Banner Bawah

FGD : LSM KoMPaK Dorong Regulasi Wujudkan Singaraja Jadi Kota Pendidikan

Admin 2 - atnews

2026-04-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - FGD : LSM KoMPaK Dorong Regulasi Wujudkan Singaraja Jadi Kota Pendidikan
LSM KoMPAK Gelar Focus Group Discusion (ist/atnews)

Buleleng (Atnews) - Singaraja sebagai Kota Pendidikan menjadi wacana yang terus bergulir dan belum mampu terwujud secara paripurna. Sehubungan dengan hal Itu, dalam rangkaian Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tanggal 2 Mei, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Komunitas Masyarakat untuk Penegakan Hukum dan Keadilan (KoMPaK) menggelar Focus Group Disccusion (FGD) bersama Institut Mpu Kuturan (IMK), di Kampus IMK Singaraja,  Rabo (28/4/2026).

Dalam FGD yang menghadirkan pembicara Sekretaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Luh Putu Adi Ariwati bersama Anggota Dewan Pendidikan Buleleng, Ni Putu Karnadhi dan LSM KoMPaK, Putu Santi Arsana sepakat untuk mendorong adanya regulasi guna mewujudkan Singajara sebagai Kota Pendidikan, bahkan seluruh peserta sepakat untuk menyampaikan keinginan pembuatan regulasi itu ke DPRD Buleleng.

“Mewujudkan Kota Singaraja sebagai kota pendidikan membutuhkan kemauan baik dari semua pihak, termasuk eksekutif dan legislatif. Bentuk komitmen yang paling tepat adalah membuatkan Peraturan Daerah Kabupaten Buleleng tentang Kota Pendidikan sebagai dasar yuridis penyelenggaraan pemerintah dalam bidang pendidikan,” ungkap Penasehat LSM KoMPaK, Nyoman Sunarta, SH.,MH.

Sebelumnya hal senada diungkapkan, Kepala SMPN 6 Singaraja, I Made Jimat, S.Pd., M.Pd., yang menegaskan pentingnya sebuah regulasi untuk menjadi dasar utama didalam mewujudkan Singaraja sebagai Kota Pendidikan.

“Hal mendasar untuk menjadikan Kota Singaraja sebagai Kota Pendidikan adanya sebuah regulasi dalam bentuk peraturan daerah sehingga menjadi dasar bersama untuk bergerak didalam mewujudkannya sebagai Kota Pendidikan,” tegasnya.

Menyangkut Singaraja sebagai Kota Pendidikan juga dilontarkan Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Buleleng, Francelino Xavier Ximenes Freitas yang akrab disapa Franz yang menyebutkan wacana tersebut telah terlontar sejak beberapa Bupati Buleleng sebelumnya dan hingga saat ini belum dapat diwujudkan.

“Pemerintah hendaknya lebih serius untuk mewujudkan wacana ini agar segera merancang program yang secara langsung mendukung terwujudnya Singaraja sebagai Kota Pendidikan seperti penguatan kompetensi SDM, pemenuhan sarana prasarana, dan peningkatan kualitas pendidik dan tenaga kependidikan, termasuk dukungan dari OPD lainnya dan yang terpenting adalan para wakil rakyat di DPRD Buleleng,” ujar Francelino.

Dalam FGD dengan mengusung tema “Mendorong Partisipasi Masyarakat Dalam Memperkuat Identitas Kota Singaraja Sebagai Kota Pendidikan” juga mencuat berbagai permasalahan mendasar lainnya berkaitan dengan Pendidikan utamanya didalam dukungan anggaran, sarana prasarana maupun dukungan para orang tua melalui Komite di masing-masing sekolah.

Regulasi yang menjadi kunci untuk mendorong Singaraja sebagai Kota Pendidikan dalam FGD tersebut belum bisa terjawab lantaran Komisi IV DPRD Buleleng yang diundang sebagai narasumber tidak bisa menghadiri kegiatan FGD sehingga LSM KoMPaK bakal menyampaikan langsung ke DPRD Buleleng dalam waktu dekat aspirasi yang tertuang dalam FGD tersebut dan Pemerintah bersama masyarakat maupun pengiat Pendidikan mampu menyiapkan dukungan maupun perencanaan. (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Apresiasi Prestasi FOKBI Bali

Terpopuler

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Makan Siang, De Gadjah - Koster Bahas Sampah, PSEL hingga Sekolah Rakyat

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Pasca Segel BTID, Bandesa Adat Pariatha Nilai Aksi Dukungan Pansus TRAP Mengatasnamakan 'Warga Serangan', Curigai Benturkan dengan Investor

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Penutupan Festasada 2026, Tunjukkan Kolaborasi Seni Budaya Kearifan Lokal

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia

Dharma Santi Nasional 2026; Hindu Indonesia Gaungkan 'Vasudhaiva Kutumbakam', Perkuat Harmoni Bangsa dan Umat Manusia