Banner Bawah

Ram Temple Ayodhyā, Sri Rama dan Sanatana Dharma

Admin - atnews

2025-04-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ram Temple Ayodhyā, Sri Rama dan Sanatana Dharma
Pengelana Global Putu Suasta (ist/Atnews)

Denpasar (Atnews) - Pengelana Global Putu Suasta yang Alumni UGM dan Cornell University ikut memperingati perayaan Ram Navami yang jatuh pada tanggal 6 April 2025.

Ram Navami adalah Vasanti Navami (hari kesembilan bulan purnama di bulan Bengali Chaitra). Pada tithi ini, di tengah hari, dalam Abhijita Kshana yang penuh berkah, Karkata Lagna, Sri Rama muncul dari ibu Kaushalya, sebagai putra Raja Dasharatha di Ayodhyā. 

Sri Ramachandra terkenal sebagai “Maryada Purushottama” (Tuhan yang agung). Ia sebagai Avatara untuk melindungi kedaulatan agama. Ia turun untuk membunuh Raja Rahwana dan raksasa lain yang menentang Veda setelah memperoleh anugerah dari Dewa Brahma. Tujuan lainnya adalah untuk menyelamatkan kebenaran dan dharma dan memberikan perlindungan kepada para sadhu yang saleh. 

Kulitnya Sri Rama seperti bilah-bilah durva (rumput lembut yang baru tumbuh). Pakaiannya berwarna kuning dan Ia memegang busur. Ia adalah yang terbaik dalam Surya Wangsa atau Dinasti Surya atau Matahari. 

Di antara Caturvyuha (empat serangkai), Ia adalah Vasudeva, Lakshmana adalah Sankarshana, Bharata adalah Pradyumna dan Shatrughna adalah Aniruddha. Tempat tinggal abadi-Nya, Ayodhyā terletak di atas Vaikuntha. 

Di dunia material ini, Ia mewujudkan lila-Nya di Ayodhya di Uttar Pradesh. Ia juga dilayani oleh Hanuman di Kimpurusha Varsha.

Sri Rāmacandra muncul di planet bumi jutaan tahun lalu pada Treta Yuga. Dimana Catur Yuga adalah siklus waktu yang terdiri dari empat era atau yuga yakni Satya Yuga (Era keemasan) berlangsung selama 1.728.000 tahun, Treta Yuga (Era perak) berlangsung selama 1.296.000 tahun, Dwapara Yuga (Era tembaga) berlangsung selama 864.000 tahun dan (Kali Yuga) Era besi, berlangsung selama 432.000 tahun. 

Jadi, total lama Catur Yuga yakni 4.320.000 tahun. Sedangkan Kaliyuga baru memasuki 5127. Catur Yuga adalah konsep waktu dalam agama Hindu yang menggambarkan siklus waktu yang berulang-ulang.

Untuk itu, tempat Sri Rāmacandra muncul di Ayodhyā sekarang dijadikan Ram Temple di dalam kompleks seluas 28 hektare. 
            
Ram Temple sudah diresmikan Perdana Menteri India Narendra Modi pada tanggal 22 Januari 2024.

Putu Suasta mengatakan, keberhasilan membangunnya kembali Ram Temple setelah 550 tahun umat Hindu melakukan perjuangan yang bersejarah untuk mewujudkannya. 

Perjuangan sejarah itu mendapatkan dukungan sekala penuh dari Umat Hindu Sedunia kepada kepemimpinan PM Modi dalam mewujudkan tugas sejarah menuju India yang gemilang dengan penganut umat Hindu terbesar di dunia. 

Kuil itu dibangun di atas lokasi Masjid abad ke-16 yang dihancurkan pada tahun 1992. Setelah pertarungan hukum yang panjang di Pengadilan Negara selama beberapa dekade. Mahkamah Agung Federal Negara India akhirnya pada tahun 2019 memutuskan secara legal memberikan kepemilikan tanah tersebut kepada sebuah lembaga dengan Otoritas penuh.
            
Putu Suasta beberapa saat yang lalu,baru saja datang dari Tirta Yatra ke Ram Temple Ayodya dalam rangka mengikuti acara  Perayaan Maha Kumbh Mela 2025 di Prayagraj Allahabad, 630 km dari New Delhi

Mahashivratri sebagai puncak Maha Kumbh Mela 2025 yang dirayakan setiap 144 tahun sekali,dilaksanakan selama 45 hari, para peziarah datang dari seluruh India dan dunia.

Selama 45 hari, menurut Hindustan Time, YouTube, New York Time diperkirakan sekitar 600 juta pengunjung selama festival dari 13 Januari 2025 hingga 26 Februari 2025. 

Acara Maha Kumbh Mela 2025 di Prayagraj telah mencetak rekor baru, dengan perkiraan 600 juta umat melakukan perendaman di Triveni Sangam, tempat bertemunya sungai Gangga, Yamuna, dan Saraswati. 

Suasta menceritakan perjuangan yang berat mengunjungi Ram Temple Ayodhyā karena harus melewati kemacetan sepanjang 80 km disebabkan perjalanan jutaan para peziarah dari seluruh Dunia. . 

Rombongan peziarah dari Bali merasa beruntung dan penuh karunia, bisa datang menyaksikan langsung tempat yang historikal episentrumnya sejarah peradaban Veda, dengan tampilnya Sri Rama sebagai avatara dalam menegakkan Dharma.

Para Peziarah berbondong-bondong datang ke Ayodhyā, setelah selesai mengikuti semua rangkaian perayaan Maha Kumbh Mela. 

Untuk itu, rombongan peziarah dari Bali berjalan belasan kilo meter agar bisa sampai di komplek tempel Sri Rama.

Para peziarah  rela antrai 1 kilo meter lebih agar bisa masuk ke Mandir utama Sri Rama. Mereka banyak merasakan kebahagiaan spiritual, bahkan ada yang menangis.

"Memang Tirta Yatra ke India tidak mudah, apalagi kalau ingin Dharsan ke temple yang suci dan penting," ujarnya

Selain Tirta Yatra ke Triveni Sangam  Prayagraj, Budayawan Suasta juga mengunjungi Kurukshetra, Varanasi, Banaras Hindu University (BHU), Ram Temple Ayodhya, Swaminarayan Akshardham New Delhi, Lotus Temple New Dehli.

Peziarah dari Bali Tirta Yatra Spiritual selama 12 hari, berangkat dari Bali tanggal 23 Januari 2025 hadir bersama Pemerhati Kehidupan Dr Wayan Sayoga yang juga Ketua DPD Prajaniti Bali, Direktur Utama PT. Pak Oles Tockcer Dr Gede Ngurah Wididana,  Komang Dyah Setuti, dr. Putu Laksmi Anggari Putri Duarsa, Sp.KK, Dr Yoga dan Nyoman Ratna Widiasmini.

Putu Suasta menceritakan keagungan kesucian Sungai Gangga, yang diipuja dan disucikan penganut Hindu  di seluruh Dunia.

Putu Suasta sudah 6 kali menjelajahi daratan India. Dan mendapatkan pengalaman yang luar biasa darinoerjalanan kultural itu, sampai mengubah pandangan terhadap hidup dan kehidupan. Mengunjungi dan berinteraksi dengan tempat-tempat suci umat Hindu (Sanatana Dharma) ,tinggal di Ashram, belajar,melihat kehidupan tradisional masyarakat India dengan seluruh aspeknya. Perjalanan pengalaman itu dalam kurun waktu tiga dekade lebih. 

Bahkan tinggal di tempat-tempat suci bagi umat Hindu yakni Punjab, Varanasi disebut juga Benares atau Kashi adalah kota suci agama Hindu di tepi Sungai Gangga yang terletak di negara bagian Uttar Pradesh di India bagian utara. Juga tinggal di Jaipur, Udaipur, Rshikesh, Rajasthan, Haridwar, Pushkar, Agra, Mathura

Ayodhyā di India Utara tempat Sri Rama muncul. Sebagaimana Sri Kṛṣṇa muncul di Mathurā yang juga India utara. 

Dan Mathurā berjarak sekitar sembilan puluh mil ke selatan dari New Delhi . Jadi Ayodhyā juga terletak sekitar lima ratus mil di timur laut New Delhi. 

Kisah Sri Rama ada dalam Kitab Itihasa Rāmāyaṇa disusun oleh Rsi Walmiki terdiri dari 24.000 sloka dan memiliki tujuh bagian yang disebut Sapta Kanda.  
            
Rāmāyaṇa juga diterima sebagai sejarah. Sastra Weda juga merupakan sejarah. 
Bahkan Purāṇa, Śrīmad - Bhāgavatam , Mahābhārata, dan Rāmāyaṇa , semuanya termasuk dalam sejarah.

