Singaraja, (Atnews). Melalui puisi dan penulisan puisi dapat mempertajam rasa dan hati nurani. Hal ini dikemukakan Sastrawan kondang I Gusti Putu Bawa Samar Gantang dalam paparannya pada diskusi Sastra di Ruang Seminar Jayaprana Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Undiksha, Rabu 12/2. Menurut pengalamannya menulis puisi, Bawa Samar Gantang mengaku menulis puisi bersandar pada realitas yang dia alami sendiri.
Dorothea Rosa Herliany dari Penerbit Indo Tera, Yogyakarta mengatakan, pihaknya, tidak akan mempersulit pengarang manakala yang bersangkutan menerbitkan bukunya di penerbit yang dipimpinnya. Selain itu, ia juga sangat terbuka dalam mengikat perjanjian dengan pihak penyusun buku.
Diskusi yang dihadiri siswa, mahasiswa, guru dan dosen sekitar 50 orang, dan dipandu Dr. I Made Astika itu menghadirkan pula dosen yang juga penulis Dr. I Wayan Artika, S.Pd, M.Hum.
Pada akhir diskusi, Astika yang pemandu menyimpulkan antara lain sastra cetak masih diperlukan dan dibutuhkan bagi pegiat sastra.
Diskusi yang berjalan seru itu disepakati untuk ditindaklanjuti menjadi "program diskusi bulanan" pada Jurusan Bahasa Sastra Indonesia dan Daerah Undiksha." Hal senada diungkapkan juga oleh WD I Dr. Dewa Putu Ramendra, S.Pd, M.Pd. mewakili Dekan, saat membuka forum diskusi tersebut (Rom/02).