5R (Rethink, Reduse, Repair, Reuse, Recycle), serta menebar cinta kasih kepada sesama.
Alam Amed yang terkenal dengan pesona wisatanya akan asri terjaga kelestarianya dan terbebas dari sampah plastik. (Yog/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : TNI Akan Lakukan Operasi Psikologi dan Teritorial di Papua

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas