Banner Bawah

Bharat, Sanatan Dharma, Veda

Admin - atnews

2024-08-31
Bagikan :
Dokumentasi dari - Bharat, Sanatan Dharma, Veda
Putu Suasta seorang Pengelana Global, Alumni UGM dan Universitas Cornell (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Putu Suasta seorang Pengelana Global, Alumni UGM dan Universitas Cornell mengatakan Sanatan Dharma, sering disebut sebagai Hinduisme tengah bangkit kembali dalam mencari nilai - nilai universal.

Sanatan Dharma yang merupakan peradaban Veda/Vedanta sebagai cara hidup yang telah diikuti oleh jutaan orang selama ribuan tahun.

Hal itu populer disebut dharma (tugas, hukum, atau jalan) yang mencakup ajaran spiritual, etika, dan filosofis yang mendalam.

"Dalam mempelajari Sanatan Dharma banyak perguruan-perguruan Hindu moderen maupun secara tradisi kuno tersedia, disamping informasi sudah ada dalam literatur kitab suci Veda maupun di jagat maya," ujar Putu Suasta di Denpasar, Jumat (30/8).

Merangkul Sanatan Dharma dengan bangga dan tanpa maaf melibatkan pemahaman dan hidup dengan prinsip-prinsipnya, yang menekankan kesatuan semua kehidupan, perlindungan alam, dan keyakinan bahwa dunia adalah satu keluarga (vasudhaiva kutumbakam).

Kebijaksanaan Sanatan Dharma tanpa batas, tidak berawal dan berakhir. Sanatan Dharma, yang berarti "tugas abadi" atau "hukum abadi," dianggap abadi dan universal. Ajarannya tidak terbatas pada periode atau tempat tertentu, membuatnya relevan lintas usia dan budaya.

Bahkan dari sisi kedalaman rohani. Sanatan Dharma menawarkan kerangka spiritual yang mendalam yang mengeksplorasi sifat diri (Atman), alam semesta (Brahman), dan tujuan hidup. Tujuan akhir menuju dunia rohani, planet atas, menuju moksha (pembebasan).

Selain itu, Sanatan Dharma mengenali dan menghormati beragam jalan menuju dunia rohani, baik melalui pengabdian (bhakti), pengetahuan (jnana), meditasi (dhyana), atau tindakan tanpa pamrih (karma). Inklusivitas ini adalah salah satu kekuatan terbesarnya.

Disebutkan pula, prinsip Sanatan Dharma yakni Vasudhaiva Kutumbakam (Dunia adalah Satu Keluarga). Konsep itu menekankan saling berhubungan dari semua makhluk. Ini mengajarkan bahwa di luar batas-batas nasional, ras, atau agama, kita semua adalah bagian dari satu keluarga global, layak saling menghormati dan kasih sayang.

Konsep itu pula sudah digemakan kembali pada KTT G20 ketika negara India (Bharat) menjadi tuan rumah KTT G20 2023.  KTT G20 tahun ini dilaksanakan di India tanggal 9-10 September dengan mengusung tema “Vasudhaiva Kutumbakam” atau Satu Bumi. Satu Keluarga. Satu Masa Depan (One Earth, One Family, One Future).

Setelah Indonesia berhasil pula menjadi tuan rumah KTT G20 2022 di Bal dengan tema “Recover Together, Recover Stronger”, kini berlangsung KTT G20 2024 di Brasil bertema “Building a Just World and Sustainable Planet”.

Prinsip Sanatan Dharma berikutnya Ahimsa (Tanpa kekerasan). Sanatan Dharma mempromosikan tanpa kekerasan dalam pikiran, kata, dan perbuatan. Prinsip ini meluas tidak hanya kepada manusia tetapi juga kepada semua makhluk hidup, menganjurkan kasih sayang dan kebaikan terhadap semua bentuk kehidupan. 

