Media Gathering Pegadaian Bali Nusra, Penjualan Emas Terus Meningkat
Admin 2 - atnews
2026-04-29
Bagikan :
Media Gathering Pegadaian Bali Nusra (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (Bali Nusra) menggelar Media Gathering dengan awak media di The Gade Coffee & Gold – Denpasar, Selasa (28/4).
Acara itu dihadiri Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar (Bali Nusra) Edy Purwanto.
PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar yang membawahi wilayah Bali, NTB dan NTT (Nusra) terus mengalami pertumbuhan.
“Hingga 26 April 2026, jumlah nasabah dan penjualan cicil emas terdapat kenaikan cukup tinggi. Khusus nasabah aktif di Bali mengalami kenaikan 14,4% atau 47.821 nasabah sementara penjualan emas 112,22% atau 172 Kg. Dari target, kita sudah melampaui,” kata Edy Purwanto.
Lanjutnya, posisi dari Januari hingga 26 April 2026 untuk penjualan cicil emas total di Bali, NTB dan NTT mencapai 334,9 Kg dengan 121.303 nasabah.
Melesatnya kenaikan jumlah nasabah dan penjualan emas, menurut Edy Purwanto juga terjadi di NTB dan NTT. "Meski tak sebesar Bali, namun kontribusi penjualan emas di NTB mencapai 99,7 Kg dengan nasabah 42.002 orang dan NTT 63,2 Kg dengan 31.480 nasabah," jelasnya.
Untuk jumlah uang pinjaman (kredit) di 2025 sebesar Rp 12,6 triliun dan di Januari-April 2026 sudah terealisasi sebesar Rp 15,4 triliun dengan 1,4 juta nasabah.
“Dari angka tersebut, produk yang paling dominan adalah produk Gadai sebesar 81,4%, sisanya produk Mikro (UMKM) dan Tabungan Emas, dari performa kinerjatersebut, Kanwil VII Denpasar berada di posisi 5 besar secara nasional," imbuhnya.
Katanya, kinerja ini patut dipertahankan bahkan ditingkatkan lagi.
Edy Purwanto juga menyebutkan jika Pegadaian Kanwil VII Denpasar pada 3 Mei mendatang bakal menyerahkan CSR (Corporate Social Responsibility-Tanggung Jawab Sosial Perusahaan) ke panti asuhan dan pelepasliaran tukik di Jembrana.
“Selain mengejar target keuntungan, kita juga memiliki tanggung jawab sosial yang merupakan bagian dari bisnis kita. Tanggal 3 Mei 2026, tepatnya hari Minggu mendatang, rencananya kita akan ke panti asuhan dan sekaligus melepasliarkan tukik di Kabupaten Jembrana,” tandas Edy Purwanto.
Pada kesempatan itu, pihaknya juga merincikan produk Pegadaian berdasarkan kategorinya: Produk Gadai (Pinjaman Dana), Produk Investasi & Tabungan Emas dan Produk Pembiayaan (Mikro/Usaha/Haji).
Pertama Produk Gadai (Pinjaman Dana) yakni Gadai Emas (KCA - Kredit Cepat Aman): Pinjaman dengan jaminan emas perhiasan atau batangan, Gadai Tabungan Emas: Pinjaman dengan jaminan saldo emas yang ditabung, Gadai Non-Emas: Pinjaman dengan jaminan barang elektronik, HP, laptop, atau kendaraan, Gadai Luxury: Gadai barang mewah seperti jam tangan bermerek atau tas, Gadai Efek: Gadai saham atau obligasi, Gadai dari Rumah: Layanan penjemputan barang jaminan oleh petugas.
Kedua, Produk Investasi & Tabungan Emas yakni Tabungan Emas: Layanan penitipan saldo emas yang memungkinkan nasabah membeli, menjual, atau mencetak emas, Cicil Emas: Pembiayaan emas batangan secara angsuran.
Ketiga, Produk Pembiayaan (Mikro/Usaha/Haji) yakni Krasida (Kredit Angsuran Gadai): Pinjaman angsuran untuk kebutuhan usaha dengan jaminan emas, ARRUM Haji/Safar: Pembiayaan untuk mendapatkan porsi haji, KUR Syariah: Kredit Usaha Rakyat dengan prinsip syariah, Pembiayaan Usaha: Kredit modal kerja untuk UMKM.
Ada pula jasa Lainnya yakni Safe Deposit Box: Jasa penyewaan kotak penyimpanan barang berharga dan Multi Pembayaran Online: Pembayaran tagihan listrik, PAM, BPJS, dll.
Dikatakan juga pihak menjelaskan keunggulan investasi emas yakni pilihan populer karena aman (low risk), tahan inflasi, dan sangat likuid (mudah diuangkan).
Bahkan saat pasar saham dan obligasi mengalami penurunan akibat ketakutan perang, harga emas cenderung naik karena investor beralih ke aset yang lebih aman. (Z/002)