Oleh Jro Gde Sudibya
Diberitakan secara luas, dalam pertemuan G 20 yang berlangsung di Roma Italia, Presiden Joko Widodo bertemu dengan PM India Narendra Modi, menyepakati peningkatan kerja sama ekonomi dan investasi antar ke dua negara.
Peningkatan kerja sama kedua negara ini, menarik untuk diberikan catatan:
1. Kerja sama dalam perspektif sejarah telah berlangsung lama, di abad ke 7 pada saat kejayan kerajaan Sriwijaya, dan abad ke 14 pada saat kejayaan kerajaan Majapahit. Kerjasama perdagangan, pengetahuan dan pendidikan di era Sriwijaya. Relasi antar ke dua negara yang telah berlangsung lama, dalam bidang agama dan kebudayaan.
2. Kerjasama ekonomi di masa kini dan di masa depan.
a. Peningkatan perdagangan, Indonesia eksportir minyak sawit, batu bara ke India, dan importir bahan baku industri farmasi dengan perkiraan sekitar 30 persen dari kebutuhan bahan baku industri farmasi nasional diimpor dari India.
b. India tergolong maju dalam teknologi industri manufaktur, sehingga ke depan Indonesia semestinya memanfaatkan keunggulan teknologi mereka untuk mempercepat proses industrialisasi di dalam negeri.
c. India tergolong pioner dan unggul dalam teknologi kecerdasan buatan, sehingga kerja sama di bidang ini akan mempercepat proses ekonomi digital di dalam negeri, dan juga mendorong percepatan modernisasi pertanian berbasis bio dan IT teknologi.
3. Kerja sama di bidang kebudayaan.
Merujuk sastrawan ternama, pengarang Gitanjali, pemenang hadiah Nobel sastra tahun 1950 - an saat berkunjung ke Indonesia dan juga Bali, Rabinranath Togore, dalam kunjungannya ke Bali mengatakan: "Saya menemukan India di mana-mana, tetapi saya tidak lagi mengenalnya ", memberikan penggambaran tentang eratnya hubungan ke dua negara, yang semestinya perlu direvitalisasi.
4. Kerja sama dalam perspektif geo politik global. Semakin dekatnya hubungan Indonesia - India diharapkan menaikkan posisi tawar Indonesia dan juga ASEAN terhadap China dalam penyelesaian solusi damai terhadap isu "panas" Laut China Selatan. Perairan Laut China Selatan punya arti strategis bagi Indonesia sebagai negara Maritim.
*) Jro Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi dan kecendrungan masa depan.