Bahkan dijelaskan dalam Veda kewajiban dan tugas pemimpin atau Raja dalam memberikan perlindungan kepada semua makhluk hidup. Sebagaimana diuraikan dalam Bhagavadgita, Mahabharata hingga Ramayana.

Begitu juga prinsip Sanatan Dharma yakni Dharma (Kebenaran). Dharma adalah jalan moral dan etika yang menopang masyarakat, alam, dan alam semesta. Hidup menurut dharma melibatkan memenuhi kewajiban seseorang secara bertanggung jawab, bertindak dengan integritas, dan menegakkan keadilan. Hal itu sesuai dengan Catur Warna dan Catur Asrama.

Prinsip Sanatan Dharma yang lainnya yakni Perlindungan Alam. Penghargaan untuk Alam khususnya di Bali, sejatinya banyak warisan leluhur Bali. Bahkan yang kini populer diperkenalkan Tri Hita Karana. Namun pada prakteknya masih jauh panggang dari api. Oleh karena banyak perilaku buruk terhadap lingkungan mulai dari pengelolaan sampah, krisis air, alih fungsi lahan, galian C bodong hingga penurunan kualitas udara.

"Sanatan Dharma mengajarkan bahwa alam itu suci, dan kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya. Elemen-elemen alam—bumi (Prithvi), air (Apah), api (Agni), udara (Vayu), dan ruang (Akasha)—disanjung sebagai manifestasi Tuhan Yang Maha Esa," ujarnya.

Kelima elemen itu pula dikenal dengan Panca Maha Bhuta, hubungan Bhuana Agung dan Bhuana Alit.

Kitab Suci kuno menganjurkan hubungan yang harmonis dengan alam, menekankan kehidupan berkelanjutan, konservasi sumber daya, dan penghormatan terhadap semua bentuk kehidupan.

Maka dari itu, Sanatan Dharma warisan budaya dan spiritual yang kaya yang telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap filsafat, sains, seni, dan literatur. 

Tidak perlu merasa malu dengan kontribusi ini; sebaliknya, mereka harus dirayakan dan dibagikan dengan dunia.

Veda menetapkan bahwa ia hanya bisa dipelajari dan dimengerti secara sabda-pramana, mendengar dari sumber  yang  benar dan sah yaitu dari para Acarya  secara parampara ( proses menurun/deduktip) dalam garis perguruan.

Veda merupakan kumpulan sastra-sastra kuno dari zaman India Kuno yang jumlahnya sangat banyak dan luas. Dalam ajaran Hindu, Veda termasuk dalam golongan Sruti (secara harfiah berarti "yang didengar"), karena umat Hindu percaya bahwa isi Veda merupakan kumpulan wahyu dari Brahman (Tuhan). 

Veda diyakini sebagai sastra tertua dalam peradaban manusia yang masih ada hingga saat ini. Pada masa awal turunnya wahyu, Veda diturunkan/diajarkan dengan sistem lisan—pengajaran dari mulut ke mulut, yang mana pada masa itu tulisan belum ditemukan—dari guru ke siswa. 

Setelah itu, baru Veda ditulisan, para Resi menuangkan ajaran-ajaran Veda ke dalam bentuk tulisan. Veda bersifat apaurusheya, karena berasal dari wahyu, tidak dikarang oleh manusia, dan abadi.

Selanjutnya, Maharesi Bhagavan Vyasa, menyusun kembali Veda dan membagi Veda menjadi empat bagian utama yaitu:  Regweda, Yajurweda,  Samaweda dan Atharwaweda. Semua itu disusun pada masa awal Kaliyuga.

Disamping itu, relevansi universal, prinsip-prinsip Sanatan Dharma, seperti kasih sayang, kebenaran, dan tanpa kekerasan, secara universal relevan dan dapat berkontribusi pada perdamaian dan keselarasan global. Hidup dengan prinsip-prinsip ini adalah sumber kebanggaan.

Teks dasar Sanatan Dharma, Veda dan Upanishad, menjelajahi sifat realitas, diri, dan alam semesta. Mereka menawarkan wawasan mendalam ke dunia spiritual dan material.