Sejarah Rāmacandra, ketika Raja Dasharatha dan putranya, Dewa Rama. Menurut Purana, Dasharatha memiliki tiga istri. Tetapi tidak satu pun dari mereka yang mampu melahirkan seorang anak. 

Raja berkonsultasi dengan para Resi dan mereka menyarankannya untuk melakukan Putreshti Yajna. Sesuai instruksi mereka, Raja melakukan yajna. Setelah yajna, raja memberikan sisa kheer (nasi susu) kepada ratu tersayangnya Kaushalya. Karena ketiga ratu itu berteman, Kaushalya memberikan setengah dari kheer kepada Kaikeyi. Itulah sebabnya Kaushalya melahirkan Rama dan Kaikeyi melahirkan Bharata. 

Sumitra memakan dua porsi kheer yang diberikan oleh Kaushalya dan Kaikeyi. Oleh karena itu Lakshmana dan Shatrughna lahir sebagai anak kembar darinya. 

Ramachandra muncul pada Navami tithi bulan purnama di bulan Chaitra. Penduduk Ayodhya menjadi sangat bahagia dengan raja baru mereka. Maka mereka mulai merayakan kedatangan raja mereka setiap tahun sejak saat itu. Lambat laun, perayaan ini menjadi salah satu tradisi paling populer di seluruh India.

QHari Rama Navami adalah hari terakhir Navaratri. Dua perayaan besar umat Hindu ini meningkatkan keagungan hari ini. Dipercaya bahwa dengan berpuasa pada hari Rama Navami, semua dosa akan terhapus, dan keberuntungan akan terbuka.

Pembacaan, ceramah, kirtana & bhajan diselenggarakan pada Rama Navami dilakukan seluruh negeri oleh umat Hindu.

Festival ini dirayakan secara berbeda di berbagai tempat di negara India. Terutama di Ayodhya dan Varanasi, orang-orang mandi di Sungai Sarayu dan Sungai Gangga.

Festival kereta perang diadakan untuk Dewa Rama, Sita, Lakshmana, dan Hanuman. Festival serupa juga diadakan di Sitamani dan Bihar untuk bersenang-senang.

Di beberapa tempat, pandal dibuat dan dewa Dewa Rama ditempatkan di sana. Kheer, Puri, atau halwa (makanan penutup India) dibuat di setiap rumah. Beberapa orang mengaransemen lagu Ramayana atau pembacaan Ramayana atau Rathayatra dan pasar malam.

Dengan cara itu, Ram Navami dirayakan sebagai festival kegembiraan secara serentak di berbagai bagian negara.
Di India, kuil-kuil Dewa Rama dihiasi dengan bunga-bunga berwarna-warni dan lampu-lampu. Orang-orang mandi di sungai-sungai suci dan melantunkan nama-nama Dewa Rama. Banyak umat Hindu berpuasa pada hari ini untuk mendapatkan belas kasihan Sri Rama.

Dalam hal ini, Sri Hari Bhaktivilasa telah menyatakan 
“Caitre masi navamyantu shuklayam hi raghudvaha,
Pradurasit pura Brahman param brahmaiva kevalam,
Tasmin dine tu kartavyam upavasa vradikam”
Artinya: Wahai Brahman, menurut Agastya Samhita, Sri Ramachandra Parabrahma muncul di masa lampau pada Navami Shukla Paksha di bulan Chaitrama. Puasa pada hari itu adalah wajib.

Sloka Agastya Samhita yang dikumpulkan dalam Sri Haribhaktivilasa:
“Srirama Navami prokta koti Surya grahadhika,
Tasmin makan malam mahapunye ramam uddishya bhaktitah,
Yat kinchit kurute karma tad bhava kshaya karakam.”

Artinya: satu Rama Navami Vrata lebih agung daripada berjuta-juta gerhana matahari. Pada hari suci itu, jika seseorang melakukan tindakan apa pun dengan pengabdian kepada Sri Rama, itu akan menuntunnya menuju pembebasan dari dunia material.

Sementara itu, banyak versi Ramayana  dalam bahasa India, termasuk adaptasi  Buddha dan Jain. Ada juga versi Ramayana dalam bahasa Kamboja (Reamker ), Indonesia, Filipina,  Thailand (Ramakien ), Laos, Burma,  Nepal, Maladewa, Vietnam,  Tibet - Tiongkok, dan Melayu.

Selain itu, di beberapa negara (seperti misalnya Thailand, Kamboja, Vietnam, Laos, Philipina, dan lain-lain), kisah Ramayana diangkat sebagai pertunjukan kesenian.

Bahkan PM Narendra Modi melakukan kunjungan  ke Thailand mendapatkan persembahan Ramayana.

"Hubungan budaya yang tidak seperti yang lain!. Menonton pertunjukan menawan dari Ramayana Thailand, Ramakien. Itu adalah pengalaman yang benar-benar memperkaya yang dengan indah memamerkan hubungan budaya dan peradaban bersama antara India dan Thailand," tulis Modi dalam akun Facebook pada tanggal 3 April 2025.

Pada kesempatan itu, PM Modi hadir dalam acara BimSTEC di KTT yang diadakan di Bangkok, Thailand. Modi menegaskan kembali komitmen kami untuk meningkatkan kerjasama di berbagai sektor. "Semoga upaya kita membawa perbedaan positif dalam kehidupan masyarakat. Ramayana benar-benar terus menghubungkan hati dan tradisi di banyak bagian Asia," harapnya.

Selian itu, saat PM Narendra Modi mengunjungi Thailand, negara itu meluncurkan stempel khusus yang menampilkan lukisan mural Ramakien abad ke-18. Penghormatan yang berarti untuk hubungan budaya abadi antara India dan Thailand.

Selanjutnya, Modi melakukan perjalanan ke Sri Lanka setelah menghadiri pertemuan puncak BIMSTEC di Thailand, di mana kegiatannya termasuk berdiskusi dengan para pemimpin regional seperti Penasihat Utama Bangladesh Muhammad Yunus.

PM Modi tiba di Kolombo pada Jumat (4 April 2025) kunjungan  yang difokuskan pada diskusi bilateral dan penandatanganan beberapa perjanjian utama antara India dan Sri Lanka.

Melakukan pembicaraan yang luas dan produktif dengan Presiden Anura Kumara Dissanayake di Kolombo. Beberapa bulan yang lalu, Presiden Dissanayake memilih India sebagai tempat kunjungan ke luar negeri pertamanya setelah menjadi Presiden. Sekarang, saya mendapat kehormatan menjadi pemimpin asing pertama yang dia tuan rumah di kepresidenannya. Ini menunjukkan komitmen pribadinya terhadap hubungan India-Sri Lanka dan ikatan tak terputus yang ada di antara negara-negara kita.

Tanah yang cukup luas telah tertutup sejak Presiden Dissanayake mengunjungi India, terutama di sektor seperti energi, tenaga surya, teknologi, dan banyak lagi. Dalam pembicaraan kami hari ini, kami membahas cara-cara untuk menambah lebih banyak momentum pada hubungan dalam keamanan, perdagangan, pertanian, perumahan, budaya, dan sektor lainnya.


Ini adalah masalah kebanggaan besar bagi saya untuk dianugerahkan 'Sri Lanka Mitra Vibhushana' oleh Presiden Anura Kumara Dissanayake hari ini. Penghargaan ini bukan milikku sendiri - ini adalah penghormatan kepada 1,4 miliar orang India. Ini melambangkan persahabatan yang mengakar dan ikatan bersejarah antara orang-orang India dan Sri Lanka. Saya mengucapkan terima kasih yang tulus kepada Presiden, Pemerintah dan rakyat Sri Lanka atas kehormatan ini.

Selama sambutan masyarakat, juga melihat terjemahan pemikiran Mahapurush Srimanta Sankardev, Sri Sri Madhabdev, buku-buku tentang musik, cerita-cerita India dan bagian-bagian dari Gita Govinda di Pali. "Semoga ikatan budaya ini berkembang selamanya," harapnya.

Kunjungan Modi ke Sri Lanka — atas undangan Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake menandai kunjungan pertama seorang pemimpin asing ke Sri Lanka setelah negara kepulauan itu mengalami perubahan politik yang dramatis tahun lalu, dengan naiknya pemimpin sayap kiri dan aliansi Kekuatan Rakyat Nasional (NPP) ke tampuk kekuasaan. 

Sebelumnya, Presiden Dissanayake mengunjungi New Delhi, menandai kunjungan kenegaraan pertamanya ke luar negeri pada bulan Desember 2024.

Ramayana terdapat pula dalam sastra Jawa dalam bentuk kakawin Ramayana, termasuk dalam bahasa Melayu didapati pula Hikayat Seri Rama yang isinya berbeda dengan kakawin Ramayana dalam bahasa Jawa dan Bali kuno, yaitu wayang dan sendra tari.

