Denpasar (Atnews) - Dosen Universitas Warmadewa I Wayan Muliawan mengatakakan, menyimak terjadinya banyak kecelakaan lalu lintas di jalan provinsi Bali pada Wilayah Kecamatan Selat Karangasem.
Menurutnya, ada beberapa faktor penyebab antara lain, faktor manusia sebagai pengguna jalan, kendaraan dengan segala beban yang diangkut, faktor cuaca dan kondisi perkerasan itu sendiri.
Faktor manusia meliputi pengemudi kendaraan, baik kendaraan berat, sedang maupun kendaraan ringan dan sepeda motor.
Faktor manusia sebagai pengemudi memegang peranan yang sangat penting dalam mengendarai kendaraannya.
Kesigapan pengemudi sangat penting melihat situasi yang berubah secara tiba-tiba. Kondisi berubah secara tiba-tiba, kurang cepat mendapat respon dari pengemudi, sehingga terlambat dalam mengambil suatu keputusan.
Misalnya pengemudi melihat kondisi jalan berlubang atau ada genangan air, diperlukan tindakan yang tepat antara mengurangi kecepatan atau tetap dengan kecepatan semula atau bergerak menambah kecepatan.
"Dalam hal mengambil keputusan inilah, sering menimbulkan kecelakaan bagi dirinya dan orang lain," kata Muliawan di Denpasar, Sabtu (13/11).
Beban kendaraan yang berlebih (over load) secara terus menerus juga salah satu faktor penyebab kerusakan perkerasan jalan.
Dari segi kontruksi Jalan, ada umur rencana, bila umur rencana sudah terlewati, maka perkerasan jalan akan menjadi rawan kerusakan akibat beban kendaran dan faktor cuaca (terutama hujan).
Faktor drainase jalan yang kurang baik akan menimbulkan genangan pada badan jalan. Akibatnya stabilitas perkerasan, terutama lapisan permukaan akan cepat rusak. Kalau lapisan perkerasan rusak, akan berpengaruh pada lapisan perkerasan di bawahnya. (ART/001)