Banner Bawah

Bangkitkan Jalur Rempah, Mangku Pastika; UMKM Nenek Moyang 69 Ikuti Trend Back to Nature

Admin - atnews

2024-02-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bangkitkan Jalur Rempah, Mangku Pastika; UMKM Nenek Moyang 69 Ikuti Trend Back to Nature
Slider 1

Gianyar (Atnews) - Anggota DPD RI Dapil Bali Made Mangku Pastika mendukung kebangkitan jalur rempah global untuk meningkatkan kesejahteraan Bali dan Indonesia.

Diharapkan Indonesia dan Bali dijadikan pusat jalur rempah tersebut, karena SDA Indonesia dan Bali memiliki beragam rempah-rempah sudah dikenal sejak lampau.

Bali mewariskan ramuan rempah-rempah tersebut sebagai gaya hidup (lifestyle) atau wellness. Hal tersebut menjadi salah satu daya tarik wisatawan datang ke Pulau Dewata, tenaga Spa dari juga terampil.

Gagasan itu sejalan dengan trend dunia kembali ke alam "back to nature". Mereka menginginkan kehidupan lebih sehat, tenang dan umur yang panjang.

Apalagi Bali dengan Usada Bali yang memanfaatkan rempah-rempah sebagai bahannya. Sejarah menunjukkan bahwa usada diturunkan dari Ayurveda. Bahkan hal itu juga dibuktikan oleh adanya kemiripan dalam lontar Usada dan Ayurveda.

Untuk itu, Ayurveda diharapkan mampu penunjang dalam melestarikan dan mengembangkan Usada agar dapat terintegrasi ke pengobatan modern sehingga pasar bisa menerima lebih luas.

Sedangkan Ayurveda sebagai sistem gaya hidup sehat yang telah digunakan orang di India selama lebih dari 5.000 tahun. Dalam bahasa Sansekerta, Ayurveda berarti "The Science of Life." Dengan membentuk Ministry of Ayurveda, Yoga and Naturopathy, Unani, Siddha and Homoeopathy (AYUSH) atau Kementerian Ayurveda, Yoga & Naturopati, Unani, Siddha dan Homoeopati.

Ayurveda telah menekankan kesehatan yang baik untuk pencegahan dan pengobatan penyakit melalui praktik gaya hidup yakni pijat, meditasi, yoga, dan perubahan pola makan, termasuk penggunaan obat herbal.

Dengan demikian, Mangku Pastika memberikan apresiasi UMKM "Nenek Moyang 69" yang merupakan binaan KPRK, memproduksi rempah-rempah untuk bahan herbal berupa masker, lulur dan lainnya.

Pangsa pasarnya sudah mereka garap baik dalam negeri maupun luar negeri baik Asutralia hingga Taiwan begitu juga untuk kebutuhan Spa.

Saat ini dimana manusia ingin sehat yang alami, Karena itu perawatan tubuh dengan produk chemical (senyawa kimia) akan ditinggalkan karena manusia ingin yang sehat dalam jangka panjang.

“Jadi satu-satunya jalan adalah back to nature. Filosofi itulah dikembangkan di UMKM Nenek Moyang 69 dengan memanfaatkan herbal, kekayaan alam kita,” kata Mangku Pastika yang juga Gubernur Bali dua periode 2008-2018 di Batubulan Gianyar, Minggu (18/2).

Demikian diungkap saat Reses ke UMKM "Nenek Moyang 69" di bawah bendera CV Boreh Bali Indonesia. Pada reses yang dipandu Tim Ahli Nyoman Baskara, Ketut Ngastawa dan Nyoman Wiratmaja dengan tema “Upaya Meningkatkan Daya Saing Pelaku UMKM Herbal”, Mangku Pastika melihat langsung proses produksi pembuatan aneka produk herbal yang kini sudah tembus ke sejumlah negara.

“Mereka sudah mulai dari hulu ke hilir, dari memanfaatkan lahan, tanaman, memberdayakan petani kemudian menggunakan teknologi yang lebih saintis dengan kaidah-kaidah kesehatan, mendapatkan lisensi BPOM, dan sertifikasi halal. Semoga produk ini bisa diterima semua kalangan masyarakat,” ujar mantan Gubernur Bali dua periode ini.

“Saya merasa mendapat wawasan begitu luas setelah melihat apa yang dikerjakan di pabrik ini. Tugas saya sekarang adalah menghubung-hubungkan mulai dari petani hingga pihak yang terkait lainnya. Daripada lahannya kosong, kalau ditanami kelor, daun salam, kunyit itu tentu tidak sulit khususnya di Bali yang bisa dimanfaatkan petani,” tambah Mangku Pastika.

Memang ada sebagian bahan baku seperti kemiri dan kencur mesti didatangkan dari Flores NTT karena dibutuhkan dalam jumlah besar.

“Jadi meski belum ada kemiri tidak apa-apa. Kan kita juga bisa menghidupi petani di Flores, tetangga kita. Di sinilah diproses, diproduksi dan menyerap tenaga kerja,” ungkap Mangku Pastika.

Sementara itu, Owner Nenek Moyang 69 Ketut Dian Sugiantari, S.H. menyambut gembira kedatangan Gubernur Bali 2008-2018 ke pabriknya.

“Terima kasih Bapak datang dan menghargai usaha kecil. Saya ingin mengembangkan usaha ini untuk membantu petani rempah-rempah. Saya juga melibatkan ibu rumah tangga untuk turut serta seperti dalam proses pembersihan bahan baku,” jelasnya.

Dikatakan Indonesia kaya akan sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan untuk jadi produk unggul.

“Dengan kehadiran Bapak semoga ke depan ini bisa semakin maju dan kita bisa membuka lapangan pekerjaan yang semakin luas lagi,” harapnya.

Dalam produksinya, CV Boreh Bali Indonesia menggunakan kunyit, kencur, kemiri, daun salam, kacang hijau, daun kelor, daun liligundi dan beras merah. Jumlahnya berton-ton setiap bulannya dan sebagian didatangkan dari NTT.

Untuk rempah-rempah seperti kunyit dan daun salam masih bisa didapatkan di Bali. “Tapi kencur dan kemiri karena skala besar kita disupport petani dari Flores. Untuk pemasaran di Indonesia kita punya reseller dan distributor. Sedangkan ekspor kita sudah menyuplai ke spa-spa di Australia, skala besar ke Taiwan,” jelas Dian.

Ia mengaku optimis produk berbahan herbal ini akan semakin diminati karena tidak ada bahan kimia.

“Ini bagus untuk kulit dalam jangka panjang. Rempah-rempah bagus untuk kesehatan tubuh, dimakan saja aman apalagi di kulit. Tahun 2017 saya mendapatkan tender Kutus - Kutus, itu menopang saya untuk semangat di bidang herbal. Ini kebetulan resep nenek saya, saya. kembangkan. Produk ini sudah BPOM dan halal juga,” pungkasnya. (GAB/ART/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sesepuh BPBD Dukung Keluarga Tangguh Bencana

Terpopuler

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

Dampingi Presiden Kelima RI, Gubernur Koster Kawal Lompatan HKI Bali, Dorong Perlindungan Karya dan Martabat Budaya Pulau Dewata

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Tengah Tekanan Global, Kemenpar Siapkan Strategi Jaga Target Pariwisata 2026

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif

Ari Dwipayana Raih Penghargaan Tokoh Hindu Inspiratif