Denpasar (Atnews) - Kuta yang dikenal sebagai obyek wisata dengan pantainya yang menawan, tentunya sudah tidak asing lagi bagi para pelancong yang berdatangan dari berbagai belahan dunia. Namun siapa nyana, ternyata masyarakatnya yang keseharian bergaul dengan para turis termasuk turis asing, tetap bertekad untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali.
Setidaknya itulah yang ditegaskan oleh, Made Sedana Yasa, koordinator Sanggar Seni Kerti Yasa Kuta ketika dijumpai Atnews di belakang panggung (Kalangan Ayodya Taman Budaya) seusai pentas Drama Tari Wayang Wong dalam mengisi agenda Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVI Tahun 2024 malam ini.
Made Sedana Yasa alias De Pageh menandaskan, sanggar seninya ini sejatinya tidak semata hanya untuk melestarikan dan mengembangkan seni budaya Bali, namun sekaligus untuk mendorong generasi muda setempat tidak salah pergaulan. Sedana Yasa ingin merangkul mereka dalam berkesenian. Gayung tersambut, hanya dalam waktu sekitar satu setengah bulan, sekaa berkeseniannya ini sudah mampu tampil perdana di Pasar Majelangu Desa Adat Kuta, kemudian tampil kedua, kata Made Sedana Yasa, yakni
ngayah di Kedonganan. Sedangkan pentas ketiga, yaaa di arena PKB ini, "ucapnya dengan bangga.
Memang pantas untuk dibanggakan, karena penampilan Wayang Wong Anyar, dengan mengambil judul "Bayu Adnyana" berhasil memukau penonton yang memenuhi kalangan ayodya. Unjuk kebolehan selama kurang lebih dua jam, melalui pemeran atau tokoh punakawan Sangutvserta Melem berhasil mengocok perut penonton.
Diceritakan pasukan wenara yang dipimpin oleh Rama, telah berhasil mengalahkan pasukan raksasa dari Alengka Pura dengan Rajanya Sang Rewana alias Sang Dasa Muka sekaligus memboyong Dewi Sira kembali ke Ayodya.
Wayang Wong sebagai bagian dari seni pertunjukan memang sangat jarang dipentaskan di tempat-tempat umum sebagai tontonan. Hal ini terjadi karena drama tari klasik ini sebagian besar memang disakralkan. Beda dengan Wayang Wong dari Sanggar Seni Kerti Yasa Kuta ini, terbentuknya bersifat spontanitas, ujar Sedana Yasa. Ia bahkan wanti-wanti menyampaikan kepada media online atnews, bahwasanya, pihaknya bersama generasi muda setempat berkomitmrn untuk tetap menjaga mengembangkan serta melestarikan seni budaya Bali.
Semalam arena PKB ke-46 selain menyuguhkan drama tari Wayang Wong, juga disemarakkan parade Gong Kebyar Legendaris Sekaa Gong Eka Dharma Duta, Desa Pujungan Kecamatan Pupuan, Duta Kabupaten Tabanan dengan Paguyuban Istakari Kokar, Desa Batubulan Kecamatan Sukawati, Duta Kabupaten Gianyar, bertempat di Panggung Terbuka Ardha Candra. Sementara, Senin, 8 Juli, mulai, pkl: 14.00 Wita berupa Tarian Khas Dayak, disusul Parade Joged Bumbung, mulai pukul:17.00 Wita, kemudian mulai pkl:19.00 Wita, berupa suguhan palegongan klasik serta parade Gong Kebyar Legendaris. (IBM).