Dalam Bhagavad Gita memberikan panduan praktis untuk menjalani kehidupan yang benar, menyeimbangkan tugas, dan mencapai pembebasan spiritual. Ajarannya abadi dan berlaku untuk kehidupan sehari-hari.

Sedangkan Ramayana dan Mahabharata meruapakan epik yang menawarkan pelajaran dalam dharma, etika, dan kompleksitas kehidupan manusia. Mereka berfungsi sebagai panduan untuk perilaku moral dan mengejar kebenaran.

Menerima Sanatan Dharma melibatkan lebih dari sekedar memahami prinsip-prinsipnya itu membutuhkan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Ini termasuk meditasi, yoga, kehidupan etis, dan tindakan kasih sayang.

Dengan bangga berbagi ajaran Sanatan Dharma dengan orang lain membantu menghilangkan kesalahpahaman dan menunjukkan daya tarik universal dan relevan.

Sanatan Dharma adalah jalan yang komprehensif dan mendalam yang menawarkan panduan untuk menjalani kehidupan yang benar, memuaskan, dan diperkaya secara spiritual. 

Dengan mengikutinya dengan bangga dan tidak menyesal, seseorang sejalan dengan nilai-nilai yang mempromosikan kesejahteraan semua, perlindungan alam, dan kesatuan umat manusia. 

Tidak ada rasa malu dalam merangkul kebijaksanaan kuno ini; sebaliknya, itu adalah sumber kebanggaan yang luar biasa dan panduan untuk menjalani kehidupan yang penuh tujuan, keselarasan, dan cinta universal.

Sebelumnya, Jro Gde Sudibya, intelektual Hindu, penulis buku Agama Hindu dan Kebudayaan Bali mengatakan dalam sejarah peradaban, peradaban dan kemudian kebudayaan yang mampu bertahan lama (sustainable), cerdas merespons perubahan, peradaban yang berbasis spirit, keyakinan, sraddha yang kemudian dibumikan dengan kecerdasan intelektual dalam perspektif visi masa depan.

Namun, Bhartiya (nama otentik India) merupakan contoh yang baik, bagaimana peradaban besar berbasis spirit Veda/Vedanda, sempat ditaklukkan secara keras oleh kerajaan Islam selama hampir 2,000 tahun, kembali dijajah Inggris tidak kalah kerasnya sekitar 195 tahun. 

Penaklukan dan penjajahan yang punya ambisi besar, untuk menghapuskan peradaban Sanatana Dharma dari peta geo politik peradaban.

Ternyata rencana jahat ini gagal. Peradaban besar Veda/Vendatha mengalami revitalisasi besar, menyebut beberapa: kemajuan India di bidang teknologi dan industri dipimpin oleh Narendra Modi yang seorang sanyasin. 

India sekarang, sangat diperhitungkan dalam percaturan geo politik global. Para profesional India yang menyebar di seluruh dunia, sehingga sekitar 90 persen CEO perusahaan top IT dunia adalah para profesional berdarah India. 

Pembangunan kembali Nalanda University, Taksila University, yang merupakan simbol peradaban Bhartiya di masa lalu, bentuk nyata dari kebangkitan peradaban berbasis Veda/Vendantha di anak benda India.

Peradaban Bali yang beragama Hindu, yang kebudayaannya yang dijiwai oleh agama Hindu (sebagaimanana sering disampaikan Gubernur Mantra), peradaban dan kebudayaannya berbasis spirit, keyakinan, sraddha Veda/Vedantha yang diterapkan oleh leluhur Bali, "Manut Desa, Kala, Patra". 

Peradaban yang berbasis bangunan fisik, akan menjadi "nyaplir" dan bahkan keliru, jika menafikan spirit, keyakinan dan sraddha yang telah lama mengakar di masyarakat. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Windia: Tidak Perlu Formal Ada Debat Capres

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng