Denpasar (Atnews) - Koordinator Relawan Nyama Braya Gibran Bali Dewa Nyoman Sukrawan yang juga Kader Partai Demokrat tengah gencar mensosialisasikan pasangan Capres - Cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka untuk target 40 persen di Pulau Dewata.
Ia juga Mantan Petinggi PDI Perjuangan di Buleleng tengah menyiapkan Deklarasi Pasangan Prabowo-Gibran di Buleleng pada tanggal 26 November 2023 dengan menghadirkan 10.000 peserta.
Dewa Sukrawan yang juga Calon Wakil Gubernur Bali akan mengajak Prabowo-Gibran ke Buleleng untuk turun langsung bertemu rakyat Bali Utara.
Relawan Nyama Braya Gibran Bali mulai menggarap dari punggung Pulau Bali, Buleleng. Dimana daerah tersebut memiliki jumlah penduduk yang terbanyak diantara kabupaten/kota se-Bali sebanyak 650 ribu orang.
Selain itu, pihaknya juga ingin menunjukkan kepada Prabowo-Gibran, bahwa Buleleng masih sebagai daerah tertinggal dan miskin.
"Buleleng masih minim investasi apapun," ujar Dewa di Denpasar, Jumat (14/10). Ia baru saja sukses gelar Deklarasi Relawan Nyama Braya Gibran Bali di "Kandang Banteng" Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng, Rabu (8/11).
Ia pun berharap, pasangan Prabowo - Gibran dapat melanjutkan pembangunan kepemimpinan Presiden Jokowi selama dua periode memimpin Indonesia.
Menurutnya, program unggulan pasangan Prabowo - Gibran tetap pada bela negara dan cinta tanah air (NKRI) maupun kebhinekaan.
Khususnya bagi Bali, diharapkan ada program untuk masyarakat Bali tidak saja pada pembangunan fisik tetapi juga pada pembangunan sumber daya manusia (SDM), ketahanan pangan, stunting.
Begitu juga untuk pemerataan pembangunan antara Bali Utara, Tengah dan Selatan. Serta dikembalikan lagi Pembangunan Bandara Bali Utara ke dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
Semasih Presiden Jokowi, diharapkan lagi Pembangunan Bandara Bali Utara masuk PSN.
Pada kesempatan itu, pihaknya pun mengungkapkan filosofi menjelang Pilpres 2024 yang suhunya semakin memanas.
"Tertarai biarkan dia hidup di lumpur. Pinus biarkan di hidup bukit-bukit, karena disana keindahan mereka. Namanya taman itu harus banyak bunga. Sama dengan sekarang banyak partai yakni merah kuning biru dan lainnya. Semua mesti tumbuh dengan catatan akarnya tidak saling mengikat diri dan bunga - bunga itu akan beri makan kepada kumbang yang datang. Kumbang dan kupu kupu itu ibaratnya rakyat atau pemilih. Terserah kumbang atau kupu-kupu itu mau isap bunga yang mana terus terbang kemana - mana itu haknya dia, dan dia akan membawa spora. Tidak ada rakyat yang tidak bawa keuntungan. Hanya bunga - bunga layu akan tinggalkan," pungkasnya. (GAB/001)