Banner Bawah

Kementrian Pertanian Akan Adopsi Sipadu ke Seluruh Indonesia

Artaya - atnews

2019-04-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kementrian Pertanian Akan Adopsi Sipadu ke Seluruh Indonesia
Slider 1

Tabanan, 2/4 (Atnews) - Deputi Ketahanan Pangan dan Sumber Daya Hayati Kementrian Pertanian  meninjau perkembangan Sistem Pertanian Terpadu (Sipadu) Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bali.
 "Sipadu memiliki konsep mensejahterakan kelompok, terutama dalam pelestarian Sapi Bali yang mampu meningkatkan pendapatan kelompok dua kali lipat dari hasil pengolahan limbah ternak dan integrasi ke bidang pertanian secara luas" kata Asisten Deputi Ketahanan Pangan dan Sumber Daya Hayati Kementrian Pertanian   Setio Sapto Nugroho.
Hal itu pengumpulan data dan informasi mengenai perkembangan Sipadu yang dilaksanakan di Simantri 356, Gapoktan Sari Buana, Desa Antapan, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Kamis (28/3). 
Ia didampingi Kepala Sub Bidang Perkebunan dan Peternakan Gito Kuncoro dan Kepala UPT Pertanian Terpadu Bapak Dr. I Wayan Sunada, S.P.,M.Agb.
Menurutnya, Sipadu juga komplit dilengkapi dengan instalasi biogas yang merupakan sumber energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok untuk memasak, menyalakan lampu, bahkan untuk tenaga listrik dengan genset khusus biogas. 
Selain itu juga, perkembangan kegiatan Sipadu 356 ini juga menjadi pelopor munculnya sipadu-sipadu mini oleh masyarakat sekitar.
Selain melihat pertanian organik disekitar areal Sipadu 356, mereka juga melihat budidaya ulat sutra yang sedang dikembangkan oleh kelompok. 
Ulat sutra yang dikembangkan oleh kelompok adalah jenis ulat "Samia Cynthia Ricini".  Dengan harga jual cukup tinggi yaitu Rp 100.000/kg nya dan juga pupa dari ulat memiliki protein yang tinggi sehingga dapat juga menambah pendapatan kelompok.
Untuk itu, program Sipadu akan diadopsi menjadi kegiatan pusat dan dapat di implementasikan ke daerah-daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, Kepala UPT Pertanian Sunada menambahkan, Sipadu 356 sering dikunjungi oleh tamu mancanegara, sehingga kegiatan yang ada di Sipadu 356 dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan asing untuk berkunjung.
"Sipadu juga dapat mengembangkan kegiatannya menjadi tempat agrowisata bagi wisatawan lokal maupun wisawatan asing. Sambil melihat kegiatan pertanian organik, wisatawan asing juga dapat menikmati jus sehat dari sayuran organik yang dibuat oleh Ibu-ibu KWT, sehingga hal ini juga dapat menambah pendapatan dari kelompok" tutupnya. (SIN/ART/ika))
Banner Bawah

Baca Artikel Menarik Lainnya : Dana Desa untuk Air Bersih Keperluan Rakyat

Terpopuler

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Menatap Fajar Mentari Bali 2026, Gagal Kelola Sampah di Tengah Wacana Bali 100 Tahun

Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Be Guling Traktiran Gubernur Koster saat Rahina Tumpek Klurut

Anak Muda Bali Antusias Nikmati Kopi dan Be Guling Traktiran Gubernur Koster saat Rahina Tumpek Klurut

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Peran Strategis Media Mengawal Pembangunan Bali Berkelanjutan

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Birkenstock Bawa Perspektif Baru Tentang Kenyamanan Urban Lewat Kampanye Footbe Ecosystem

Ingatkan OUV; Pertahankan Keaslian WBD UNESCO Subak Jatiluwih, Untuk Kepentingan Universal Umat Manusia di Dunia

Ingatkan OUV; Pertahankan Keaslian WBD UNESCO Subak Jatiluwih, Untuk Kepentingan Universal Umat Manusia di Dunia