Mengenang Peristiwa Malari 50 Tahun Lalu, dalam Demam Pilpres yang Sedang Berlangsung
Banner Bawah

Mengenang Peristiwa Malari 50 Tahun Lalu, dalam Demam Pilpres yang Sedang Berlangsung

Admin - atnews

2024-01-14
Bagikan :
Dokumentasi dari - Mengenang Peristiwa Malari 50 Tahun Lalu, dalam Demam Pilpres yang Sedang Berlangsung
Slider 1
Oleh Jro Gde Sudibya
Sejarah kontemporer negeri ini mencatat, peristiwa 15 Januari 1974 di Jakarta, demonstrasi besar-besaran mahasiswa di Jakarta untuk menolak kedatangan PM Jepang Kakuei Tanaka. 

Alasan pokok dari demo ini adalah, begitu kuatnya cengkeraman kekuatan ekonomi Jepang terhadap ekonomi Indonesia, yang membuat kalangan mahasiswa dan intelektual tidak lagi punya harapan akan masa depan ekonomi Indonesia, dari perspektif pemerataan dan keadilan. 

Diduga oleh kalangan mahasiswa, elite di sekitar penguasa "main mata" dengan sejumlah perusahaan Jepang yang melakukan investasi di sini. 

Demo murni mahasiswa, dirusak oleh kelompok perusuh, perusuh melakukan kekerasan di Tanah Abang dan kemudian Pasar Senen, yang direkayasa intel negara, untuk menggagalkan aksi mahasiswa. Ketua Dema UI Hariman Siregar dan sejumlah aktivis mahasiswa ditahan, dengan tuduhan palsu penggerak kerusuhan.

Mengenang 50 tahun Malari, dalam fenomena lahirnya Neo Orde Baru, ada sejumlah hikmah kesejarahan yang bisa dipetik, menyebut beberapa, pertama, peran politik mahasiswa dan kalangan intelektual  tetap penting, sebagai penjaga hati nurani bangsa, dalam menghadapi kekuasaan yang punya kecendrungan salah guna -power tend to corrupt- . 

Kedua, otoritariannisme yang harus dilawan, dimana mahasiswa, kalangan intelektual dan bagian rakyat yang peduli pada keselamatan demokrasi, menjadi garda terdepan untuk melawan kemunculan fenomena NEO ORBA.Ketiga, dalam demam pemilu yang sedang berlangsung, ketiga kelompok di atas, semetinya melakukan perlawanan politik di bilik suara, dengan tidak mencoblos paslon dan partai politik yang merepresentasi kekuatan Neo Orba.

*) I Gde Sudibya, ekonom, pengamat ekonomi politik, menjadi peserta konsolidasi gerakan mahasiswa di Universitas Tri Sakti, 15 Januari 1974 dari pagi sampai siang hari.

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Dhyan Foundation Gelar Yoga Kebangsaan di Monumen Perjuangan Bangsal

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Kawasan Ekonomi Khusus Kura Kura Bali: Visionary Oasis Tri Hita Karana dalam Politik Ruang Pariwisata

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Cuaca Ekstrem Picu Banjir dan Karhutla, BNPB Minta Masyarakat Tetap Siaga

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026