Beberapa babak maupun adegan dalam Ramayana dituangkan ke dalam bentuk lukisan maupun pahatan dalam arsitektur bernuansa Hindu. Wiracarita Ramayana juga diangkat ke dalam budaya pewayangan di Nusantara, seperti misalnya di Jawa dan Bali. 

Diperkirakan pada zaman kerajaan Mataram kuno abad ke-9. Bahasa dalam kakawin Rāmâyaṇa, terdapat pula relief candi, dan cerita drama.

Dalam Relief Candi Prambanan menampilkan Sita tengah diculik Raja Rahwana yang menunggangi pesawat raksasa bersayap, sementara Jatayu di sebelah kiri atas mencoba menolong Sinta

Hal itu pula yang memberikan inspirasi Presiden Soekarno yang terpesona oleh Ramayana. Terutama dengan salah satu tokohnya, Jatayu, putra Aruna dan keponakan Garuda. 

Sukarno mengagung-agungkan sosok berwujud burung garuda itu. Maka atas inspirasi Soekarno, perusahaan penerbangan pertama Indonesia diberi nama Garuda. Termasuk lambang burung Garuda bahkan sudah menjadi kebanggaan tersendiri buat masyarakat Indonesia. 
            
Maka dari itu, hubungan India dan Indonesia sudah berlangsung lama. Kini terus diperkuat. 

Pada waktu di Delhi Putu Suasta melihat banyaknya billboard dan poster dengan foto foto kedatangan Presiden Prabowo ke India. Prabowo Subianto menjadi undangan istimewa Perdana Menteri (PM) Narendra Modi untuk meningkatkan kualitas hubungan bilateral Indonesia India.

Kunjungan kenegaraan itu merupakan yang pertama bagi Presiden Prabowo Subianto ke India sebagai Tamu Kehormatan pada perayaan Hari Republik India, dari tanggal 24 hingga 26 Januari 2025.

Kunjungan itu juga menandai peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan India. Kunjungan ini diadakan untuk memperkuat Kemitraan Komprehensif Strategis yang telah dibangun kedua negara sejak tahun 2018.

Indonesia dan India memiliki hubungan kerja sama yang sudah terbangun sejak Presiden Soekarno.

Sebelumnya juga Presiden Joko Widodo menjadi tamu kehormatan peringatan Hari Republik Ke-69 di New Delhi, India pada Tahun 2018, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Tahun 2011 dan Presiden Sukarno kala itu jadi tamu untuk peringatan Hari Republik Pertama pada Tahun 1950.

Selain itu, Konsul Jenderal Dr. Shashank Vikram beraudiensi dengan Gubernur Bali Dr Wayan Koster untuk berdiskusi secara konstruktif mengenai penguatan kerja sama bilateral antara India dan Bali di Denpasar, Selasa (25/3).

Pertemuan tersebut difokuskan pada bidang-bidang utama kerja sama, termasuk pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan investasi, dengan penekanan pada pengembangan pertumbuhan ekonomi dan kemitraan strategis. 

Kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka untuk mempererat hubungan dan mengeksplorasi peluang baru untuk pembangunan bersama.
Pada kesempatan itu, Konjen India di Bali DR Shashank menyerahkan cindera mata buku "Modi @20:Dreams Meet Dilevery". 
            
Buku Modi@20: Dreams meet Delivery diluncurkan pada 11 Mei 2022 di Vigyan Bhawan di New Delhi oleh Wakil Presiden M. Venkaiah Naidu. Buku itu diterbitkan oleh Rupa Publications. Kesimpulannya, India akan menjadi negara besar dengan kekuatan budaya, kekuatan manufaktur, kekuatan intelektualnya,,kekuatan sejarah masa lalunya dan kekuatan spiritualitasnya. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bangun SDM Bali, Koster Ajak Kepala Sekolah Terapkan Kearifan Lokal

Terpopuler

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

545 Personel Gabungan Amankan IBTK 2026, Didukung CCTV dan Sistem Informasi Terpadu

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

KPU Kota Denpasar Pastikan Tak Ada Pemilih Terlewat dalam Pleno PDPB Triwulan I Tahun 2026

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Putri Koster Yakin 85% Program Desa Terwujud dengan Kinerja Kader yang Serius

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng

Lestarikan Seni Budaya Bali, Gubernur Koster Hadiah Rp 50 Juta untuk Dua Sanggar Seni Tari dan Tabuh di Buleleng