Gathering NCPI Bali-Natya Rivers Club, Ungkap Trend Masa Depan Pariwisata
Banner Bawah

Gathering NCPI Bali-Natya Rivers Club, Ungkap Trend Masa Depan Pariwisata

Admin - atnews

2022-05-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gathering NCPI Bali-Natya Rivers Club, Ungkap Trend Masa Depan Pariwisata
Slider 1
Karangasem (Atnews) - Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Bali menggelar gathering meninjau role model pengembangan pariwisata trend masa depan di Natya River Club, Karangasem, Jumat (6/5).
Kegiatan itu bertajuk "Gathering NCPI Bali-Natya Rivers Club, Sidemen: Membangun Pariwisata Berbasis Lingkungan".
Rombongan NCPI Bali melihat pemandangan alam yang indah dan hijau, sawah dan perbukitan maupun Sungai Tukad  Unda mengalir dengan tenang dan airnya masih jernih. Nampak wisatawan yang datang berendam dalam sungai yang bersih tersebut.
Kedatangan Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha, Sekretaris Adi Parnama dan Bendahara Febe,  Penasihat NCPI Bali Dr. Nyoman Sunarta, Putu Suasta dan I Ketut Ngastawa, Ketua NCPI Badung I Made Sumasa yang juga Ketua Kelompok Nelayan Wana Sari disambut langsung oleh Owner Natya River Club Nengah Natyanta, Ni Ketut Siti Maryati didampingi Coco Roti Chief Operating Officer (COO) - Natya Hospitality Group Gusti Paramarta.
Natya River Club merupakan perusahan baru dibuka sejak 9 Januari 2022 Green Eco Wisata yang mengdepankan pelestarian lingkungan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.
Siti Maryati menceritakan, usaha itu dibangun setelah adanya pandemi Covid-19 yang sudah melanda dunia lebih dari dua tahun. "Awalnya hanya ingin bersih-bersih sungai di kampung halamannya di Desa Wisma Kertha. Kami ajak warga bersih-bersih kali dari sampah, mereka pun dibayar harian dan gotong royong libatkan pegawai Natya Group secara bergiliran," ujar Siti Maryati kepada awak media.
Bermula dari kegiatan itu justru muncul ide bisnis untuk pemberdayaan masyarakat sekaligus lestarikan alam. Kini dikembangkan sebagai tempat wisata minat khusus bagi mereka yang menyukai wisata alam.
Natya River Club dibangun dengan bahan-bahan alam disana, pemanfaatkan hasil kebun tanpa menggunakan beton. Tanpa menggunakan plastik, lebih banyak menggunakan daun pisang, anyaman bambu.
Pengunjung dilengkapi dengan fasilitas Glamping, Tenda. Wisatawan bisa berendam di Sungai Unda, bermain tubing, malam Api Unggun dan cocok untuk Tim Building.
Meskipun baru dibuka, wisatawan sudah datang dari domestik dan manca negara baik dari Eropa, Belanda, Perancis dan Asia (Rusia). Pemasaran pun tetap memaksimal jaringan bisnis baik online maupun offline.
Dikatakan pula, destinasi itu sudah dilirik tamu Perancis untuk dijadikan Bali Sungai Festival yang mendatangkan artis-artis ternama dunia pada Juni mendatang dengan melibatkan penonton 700 hingga 1.000 orang.
Hasil penjualan tiket Bali Sungai Festival memang akan didedikasikan untuk pelesatrian alam dan pemberdayaan desa setempat.
Dalam dukungan SDM Natya River Club banyak melibatkan dari desa setempat, khususnya yang sudah pernah bekerja di Natya Group. Mereka sudah benar-benar bekerja secara profesional memberikan pelayanan hospitality berstandar.
Sajian makanan dan minuman memanfaatkan hasil kebun dan sawah petani setempat secara maksimal. Upaya itu agar masyarakat dan petani ikut merasakan langsung dampak dari Natya River Club, termasuk penjualan tenun ikat Sidemen semakin meningkat. Bahkan pihaknya menyiapkan secara gratis kepada para penenun untuk menenun agar mudah dijangkau pengunjung.
Sementara itu, Ketua NCPI Bali Agus Maha Usadha menyambut baik Natya River Club sebagai salah satu solusi bagi pemerintah daerah dalam membangkitkan kembali pariwisata Pulau Dewata pasca pandemi.
Mereka mampu menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan desa. Dengan menciptakan lapangan kerja, hal itu mampu memunculkan nilai tambah ekonomi desa.
Upaya itu pula mampu mampu bangkitkan dan memajukan ekonomi desa. SDM yanh sudah hebat-hebat belajar di perkotaan justru mendapatkan kesempatan bangun desanya sendiri.
Untuk itu, NCPI Bali berharap Natya River Club sebagai cikal bakal role model yang menciptakan brand unik yang memanfaatkan digitalisasi sebagai kekuatan terintegrasi pada era kekinian.
Namun, keunikam dan pemberdayaan masyarakat patut dijaga, mencegah persaingan modal dengan masuknya investor besar. Dikhawatirkan bisa merusak pelestarian alam karena hanya berorientasi pada bisnis semata.
"Model ini berpijak pada lingkungan dan budaya setempat dengan semangat gotong royong patut dijaga. Meskipun menjaga sinergitas semua pihak tidak mudah, tetapi terus dilakukan dengan pendekatan yang elegan," ungkap Agus Maha Usadha.
Sedangkan, Penasihat NCPI Bali Dr. Nyoman Sunarta yang juga Dekan Pariwisata Unkversitas Udayana (Unud) menilai, Natya River Club sebagai jawaban atas penelitian-penelitian pengembangan kepariwisataan pasca pandemi.
Sunarta mengingatkan pengelolannya tetap mengutamakan kualitas bukan mass toursm beresiko tinggi terhadap perusakan alam yang berkelanjutan. 
"Jangan alam dieksploitasi. alam sebagai stakeholder. Ajak mereka bicara kedepankan konsep small is beautiful, terapkan konsep kecil panjang (cenik lantang)," ujar Sunarta.
Ditambahkan pula, perencanaan mitigasi pun harus ada termasuk upaya optimal menjaga alam itu secara sekala dan niskala. Begitu pula agar patuh terhadap aturan pemerintah.
Namun, Wanhat NCPI Bali Putu Suasta yang merupakan Alumnus UGM dan Cornell University mengharapkan Bali serius menjaga keamanan dan kenyamanan daerah.
"Pariwisata identik dengan persepsi aman dan nyaman. Pariwisata bisnis kemanyaman  maka wisatawan jangan sampai ruwet. Bila itu terjadi turis bisa batal datang ke Bali," ungkap Putu Suasta.
Maka dari itu, sinergi pemerintah, pelaku industri, LSM, masyarakat dijaga dengan baik. Dirinya pun mengungkap, branding Bali cukup kuat di dunia tidak terlepas kontribusi dari pelajar-pelajar yang menghasilkan 1.000 lebih penelitian tentang Bali.
Dengan adanya teknologi yang mudah diakses secara global sebaiknya dimanfaatkan maksimal dengan perhitungan yang cerdas dan cermat dalam menjaga branding pariwisata Bali.
Hal itu diperlukan dalam menjaga citra Bali, apalagi Bali akan menjadi tuan rumah KTT G20 pada November mendatang.
Putu Suasta mengatakan, trend pariwisata masa depan akan didominasi oleh wisata spiritual yang tengah berkembang pesat di daerah Asia dan Afrika. Misalnya India dan Kamboja.
Begitu pula wisata alam dan wisata kesehatan (healing). Alam memberikan investasi yang mahal. Jika tempat itu aman dan nyaman. Seseorang akan merasa shanti (damai) dan jagadhita (bahagia). "Coba orang datang kesini (Natya River Club), mereka akan merasakan utang pitungan serasa hilang, tidak ada kericuhan rumah tangga, hubungan semakin baik. Terpenting lebih sehat dan produktif karena alamnya masih bersih dan segar," tuturnya.
Model pariwisata tersebut sangat membutuhkan dukungan alam, maka perlindungan alam, manusia dan tata kelola harus sinergi (ngecun) 100 persen. Kehadiran NCPI Bali agar menjadi garda terdepan mengawal isu-isu stratgis pariwisata Pulau Dewata.
Acara itu ditutup dengan penyerahan buku "SANUR" karya Putu Suasta kepada Owner Natya River Club Nengah Natyanta yang juga Pemilik Coco Group serta Sekretaris Adi Parnama sebagai hadiah ulang tahun. Rombongan pun menikmati hidangan makanan khas Natya River Club. (ART/001)




Baca Artikel Menarik Lainnya : Mendesak Pembangunan Jembatan di Bhuana Giri Karangasem

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali