Banner Bawah

Fashion Show Ethnoglam: Perpaduan Spirit Lokal dan Gaya Kekinian di Buleleng

Admin - atnews

2025-08-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Fashion Show Ethnoglam: Perpaduan Spirit Lokal dan Gaya Kekinian di Buleleng
Fashion Show Ethnoglam (ist/Atnews)

Buleleng (Atnews) - Serangkaian acara Buleleng Festival (Bulfest) 2025, Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Buleleng menggelar Fashion Show bertema Ethnoglam, sebuah pertunjukan busana yang menggabungkan kearifan lokal Buleleng dengan sentuhan gaya modern fungsional. Acara ini menampilkan tenun asli Buleleng dan topeng tradisional di atas panggung utama "Tugu Singa Ambara Raja" Jln. Ngurah Rai, pada Jumat (22/08).

Fashion Show Ethnoglam disaksikan oleh Bupati Buleleng dr Nyoman Sitjidra, Sp,OG, Sekda Gede Suyasa,dan anggota Forkopimda. Perlu diketahui, Fashion Show ini sebagai simbol kebanggaan budaya yang diolah menjadi karya kreatif bernilai estetika sekaligus praktis digunakan.

“Tema Ethnoglam adalah gabungan antara spirit lokal dan budaya, lalu dihubungkan dengan pemanfaatannya yang lebih fungsional hari ini. Kami tampilkan Endek Wastra Buleleng yang menggambarkan spirit lokal dengan fungsi kekinian bagi masyarakat Bali,” jelas Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kabupaten Buleleng, Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si.

Fashion show ini diikuti oleh sekitar 55 peserta, terdiri dari 29 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serta 30 peserta dari BUMN, BUMD, Camat, dan Kabag.

Para peserta tampil berpasangan dengan pimpinan SKPD masing-masing, memperagakan busana berbahan tenun Buleleng yang dipadukan dengan topeng khas daerah. Penilaian difokuskan pada keaslian bahan tenun, kreativitas desain, serta penampilan di panggung.

Drs. Dewa Made Sudiarta, M.Si, turut pula menyampaikan kesannya atas diadakannya kegiatan ini.

“Melalui Ethnoglam, kita ingin menumbuhkan kebanggaan memakai produk lokal, terutama tenun asli Buleleng. Bila dirangkai dan didesain dengan cerdas, tenun ini tidak hanya bernilai estetika, tetapi juga fungsional. Harapannya, acara ini menggairahkan kembali semangat kerajinan tenun, meningkatkan omset pelaku UMKM, serta memperkuat kebanggaan masyarakat terhadap karya lokal,” Ujarnya.

Fashion show ini juga mendapat sambutan meriah dari masyarakat yang memadati sekitar panggung utama. Salah satunya dinyatakan oleh masyarakat Buleleng, Komang Damar, yang sangat terkesan akan adanya kegiatan ini. 

“Saya terkesan bagaimana tradisi Buleleng bisa disulap jadi karya yang modern dan elegan. Topeng dan tenun yang biasanya kita lihat di upacara adat, kini tampil fashionable di panggung. Rasanya bangga sekali melihat budaya kita dibawa ke level baru," ungkapnya.

Acara ini sekaligus menjadi wujud dukungan atas arahan Bupati Buleleng dan Ketua Dekranasda Kabupaten Buleleng, agar masyarakat semakin mencintai dan menggunakan produk lokal. Dengan berbagai motif tenun yang dikembangkan, fashion show ini diharapkan mampu menggeliatkan kembali industri kerajinan di Buleleng serta menghadirkan ruang baru bagi kreativitas lokal untuk bersaing di pasar yang lebih luas. (WAN/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Enam Arahan Presiden Pada Rakornas Penanggulangan Bencana

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

*DPRD Badung mengucapkan Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri*

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia