Banner Bawah

MPB dan KMI BALI Memperingati 75 Tahun Puputan Margarana

Artaya - atnews

2021-11-21
Bagikan :
Dokumentasi dari - MPB dan KMI BALI Memperingati 75 Tahun Puputan Margarana
Slider 1

Denpasar (Atnews) - Perang Puputan Margarana di Bali, telah berlangsung 75 tahun yang lalu. Perang yang sangat bersejarah dan heroik. Dipimpin oleh Pahlawan Nasional I Gusti Ngurah Rai. 
Disebut heroik karena perang itu mempertaruhkan jiwa raga seluruh aggota Pasukan Ciung Wanara, yang terjadi tanggal 20 Nopember 1946. 
Dalam perang itu, 96 anggota Pasukan Ciung Wanara gugur sebagai kusuma bangsa. Tetapi lebih dari 300 pasukan Belanda dan antek-anteknya mati.  
​Untuk mengenang peristiwa yang sangat bersejarah itu, pengelola Monumen Perjuangan Bangsal (MPB) dan Korps Menwa Indonesia (KMI) Bali memperingatinya dalam suatu acara khusus. Disebut khusus, karena dihadiri oleh pimpinan pusat KMI, dan utusan dari Koordinator KMI Wilayah Sumatra. Peringatan dilaksanakan di Kawasan MPB, Sabtu (20/11) malam hari.
General Manager MPB, Bagus Ngurah Rai, SH, MBA mengatakan bahwa KMI adalah pemegang mandat Dwaja Tentara Pelajar (TP) Indonesia. TP adalah para pelajar pada era revolusi fisik, yang meninggalkan sekolahnya, lalu menjadi tentara, dan terjun ke medan perang kemerdekaan. “Sebagai pemagang mandat, maka KMI harus selalu eling pada peristiwa-peristiwa bersejarah dalam perang kemerdekaan” katanya. Ia berharap agar generasi muda harus tetap eling pada para pahlawan bangsanya, yang telah gugur di medan perang. “Bahwa kemerdekaan yang kini kita nikmati, tidak jatuh begitu saja dari langit” katanya.
Pimpinan Pusat KMI, diwakili oleh Wakil Sekjen KMI, Ayu Mulyawati, SPd. Ia menyatakan sangat bangga menyaksikan kegiatan KMI Bali, yang memperingati hari bersejarah 75 tahun Puputan Margarana. Ia mengatakan bahwa, KMI harus terus memelihara komunitas bangsa, untuk tetap tegaknya NKRI, yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Pada kesempatan itu, ia melepas burung dara warna putih. Itu adalah simbol perdamaian, harmoni, dan toleransi. 
Acara dimeriahkan dengan pembacaan puisi perjuangan oleh anggota KMI, dan penyalaan lilin-lilin perdamaian.
Sementara itu, Koordinator Gugus Kebangsaan Prov. Bali Prof. Wayan Windia menceriterakan peristiwa perang Puputan Margarana. Dengan demikian diharapkan kalangan muda, khususnya warga KMI, bisa menteladani bapak-bapak bangsanya, yang dengan ikhlas berkorban untuk bangsa dan NKRI. Hadir pada kesempatan peringatan itu, Koordinator KMI Wilayah Sumatra Abdul Jafar Taman, Komandan KMI Kab. Badung Putu Krisna Gunarta, dan pasukan KMI dari seluruh Bali. (ww/001).

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Agar Batalkan Remisi kepada Otak Pembunuh Wartawan Bali

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia