Banner Bawah

Gubernur Bali, Koster  Apresiasi Pelaksanaan Parade Budaya Mengangkat Karya Seni  Khas Buleleng

Admin 2 - atnews

2026-03-31
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gubernur Bali, Koster  Apresiasi Pelaksanaan Parade Budaya Mengangkat Karya Seni  Khas Buleleng
Gubernur Bali Wayan Koster membuka Parade Budaya (ist/atnews)

Buleleng (Atnews) - Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi atas pelaksanaan Parade Budaya yang digelar Pemerintah Kabupaten Buleleng dibawah kepemimpinan Bupati Nyoman Sutjidra, yang mengangkat karya seni ciri khas Buleleng. Kabupaten Buleleng yang sudah dikenal memiliki karya seni, seperti Tari Palawakya dan Taruna Jaya, ikut memberikan adil bagi kemajuan seni dan budaya di Bali.

Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Parade Budaya yang digelar Pemkab Buleleng, bertepatan dengan  HUT Kota Singaraja ke-422 tanggal 30 Maret, di Lapangan Ngurah Rai Taman Kota Singaraja di jalan Ngurah Rai, Senen (30/3/2026) sore.

Gubernur asal Desa Sembiran Kecamatan  Tejajula ini, menekankan, parade budaya ini diharapkan  memberikan manfaat bagi Bali umumnya dan Buleleng khususnya. “Saya berharap peringatan Hari Ulang Tahun Kota Singaraja ke-422 ini dapat memberikan harapan baru maupun dampak yang nyata bagi Kabupaten Buleleng dan Bali secara keseluruhan sekaligus menjadi momentum untuk terus memperkuat pembangunan dan kemajuan daerah.” ujarnya.

Menurut Gubernur Koster, Parade budaya ini menjadi bukti bahwa semangat berkesenian dan kecintaan terhadap budaya lokal tetap tumbuh kuat di tengah masyarakat, menjadikan perayaan HUT Kota Singaraja ke-422 sebagai momen yang penuh makna dan kebanggaan bersama.

Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra mengatakan, parade budaya yang diikuti 9 Kecamatan, digelar untuk menyegarkan ingatan masyarakat tentang sejarah lahirnya Kota Singaraja. Ini juga sebagai ruang berkesenian bagi seniman- seniman tradidionak di Buleleng. "Kita akan memotivasi para yohana untuk kegiatan-kegiatan seperti ini "ungkapnya.

Seperti diketahui, parade budaya dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-422 Kota Singaraja merupakan untuk pertama digelar, menyajikan pementasan sejarah Anglurah Ki Barak Panji Sakti dari lahir hingga kejayaan kerajaan Buleleng.

Usai dibuka bersama oleh Gubernur Bali Wayan Koster,  Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra, Wakil Bupati Gede Supriatna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya,  Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Achmad Setyawan Syah, dan Kajari Edi Irsan Kurniawan dengan pemukulan cengceng.

 Pertunjukan diawali dengan menampilkan keberagaman etnis yang ada di Bali Utara oleh Sanggar Seni Manik Utara. Pada pertunjukan pembuka tersebut memukau para undangan serta masyarakat yang datang langsung dijalan Ngurah tersebut.

Penampilan kedua diisi oleh Sanggar Seni Sari Kencana Desa Musi Kecamatan Gerokgak dengan judul Embas Sang Putra. Fragmen tari ini mengisahkan pertemuan Dalem Sagening dengan Ni Luh Pasek, orangtua dari Anglurah Ki Barak Panji Sakti.

Penampilan ketiga dari Sanggar Seni Rare Mekar dan Werdhi Kumara Kecamatan Tejakula yang menceritakan keseharian Anglurah Ki Barak Panji Sakti. Selain fragmen tari, ditunjukkan pula parade busana adat medeeng , busana khas Desa Sembiran, Tari Baris, dan kesenian wayang wong.

Fragmen tari selanjutnya diisi Kecamatan Busungbiu. Menceritakan saat Anglurah Ki Barak Panji Sakti diutus ke Denbukit. Kecamatan Busungbiu juga menampilkan kesenian tari sakral Rejang Kraman yang ditarikan lima tahun sekali sebagai rasa syukur atas panen yang berhasil.

Kisah Anglurah Ki Barak Panji Sakti bertemu raksasa Panji Landung dibawakan oleh Kecamatan Kubutambahan. Kecamatan ini juga menampilkan busana deeng perempuan, dan kesenian Gambuh dari Desa Bila.

Penampilan dari Kecamatan Seririt membawakan kisah Anglurah Ki Barak Panji Sakti saat menyelamatkan kapal karam milik saudagar Cina. Dilanjutkan dengan penampilan dari kecamatan Banjar dengan kisah Ki Barak saat dinobatkan menjadi Raja Buleleng.

Sementara, Kecamatan Sukasada, menampilkan fragmentari Ki Barak Panji Sakti saat menyusun strategi untuk menyerbu kerajaan Blambangan. Dikisahkan Ki Barak Panji Sakti bersama para prajuritnya menggunakan strategi yang disebut megoak-goakan. Penampilan pasukan goak dari kecamatan Sukasada secara maksimal ini, ini mendapat sambutan dari undangan dan penonton.

Berpindah ke Kecamatan Sawan, fragmen tari yang dibawakan mengisahkan Gugurnya Pangeran Danudhresta putra tunggal Ki Barak Panji Sakti saat melawan Raja Blambangan

Parade budaya dari masing-masing kecamatan juga menampilkan ke-khasan gebogan, uparengga, serta busana adat medeeng. Pawai ditutup dengan fragmen tari dari Kecamatan Buleleng yang mengisahkan Kejayaan Kerajaan Buleleng.

Pementasan ini mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari penonton. Seluruh penampil dari sembilan kecamatan menyusuri jalan utama dari jalan Ngurah Rai- jalan Pramuka-jalan A.Yani hmhingga sampai di Terminal Banyuasri. 

Meski diguyur hujan gerimis, baik penampil dan penonton enggan beranjak dari tempatnya masing-masing. Ini menandakan bahwa antusias masyarakat sangat tinggi dan kegiatan hiburan serupa sangat dinanti.

Turut hadir menyaksikan parade budaya Anggota DPRD Provinsi Bali Kadek Setiawan dan I Gede Kusuma Putra, Ketua dan Sekretaris TP PKK Ny. Wardhany Sutjidra dan Ny. Hermawati Supriatna, Ketua Gatriwara Ny. Luh Parmiti Arya, Ketua DWP Ny. Dewi Suyasa, Wakil Ketua dan anggota DPRD Buleleng, pimpinan perangkat daerah, pimpinan BUMD, dan undangan lainnya. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Potensi Politik Uang di Pemilu 2019

Terpopuler

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Buka Parade Ogoh-Ogoh, Wabup Badung Soroti Peran Strategis Generasi Muda dalam Pelestarian Budaya

Indonesia Genjot Konektivitas Udara, ANA Didorong Buka Rute Baru ke Yogyakarta

Indonesia Genjot Konektivitas Udara, ANA Didorong Buka Rute Baru ke Yogyakarta

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948

Refleksi Hari Raya Nyepi, Tahun Baru Saka 1948

Indonesia Gandeng Jepang, Perkuat Strategi Pariwisata Asia Timur

Indonesia Gandeng Jepang, Perkuat Strategi Pariwisata Asia Timur

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran

15 Batal Terbang Rute Internasional Bandara Ngurah Rai, Dampak Perang Israel - Iran