Ekspor Manggis ke China, Kemenko Perekonomian Kunjungi BOS di Badung
Banner Bawah

Ekspor Manggis ke China, Kemenko Perekonomian Kunjungi BOS di Badung

Artaya - atnews

2022-01-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ekspor Manggis ke China, Kemenko Perekonomian Kunjungi BOS di Badung
Slider 1
Badung (Atnews) - Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian Republik Indonesia Dr. Ir. Musdhalifah Machmud, M.T. mengunjungi Bali Organik Subak memastikan ekspor pertanian bisa berkelanjutan.
"Diharapkan kualitas produksi dan proses ekspor tetap dijaga dengan baik sesuai ketentuan global agar bisa keberlanjutan," kata Musdhalifah Machmud di Badung, Jumat (7/1).
Hal itu itu disampaikan ketika mengunjungi Owner BOS AA Gede Agung Wedhatama P yang juga Ketua Pemuda Tani Keren (PMK) Bali yang sedang mengekemas ekspor manggis ke China. 
Selain menjaga kualitas, trend pasar dan kebutuhan dunia juga dapat ditangkap dengan baik. Dimana era pandemi masyarakat dunia sudah semakin menyadari akan pentingnya kesehatan.
Untuk itu dibutuhkan makanan dan pangan yang sehat dari hortikultura dan buah - buahan. Sektor itu dapat dikembangkan dengan baik. 
"Masalah global Covid buat kembali sadar hidup sehat untuk konsumsi makanan sehat dan bervitamin, kualitas itu banyak dapat dari buah-buahan, back to nature," ujarnya. 
Pada kesempatan itu,  pihaknya memberikan apresiasi kepada BOS yang sudah mengembangkan pertanian organik dan sudah berhasil ekspor manggis.
Begitu pula telah kembangkan smartfarming yang akan diadopsi oleh daerah lain agar pertanian lebih produktif dan efisien.
Pengembangan pertanian itu model itu dapat menarik minat generasi muda menggeluti pertanian semakin banyak.
Sementara itu, Owner BOS AA Gede Agung Wedhatama menambahkan, pihaknya berhasil ekspor didominasi oleh buah manggis ke China.
Selain manggis, BOS juga ekspor buah naga,  mangga dan lainnya. Selama ini pengiriman masih menggunakan jalur udara (penerbangan) lewat Bali dan Jakarta. 
Dirinya sempat terkendala kirim Manggis ke China karena pandemi. Namun dirinya justru bisa inovasi membuat wine dari manggis. 
Disamping itu, pihaknya juga menjual buah dan sayuran untuk market lokal melalui aplikasi App BOS. Pesanan konsumen langsung dikirim ke rumah masing-masing.
Menurutnya, kebangkitan pertanian semakin terasa pasca Covid-19. Semakin banyak tekun bertani itu makin baik, karena akan selamatkan lingkungan dan melestarikan budaya asli Bali bertani. 
Mengingat belakangan ini, masyarakat cenderung mengikuti trend pariwisata dan melupakan pertanian. Padahal sektor tersebut memiliki peluang besar pada masa depan. (ART/001)




Baca Artikel Menarik Lainnya : Gempa 8,9 SR Mentawai Mengancam Sumbar

Terpopuler

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Rumah Layak untuk Pak Juli: Gotong Royong Bulan Bung Karno Wujudkan Kesejahteraan Warga Buleleng

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Penguatan Desa Budaya, Prodi Ilmu Pemerintahan FISIP Unwar Gelar PKM di Desa Sukawati 

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Hari Lahir Pancasila, Presiden Prabowo Tegaskan Transformasi Menuju Ekonomi Berkeadilan

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Senantara: Kita Butuh Investor yang Jaga Bali, Bukan Cuma Cari Untung

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia

Kemnaker Gandeng Boga Group Perluas Akses Kerja bagi Lansia