Pemkab Buleleng Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026
Banner Bawah

Pemkab Buleleng Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026

Admin 2 - atnews

2026-04-28
Bagikan :
Dokumentasi dari - Pemkab Buleleng Gelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026
Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 (ist/atnews)
Buleleng (Atnews) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng menggelar Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30 Tahun 2026 di Halaman Kantor Bupati Buleleng, Senin (26/4). Upacara tersebut dipimpin Asisten Administrasi Umum Setda Kabupaten Buleleng Gede Sugiartha Widiada selaku Inspektur Upacara. Kegiatan ini diikuti para Asisten, Staf Ahli, Kepala Bagian, serta seluruh staf di lingkungan Setda Kabupaten Buleleng.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita” yang menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam mengelola potensi lokal. Tema tersebut juga menegaskan perlunya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional. Dalam kesempatan itu, Inspektur Upacara membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.

Dalam sambutan tersebut ditegaskan bahwa Indonesia sebagai negara besar memiliki potensi luar biasa yang harus dikelola secara sinergis. Keragaman budaya, sumber daya alam, serta kekuatan daerah menjadi modal penting dalam pembangunan. Namun demikian, tanpa kolaborasi yang solid antar tingkatan pemerintahan, potensi tersebut tidak akan optimal.

Lebih lanjut, disampaikan bahwa kesatuan visi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas. Sejumlah hal strategis juga menjadi perhatian bersama, di antaranya pelaksanaan program prioritas nasional, reformasi birokrasi berbasis hasil melalui digitalisasi terintegrasi, penguatan kemandirian fiskal daerah, hingga peningkatan kolaborasi antardaerah. Selain itu, peningkatan layanan dasar, pengentasan ketimpangan, serta penguatan stabilitas dan ketahanan daerah juga menjadi fokus utama.

“Penting bagi pemerintah daerah untuk tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga menjadi mitra aktif dalam merancang kebijakan yang relevan dengan kondisi dan potensi lokal," tandasnya.

Dalam amanat tersebut juga ditekankan pentingnya peningkatan kapasitas daerah sebagai faktor kunci keberhasilan otonomi. Penguatan sumber daya manusia aparatur melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi menjadi salah satu prioritas utama. Di samping itu, peningkatan kapasitas keuangan daerah melalui optimalisasi pendapatan asli daerah serta penguatan kelembagaan dan tata kelola pemerintahan juga terus didorong.

“Penguatan kelembagaan dan tata kelola melalui reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas menjadi langkah penting dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif," ungkapnya.

Melalui peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 ini, Pemkab Buleleng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pemerintahan yang responsif, transparan, dan akuntabel, serta mendorong kolaborasi yang berkelanjutan demi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Imlek 2019 Wujudkan Keharmonisan

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD