Kembalikan Pecalang ke Jati Dirinya, Melindungi Desa Pakraman dari Risiko Keamanan - Jaga Baya
Banner Bawah

Kembalikan Pecalang ke Jati Dirinya, Melindungi Desa Pakraman dari Risiko Keamanan - Jaga Baya

Admin - atnews

2025-05-09
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kembalikan Pecalang ke Jati Dirinya, Melindungi Desa Pakraman dari Risiko Keamanan - Jaga Baya
 Jro Gde Sudibya (ist/Atnews)
Oleh Jro Gde Sudibya
Sekadar berbagi, sebuah penelitian tentang kepemimpinan dan inovasi kebijakan oleh para peneliti kelas dunia, yang kemudian tertuang dalam BLUE OCEAN STRATEGY, dinyatakan: kepolisian kota New York, nyaris kewalahan menghadapi tingginya angka kriminalitas di kota itu, meresahkan warga dan juga para wisatawan.

Menurut penelitian tersebut, pimpinan kepolisian kota New York, seizin wali kota, menyusun ulang penanganan kriminalitas dengan melibatkan penduduk setempat, wilayah lokal/county.

Terjadi surprise angka kriminalitas turun tajam, keamanan kota, kerja sama polisi dengan penduduk lokal dapat mengamankan wilayah, dan mengendalikan keamanan wilayah.

Buku BLUE OCEAN STRATEGY telah menjadi buku rujukan di banyak universitas ternama dalam perumusan inovasi kebijakan berkaitan dengan krisis.

Gelising cerita, Pecalang sebagai bagian dari sistem sosial untuk mengamankan Desa Pakraman -Jaga Baya - semestinya lebih dioptimalkan.

Dalam sejarah Bali, sebut saja mulai di era kepemimpinan Raja suami istri Udayana Warmadewa - Gunapriya Dharmapati, dengan Bhagavanta ternama Mpu Kuturan Raja Kertha, 1,024 tahun yang lalu, dengan Desa Pakraman dengan sistem keyakinan Tuhan Tri Murthi, telah meletakkan dasar bagi Desa Pakraman yang berkelanjutan, termasuk menghadapi musuh dari luar.

Jika disimak sistem filosofi dalam "Kukul Bulus", pada tingkat krisis tertentu, yang membahayakan keselamatan krama dan masa depan Desa Pakraman, semua krama pada akhirnya menjadi pecalang untuk menyelamatkan desanya.

Sejarah Bali, bisa memberikan cerita yang amat sangat kaya, tentang prilaku "nindihin gumi lan kepatutan".

Pesan moralnya, kembali ke kearifan pecalang, dan tidak perlu organisasi "keamanan"lainnya, di luar polisi dan tentara yang mewakili kepentingan negara yang diatur konstitusi.

*) Jro Gde Sudibya, anggota MPR RI Utusan Daerah Bali 1999 - 2004, salah seorang pendiri dan sekretaris Kuturan Dharma Budaya.

Baca Artikel Menarik Lainnya : TNI Akan Lakukan Operasi Psikologi dan Teritorial di Papua

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali