Banner Bawah

Arogansi Kekuasaan

Admin - atnews

2023-02-02
Bagikan :
Dokumentasi dari - Arogansi Kekuasaan
Slider 1

Oleh Jro Gde Sudibya 
Pro kontra tentang penetapan Hari Arak Bali, direspons oleh penguasa bukan melalui dialog cerdas dan bermartabat, tetapi kesannya dari argumentasi dan gesture sebagai pemegang kebenaran tunggal tanpa perlu  kritik. 

Bentuk dari arogansi kekuasaan, sekaligus pengingkaran terhadap gerakan reformasi 25 tahun lalu, yang antara lain menuntut transparansi dan akuntabilitas publik dari kebijakan unt.meminimalkan fenomena "power tend to corrupt".

Membenarkan ucapan Gus Dur (Presiden ke 4 negeri ini), ternyata reformasi telah "dicuri" oleh orang2 yg.tdk.bertanggung-jawab.
Kita menjadi terkenang pada ucapan Presiden Soekarno ketika menerima delegasi mahasiswa di Istana Merdeka Jakarta, Juli 1956, yg.al.mengatakan, perjuanganku lebih mudah karena berhadapan dengan bangsa asing yg.penjajah, perjuangan kalian lebih berat, karena harus berhadapan dengan bangsa sendiri.

Atau ucapan Pak Hatta di tahun-tahun awal kemerdekaan, dengan mengutip pendapat filosof berkebamgsaan Jerman Schiler: "suatu abad besar telah lahir, (tetapi abad itu), telah melahirkan manusia-manusia kerdil".

Terhadap penetapan Hari Arak Bali tanggal 29 Januari 2023 dapat diberikan catatan kritis yakni :
1. Kebijakan ini bertentangan dengan etika publik, karena arak sebagai minuman keras dilarang konsumsinya untuk manusia  menurut ajaran agama dan distribusinya diatur secara ketat dalam peraruran yang berlaku.

2. Kebijakan Presiden yang menetapkan Miras masuk dalam daftar negatif investasi (negative list investment), tertutup untuk investasi, semestinya Pemda Bali mengikutinya, mengatur distribusi arak sebatas untuk keperluan upakara Bhuta Jajna.

3. Keinginan untuk meningkatkan penghasilan para petani arak patut diapresiasi, semestinya Pemda Bali dapat menyusun peta  kebijakan pemberdayaan ekonomi rakyat dengan biaya sosial yang rendah, terutama untuk masa depan generasi muda.

*) Jro Gde Sudibya, Ketua FPD ( Forum Penyadaran Dharma) kelompok diskusi di kalangan intelektual Hindu.

Baca Artikel Menarik Lainnya : BKD Ajak Pers Lakukan Pengawasan

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia